Pakai Zonasi Kabupaten/Kota, Calon Peserta PPDB SMA/SMK di Sumbar Bisa Pilih 3 Sekolah

Kompas.com - 21/06/2019, 14:59 WIB
Papan pengumuman di SMA 2 Padang yang menginformasikan PPDB belum ada pengumumannya pada Selasa (18/6/2019). KOMPAS.com/PERDANA PUTRAPapan pengumuman di SMA 2 Padang yang menginformasikan PPDB belum ada pengumumannya pada Selasa (18/6/2019).


PADANG, KOMPAS.com - Untuk mengantisipasi membludaknya pendaftaran di sebuah sekolah, Dinas Pendidikan Sumatera Barat menerapkan sistem zonasi kabupaten dan kota.

Dengan sistem zonasi ini, peserta dari dalam satu kabupaten dan kota memiliki peluang yang sama untuk bisa mendaftar di sekolah favorit yang ada.

"Kami menerapkan sistem zonasi kabupaten dan kota. Hal ini sudah diatur dalam Pergub yang sudah difasilitasi oleh Kemendagri," kata Ketua Panitia PPDB SMA/ SMK Sumbar, Suryanto kepada Kompas.com, Jumat (21/6/2019).

Baca juga: Hindari Akun Ganda di PPDB Online, Jateng Wajibkan Calon Siswa Miliki Token

Menurut Suryanto, dengan sistem zonasi kabupaten dan kota ini, calon peserta didik baru bisa memilih tiga sekolah dalam kabupaten dan kota.

"Kami mengakomodir tiga pilihan sekolah untuk masing-masing calon peserta. Pilihan itu diserahkan sepenuhnya kepada calon tidak ada batasan tempat tinggal asalkan masih dalam satu kabupaten dan kota," kata Kabid Pembinaan SMA Dinas Pendidikan Sumbar ini.

Dengan sistem ini, akan membuat calon peserta didik jeli untuk menentukan pilihan. Pilihan 1 tentunya sekolah paling favorit dan diikuti sekolah lainnya.

Sistem ini, kata Suryanto, mirip dengan seleksi penerimaan mahasiswa baru dengan penentuan pilihan 1 sampai 3.

"Jika sudah lulus di sekolah pilihan 1 maka otomatis nama tidak akan muncul di sekolah pilihan 2 dan 3," ujar Suryanto.

Suryanto mengatakan, kendati berbeda dengan sistem zonasi tempat tinggal, namun zonasi kabupaten dan kota ini tidak menyalahi aturan.

"Tidak ada masalah karena bagaimana bentuk zonasinya diserahkan kepada daerah," kata dia.

Suryanto mengatakan, zonasi kabupaten dan kota ini hampir sama dengan tahun lalu di mana tidak terjadi gejolak luar biasa.

Baca juga: PBNU Nilai Penerapan Sistem Zonasi PPDB Prematur, Ini 4 Alasannya

Sementara, jika diterapkan zonasi tempat tinggal, akan mengakibatkan penumpukan siswa di daerah padat penduduk dan kekurangan siswa di daerah jarang penduduk.

"Apalagi sejak pasca-gempa bumi 2009 lalu, sebaran penduduk Sumbar tidak merata dan hal ini tentunya bisa menimbulkan persoalan jika diterapkan zonasi tempat tinggal," kata dia.

Seperti diberitakan, Sumbar mulai membuka pendaftaran PPDB SMA/SMK 2019 pada 25 Juni mendatang dengan beberapa tahap.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

68 TKI dari Singapura Tiba di Sumsel, Dikarantina di Wisma Atlet Jakabaring

68 TKI dari Singapura Tiba di Sumsel, Dikarantina di Wisma Atlet Jakabaring

Regional
Antar Napi Bebas, Kalapas Mojokerto: Jangan Keluyuran, Jangan Nongkrong di Warung Kopi

Antar Napi Bebas, Kalapas Mojokerto: Jangan Keluyuran, Jangan Nongkrong di Warung Kopi

Regional
Siswi SMK Dicabuli 7 Teman Sekolahnya, Otak Pelakunya Teman Dekat Korban dan Masih DPO

Siswi SMK Dicabuli 7 Teman Sekolahnya, Otak Pelakunya Teman Dekat Korban dan Masih DPO

Regional
Riwayat Pasien Positif Corona di Klaten, Bekerja di Jakarta, Diduga Tertular di Surabaya

Riwayat Pasien Positif Corona di Klaten, Bekerja di Jakarta, Diduga Tertular di Surabaya

Regional
Satu Lagi Pasien Positif Virus Corona di DIY Dinyatakan Sembuh

Satu Lagi Pasien Positif Virus Corona di DIY Dinyatakan Sembuh

Regional
Seorang Ibu Hamil Berstatus ODP Covid-19 Meninggal Saat Hendak Melahirkan

Seorang Ibu Hamil Berstatus ODP Covid-19 Meninggal Saat Hendak Melahirkan

Regional
Diduga Belum Bayar Uang Kuliah, Mahasiswi Ditemukan Tewas Bunuh Diri

Diduga Belum Bayar Uang Kuliah, Mahasiswi Ditemukan Tewas Bunuh Diri

Regional
Cerita Pasien Pertama di Malang yang Sembuh, Didukung Teman dan Tahu Positif Corona Setelah Pulang ke Rumah

Cerita Pasien Pertama di Malang yang Sembuh, Didukung Teman dan Tahu Positif Corona Setelah Pulang ke Rumah

Regional
Tak Diketahui Riwayat Penyakitnya, Pasien Meninggal di UGD RSUD Ungaran Dimakamkan dengan Prosedur Covid-19

Tak Diketahui Riwayat Penyakitnya, Pasien Meninggal di UGD RSUD Ungaran Dimakamkan dengan Prosedur Covid-19

Regional
4 Fakta 9 Polisi Aniaya Warga hingga Tewas, Hanya Dituntut 1 Tahun Penjara dan Keluarga Minta Keadilan

4 Fakta 9 Polisi Aniaya Warga hingga Tewas, Hanya Dituntut 1 Tahun Penjara dan Keluarga Minta Keadilan

Regional
Lima Pasien Positif Corona asal Magetan Sembuh, Salah Satunya Ada Anak Usia 10 Tahun

Lima Pasien Positif Corona asal Magetan Sembuh, Salah Satunya Ada Anak Usia 10 Tahun

Regional
Pasien Positif Covid-19 yang Mengamuk Saat Dievakuasi Terpaksa Diisolasi Mandiri

Pasien Positif Covid-19 yang Mengamuk Saat Dievakuasi Terpaksa Diisolasi Mandiri

Regional
'Mereka Mencoba Ketegasan Kami, Dibubarkan atau Tidak'

"Mereka Mencoba Ketegasan Kami, Dibubarkan atau Tidak"

Regional
Sepekan, ODP Covid-19 di Kabupaten Landak Melonjak Jadi 1.480 Orang

Sepekan, ODP Covid-19 di Kabupaten Landak Melonjak Jadi 1.480 Orang

Regional
Bagaimana KKB Bisa Menyusup dan Lakukan Penembakan di Sekitar Freeport Kuala Kencana Timika?

Bagaimana KKB Bisa Menyusup dan Lakukan Penembakan di Sekitar Freeport Kuala Kencana Timika?

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X