Fakta Pernyataan Siap Dikutuk Jika Pura-pura Miskin, Melatih Kejujuran Warga hingga Tekan Anggaran APBD

Kompas.com - 15/06/2019, 13:44 WIB
Surat pernyataan Saat Mengajukan SKTM di Gunungkidul KOMPAS.com/MARKUS YUWONO Surat pernyataan Saat Mengajukan SKTM di Gunungkidul

KOMPAS.com - Dinas Sosial Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, mengakui adanya surat pernyataan untuk dikutuk sesuai dengan agama warga yang mengajukan Surat Keterangan Tidak Mampu ( SKTM).

Alasan Dinsos Gunungkidul mencantumkan surat pernyataan itu adalah untuk melatih kejujuran warga.

Surat siap dikutuk itu berlaku bagi warga beragama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha hingga penganut kepercayaan.

Sementara itu, berdasar catatan Dinsos Gunungkidul, hingga saat ini telah ada 158 ribu pemegang KIS.

Berikut ini fakta lengkapnya:

1. Alasan Dinsos cantumkam surat pernyataan siap dikutuk

Kepala Dinas Sosial Gunungkidul Siwi Irianti  saat ditemui di kantornya Jumat (14/6/2019). KOMPAS.com/MARKUS YUWONO Kepala Dinas Sosial Gunungkidul Siwi Irianti saat ditemui di kantornya Jumat (14/6/2019).

Menurut Kepala Dinas Sosial Gunungkidul Siwi Irianti, pembuatan surat pernyataan tersebut untuk memastikan SKTM yang diajukan sesuai dengan kondisi di lapangan. Selain surat pernyataan, juga akan dilakukan screening.

"Bukan artian apa-apa, karena kita sudah 158 ribu (orang pemegang) KIS yang menggunakan APBD, jadi untuk menekan APBD (untuk KIS). Selain itu, adanya Perbub itu (nomor 98) untuk melatih kejujuran, tanggung jawab dan moril warga," katanya saat ditemui di kantornya Jumat (14/6/2019).

Surat pernyataan miskin dengan sumpah itu disediakan untuk warga beragama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha hingga penganut kepercayaan. Surat pernyataan tersebut mulai didistribusikan sejak tanggal 1 Maret 2019.

Baca juga: Pengajuan SKTM di Gunungkidul Berisi Pernyataan Siap Dikutuk Sesuai Agama yang Dianut

2. Sudah ada sosialisasi sebelum pendistribusian

Narmi (55) warga Ngadipiro Kidul 003/005, Rejosari, Semin,  Gunungkidul, Menunjukkan KIS yang Sudah Tidak Aktif Jumat (14/6/2019)KOMPAS.com/MARKUS YUWONO Narmi (55) warga Ngadipiro Kidul 003/005, Rejosari, Semin, Gunungkidul, Menunjukkan KIS yang Sudah Tidak Aktif Jumat (14/6/2019)

Sebelum dilakukan pendistribusian dengan berpedoman Peraturan Bupati Nomor 98 Tahun 2017 Tentang Strategi Penanggualangan Kemiskinan Daerah Kabupaten Gunungkidul Tahun 2017-2022 dalam pengeluaran Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM), pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada pemerintah desa.

Menurut dia, meski surat yang diterbitkan 1 Maret 2019 lalu, banyak masyarakat yang tak keberatan dengan isi surat tersebut.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X