Sistem Zonasi PPDB Bikin Calon Siswa Antri hingga 4 Jam, Pihak Sekolah Kaget

Kompas.com - 24/06/2019, 22:09 WIB
Petugas melakukan verifikasi data calon murid SMA Negeri 1 Kesesi Pekalongan, Jawa Tengah, pada hari pertama PPDB Online, Senin (24/6/2019). KOMPAS.com/ARI HIMAWANPetugas melakukan verifikasi data calon murid SMA Negeri 1 Kesesi Pekalongan, Jawa Tengah, pada hari pertama PPDB Online, Senin (24/6/2019).

Padahal proses pendaftaran masih tersisa 4 hari lagi hingga tanggal 28 Juni 2019 mendatang.

Namun ia menduga, adanya sistem zonasi pada PPDB online membuat calon murid yang posisinya dekat dengan sekolah lebih cepat mendaftar untuk memenuhi kuota.

"Dibuka pendaftaran di hari pertama baru dua jam sudah hampir 290 pendaftar. Animo yang besar membuat kami kaget karena sangat berbeda dengan tahun 2018 lalu. Untuk antisipasi antrian proses verifikasi kami membuka 5 loket," jelas Kusmoro.

Baca juga: Pakai Zonasi Kabupaten/Kota, Calon Peserta PPDB SMA/SMK di Sumbar Bisa Pilih 3 Sekolah

Kusmoro menambahkan jika di hari pertama pendaftaran calon murid akan mendapatkan akun jika terverikasi, kemudian akan mendapatkan token untuk mendaftar di SMA nya.

Setelah itu calon murid akan memperoleh pengumuman akan diterima atau tidak.

"Kalau yang tidak diterima itu nantinya ada pilihan kedua sekolah. Jadi jangan kuatir ada beberapa sekolah yang menjadi pilihan calon murid yang tidak diterima," tambah dia.

Di SMA Negeri 1 Kesesi Pekalongan kuota jumlah murid yang diterima sebanyak 280 orang yang terdiri dari 3 kelas IPA dan 5 kelas IPS.

Kusmoro yakin pendaftar calon murid di sekolahnya yang membludak akan terjadi di hari-hari berikutnya karena adanya sistem zonasi.

Baca juga: PBNU Nilai Penerapan Sistem Zonasi PPDB Prematur, Ini 4 Alasannya

Halaman:
Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gara-gara Dituding Curi Ayam, Pria di Tasikmalaya Bakar 3 Mobil Tetangga

Gara-gara Dituding Curi Ayam, Pria di Tasikmalaya Bakar 3 Mobil Tetangga

Regional
Berkunjung ke Aceh Wajib Bawa Surat Hasil Rapid Test

Berkunjung ke Aceh Wajib Bawa Surat Hasil Rapid Test

Regional
Seorang Wartawan Meninggal karena Covid-19, 20 Jurnalis Lainnya Jalani Rapid Test

Seorang Wartawan Meninggal karena Covid-19, 20 Jurnalis Lainnya Jalani Rapid Test

Regional
Duduk Perkara Lembaga Adat Baduy Minta Dihapus dari Destinasi Wisata

Duduk Perkara Lembaga Adat Baduy Minta Dihapus dari Destinasi Wisata

Regional
Satu Keluarga Jadi Korban Kecelakaan Kapal, Ayah Selamat, 2 Anaknya Meninggal

Satu Keluarga Jadi Korban Kecelakaan Kapal, Ayah Selamat, 2 Anaknya Meninggal

Regional
Danjen Akademi TNI: Pemkot Magelang Pindah Saja, Kalau Enggak Nanti Pakai Cara-cara Kita

Danjen Akademi TNI: Pemkot Magelang Pindah Saja, Kalau Enggak Nanti Pakai Cara-cara Kita

Regional
Gempa di Rangkasbitung, Warga Serang Merasa Pusing dan Mual

Gempa di Rangkasbitung, Warga Serang Merasa Pusing dan Mual

Regional
Di Jabar, Satpol PP dan Gugus Tugas Covid-19 Berkolaborasi Awasi Penerapan Protokol Kesehatan

Di Jabar, Satpol PP dan Gugus Tugas Covid-19 Berkolaborasi Awasi Penerapan Protokol Kesehatan

Regional
Kapal Pembawa 84 Ton Ikan ke Jakarta Tenggelam di Perairan Selayar

Kapal Pembawa 84 Ton Ikan ke Jakarta Tenggelam di Perairan Selayar

Regional
Gempa di Rangkasbitung, Guncangan Terasa 5 Detik

Gempa di Rangkasbitung, Guncangan Terasa 5 Detik

Regional
Dikira Bansos Bantuan Covid-19, Ternyata Isinya Narkoba

Dikira Bansos Bantuan Covid-19, Ternyata Isinya Narkoba

Regional
Masih Pandemi, Bali Terima Lagi Wisatawan di Akhir Juli, Pakar Sebut Terlalu Buru-buru

Masih Pandemi, Bali Terima Lagi Wisatawan di Akhir Juli, Pakar Sebut Terlalu Buru-buru

Regional
Gempa 6,1 M Berpusat di Jepara, Genteng Rumah Warga Berjatuhan

Gempa 6,1 M Berpusat di Jepara, Genteng Rumah Warga Berjatuhan

Regional
Berkat Komik Hasil Jual Empek-empek, Edi Dharma Bisa Jadi Juara Dunia

Berkat Komik Hasil Jual Empek-empek, Edi Dharma Bisa Jadi Juara Dunia

Regional
Jokowi Minta 2 Pekan Kasus Covid-19 Jatim Turun, 'Plan' A, B, C, dan D Bergulir

Jokowi Minta 2 Pekan Kasus Covid-19 Jatim Turun, "Plan" A, B, C, dan D Bergulir

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X