Ridwan Kamil: 80 Persen Pinjaman Bank Dunia untuk Atasi Sampah Bandung Raya

Kompas.com - 21/06/2019, 19:11 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat menghadiri rapat koordinasi bersama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman RI Luhut Binsar Panjaitan terkait penggunaan dana pinjaman dari Bank Dunia tersebut di kantor Kemenko Bidang Kemaritiman, Jakarta, Jumat (21/6/2019). Dok HUMAS PEMPROV JABARGubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat menghadiri rapat koordinasi bersama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman RI Luhut Binsar Panjaitan terkait penggunaan dana pinjaman dari Bank Dunia tersebut di kantor Kemenko Bidang Kemaritiman, Jakarta, Jumat (21/6/2019).

BANDUNG, KOMPAS.comBank Dunia akan mengucurkan dana bantuan sebesar 100 juta dollar Amerika Serikat (AS) atau Rp 1,4 triliun untuk mengatasi persoalan sampah di Sungai Citarum.

“Tadi (dalam rapat koordinasi), menyepakati caranya (penggunaan dana). Kita sudah menyepakati 80 persen mengatasi sampah di Bandung Raya dan 20 persen di non-Bandung Raya," ujar Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dalam rilisnya, Jumat (21/6/2019).

Baca juga: Mobilnya Ketahuan Buang Sampah di Sungai, Ini Penjelasan IPDN


Hal tersebut didasarkan pada fakta bahwa 80 persen sampah di Sungai Citarum berasal dari kawasan Bandung Raya. Sedangkan, 20 persen berasal dari luar Bandung Raya, seperti Bekasi, Karawang, dan Purwakarta.

Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil mengatakan, dana tersebut akan digunakan sebagai investasi pembangunan infrastruktur.

Selain itu akan digunakan untuk pengelolaan sampah sampai ke level RT atau RW, serta membangun atau mengubah pola pikir masyarakat tentang persampahan.

Teknologi yang akan diterapkan adalah teknologi rumahan, seperti biodigester dan TPS 3R (reduce, reuse, recycle).

Baca juga: Tanggapan Ridwan Kamil atas Pelecehan Remaja Penyandang Disabilitas oleh Oknum ASN Jabar

Dengan memperbanyak upaya di tingkat rumah tangga, diharapkan sampah akan terjaring hingga akhirnya tidak ada sampah di Sungai Citarum.

Karenanya, teknologi-teknologi rumahan level RT atau RW akan banyak dibiayai dari Bank Dunia.

“Makanya, dana ini bukan soal ngangkut-ngangkut sampah, kita mau berinvestasi di level rumah-rumah. Seperti bikin biodigester, di level RT kita bikin TPS 3R, kalau masih belum cukup, di Kecamatan bikin skala kawasan, sampai akhirnya betul-betul yang menjelang ke sungainya itu (kuantitas sampah) mendekati nol," jelasnya. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X