Kompas.com - 24/06/2019, 21:13 WIB
Pos pendakian ke puncak Gunung Lawu melalui jalur klasik Singo Langu di Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Cuaca ekstrim suhu di puncak Gunung Lawu dilaporkan mencapai minus 3 derajat celsius. KOMPAS.com/SUKOCOPos pendakian ke puncak Gunung Lawu melalui jalur klasik Singo Langu di Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Cuaca ekstrim suhu di puncak Gunung Lawu dilaporkan mencapai minus 3 derajat celsius.

MAGETAN , KOMPAS.com — Pengelola pendakian ke puncak Gunung Lawu melalui jalur klasik Singo Langu di Kabupaten Magetan, Jawa Timur (Jatim), meminta pendaki untuk berhati-hati selama cuaca ekstrem beberapa hari terakhir.

Tono, salah satu pengelola pendakian ke puncak Gunung Lawu melalui jalur Singo Langu, mengatakan, sejumlah pendaki melaporkan suhu di puncak Gunung Lawu bisa mencapai minus 3 derajat celsius.

“Ada yang menginformasikan, suhu di puncak mencapai minus 3 derajat celsius. Di sini (Singo Langu) kemarin suhunya 9 derajat celcius,” ujarnya di pos pendakian Singo Langu Senin (24/6/2019).

Baca juga: Suhu Dieng Senin Pagi Minus 11 Derajat Celsius, Tercatat di Candi Arjuna

Sementara akibat cuaca ekstrem di puncak Gunung Lawu, satu pendaki dilaporkan pingsan.

Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Magetan Fery Yoga Saputra mengatakan, meski sempat pingsan, pendaki tersebut berhasil mendapat pertolongan di Pos Cemoro Sewu.

“Kemarin ada (pendaki pingsan), tapi sudah dievakuasi, tidak ada masalah,” ujarnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Fery menambahkan, untuk mengantisipasi cuaca ekstrem di Puncak Lawu, para pendaki diimbau untuk membawa peralatan mendaki yang memadai serta membawa obat-obatan.

Para pendaki juga diminta melaporkan kedatangan dan kepulangan mereka.

"Kadang ada pendaki yang naik lewat Candi Cetho pulang lewat Cemoro Sewu. Kami harapkan pendaki melapor ke petugas,” katanya.

Baca juga: Gunung Lawu Sepi Pendaki, Pemilik Warung Memilih Turun Gunung

Pendaki dilarang bikin perapian

Mengingat musim kemarau di Kabupaten Magetan datang lebih cepat, BPBD Kabupaten Magetan mengimbau pendaki Gunung Lawu untuk tidak membuat perapian selama pendakian.

Hal tersebut untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan di Gunung Lawu.

“Untuk meminimalkan kebakaran hutan, kami mengimbau untuk tidak membuat api karena saat ini musim kemarau,” ucapnya.

Baca juga: Suhu Minus 5 Derajat Celsius, Embun di Dieng Kembali Membeku

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Regional
Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Regional
Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Regional
Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Regional
Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Regional
Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Regional
Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Regional
Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Regional
Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Regional
Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Regional
Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Regional
Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.