Kabupaten Bogor Darurat Sampah, Bupati Terapkan Sistem Zonasi

Kompas.com - 22/06/2019, 17:13 WIB
Tumpukan sampah di Kabupaten Bogor mencapai 2.850 ton per-hari, Sabtu (22/6/2019). KOMPAS.com/AFDHALUL IKHSAN .Tumpukan sampah di Kabupaten Bogor mencapai 2.850 ton per-hari, Sabtu (22/6/2019).

KABUPATEN BOGOR, KOMPAS.com - Kabupaten Bogor kian mengkhawatirkan karena produksi sampah terus meningkat. Pemerintah pun secara tegas menyatakan, Kabupaten Bogor darurat sampah.

Data yang diperoleh dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor, dalam sehari, produksi sampah mencapai 2.850 ton, namun hanya 700 ton sampah yang bisa terangkut. Sisanya 2.150 ton menumpuk di tempat pembuangan akhir (TPA) sampah.

"Kami nyatakan darurat sampah karena hanya terangkut 600-700 ton per hari, sisanya masyarakat membuang sampah sembarangan," ucap Bupati Bogor Ade Yasin kepada Kompas.com di Cibinong, Jumat (21/60/2019).

Untuk mengatasi hal ini, Ade mengaku telah menyiapkan langkah strategis berupa zonasi sampah dengan membangun tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) di Bogor Barat, Jasinga, Bogor Utara, Ciseeng, Bogor Selatan, Caringin, Bogor Timur, dan Jonggol.

Baca juga: Ridwan Kamil: 80 Persen Pinjaman Bank Dunia untuk Atasi Sampah Bandung Raya

Zonasi sampah ini berbasis sistem Reuse, Reduce dan Recycle (3R) dan menjadi salah satu solusi yang murah dan mudah dalam menjaga lingkungan, di samping mengolahnya atau memanfaatkan sampah tersebut. Selain itu, penerapan 3R ini juga dapat dilakukan oleh setiap warga dalam kegiatan sehari-hari.

"Kita sudah umumkan kepada masyarakat bagaimana membuat zonasi sampah 3R dan ini harus dilaksanakan juga oleh pengusaha properti, PHRI, para pengusaha developer agar mereka membuat tempat sampah berbasis 3R ini untuk mengurangi beban sampah bagi Kabupaten Bogor," ungkapnya.

Dihubungi terpisah, Kepala Bidang Pengelolaan Sampah DLH Kabupaten Bogor, Atis Tardiana mengakui, penyebab sampah karena wilayah Kabupaten Bogor memiliki luas 2.664 kilometer, sementara jumlah TPA sangat terbatas.

"Lokasi kita cukup luas sedangkan TPA kita terbatas, TPA Galuga dan Nambo belum efektif karena jauh untuk pembuanganya, kapasitasnya terbatas. Ya gitulah sekarang banyak sampah-sampah liar dibuang-buang sembarangan dari segi kemampuan melayani baru 30 persen," ujarnya.

Baca juga: Mobilnya Ketahuan Buang Sampah di Sungai, Ini Penjelasan IPDN

"Kalau program zonasi sampah ini boleh dikatakan solusi lah, jadi tidak diperlukan lagi pembuangan cukup luas dan jauh, hanya paling residu 15 persen yang harus disimpan di TPA Galuga dan Nambo," tambahnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Katanya Kena Corona Padahal Cuma Digigit Lebah'

"Katanya Kena Corona Padahal Cuma Digigit Lebah"

Regional
Bayi Berusia 3 Bulan Positif Corona di Kabupaten Bogor, Alami Gejala Demam

Bayi Berusia 3 Bulan Positif Corona di Kabupaten Bogor, Alami Gejala Demam

Regional
Pelni dan Dishub NTT Izinkan KM Lambelu Bersandar, Bupati Sikka: Mau Bunuh Kita di Sini?

Pelni dan Dishub NTT Izinkan KM Lambelu Bersandar, Bupati Sikka: Mau Bunuh Kita di Sini?

Regional
Bupati Tanah Laut Sumbangkan Gaji Sampai Daerah yang Ia Pimpin Bebas Corona

Bupati Tanah Laut Sumbangkan Gaji Sampai Daerah yang Ia Pimpin Bebas Corona

Regional
Suami Istri Hanyut Terseret Arus Sungai di Cianjur

Suami Istri Hanyut Terseret Arus Sungai di Cianjur

Regional
Hasil Rapid Test, Dokter Spesialis di RSUCM Aceh Utara Terindikasi Corona

Hasil Rapid Test, Dokter Spesialis di RSUCM Aceh Utara Terindikasi Corona

Regional
Ribuan Buruh di Jabar Kena PHK Selama Pandemi Virus Corona

Ribuan Buruh di Jabar Kena PHK Selama Pandemi Virus Corona

Regional
Jumlah Pasien Covid-19 Sembuh Terus Bertambah, Pemkot Semarang Optimis Lawan Pandemi Ini

Jumlah Pasien Covid-19 Sembuh Terus Bertambah, Pemkot Semarang Optimis Lawan Pandemi Ini

Regional
Kisah Haru Mulyono, Driver Ojol Asal Banyumas yang Ditipu Penumpang: Seandainya Saya Bisa Menangis

Kisah Haru Mulyono, Driver Ojol Asal Banyumas yang Ditipu Penumpang: Seandainya Saya Bisa Menangis

Regional
Asrama Pemkot Banjarmasin Jadi Tempat Karantina Pasien Covid 19, Warga Menolak dan Blokir Jalan

Asrama Pemkot Banjarmasin Jadi Tempat Karantina Pasien Covid 19, Warga Menolak dan Blokir Jalan

Regional
Resep Ajudan Wagub Sumut Sembuh dari Covid-19: Doa, Makan Telur Rebus, Berjemur Tiap Jam 8 Pagi

Resep Ajudan Wagub Sumut Sembuh dari Covid-19: Doa, Makan Telur Rebus, Berjemur Tiap Jam 8 Pagi

Regional
Pulang dari Jakarta, Eva Yolanda LIDA Lakukan Karantina 14 Hari di Rumah

Pulang dari Jakarta, Eva Yolanda LIDA Lakukan Karantina 14 Hari di Rumah

Regional
Sedang Menyiangi Rumput, Tiba-tiba Sang Istri Terperosok ke Lubang Diduga Sinkhole

Sedang Menyiangi Rumput, Tiba-tiba Sang Istri Terperosok ke Lubang Diduga Sinkhole

Regional
Dua Peserta Meninggal, Gubernur Kalbar Minta Semua Jemaah Sajadah Fajar Diuji Rapid Test

Dua Peserta Meninggal, Gubernur Kalbar Minta Semua Jemaah Sajadah Fajar Diuji Rapid Test

Regional
Empat Warga Kalbar Tersangka Hoaks Corona, Terancam 10 Tahun Penjara

Empat Warga Kalbar Tersangka Hoaks Corona, Terancam 10 Tahun Penjara

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X