Kompas.com - 13/06/2019, 18:17 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat ditemui di Gedung Pakuan, Jalan Cicendo, Kamis (13/6/2019). KOMPAS.com/DENDI RAMDHANIGubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat ditemui di Gedung Pakuan, Jalan Cicendo, Kamis (13/6/2019).


BANDUNG, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengimbau kepada warga Jabar agar tak mendatangi Mahkamah Konstitusi (MK) di Jakarta.

Hal itu dikatakan Ridwan jelang berlangsungya sidang sengketa Hasil Pilpres 2019, Jumat (14/6/2019) besok.

"Tadi saya rapat dengan Pak Kapolda. Jadi Pak Kapolda bersama Pangdam dan kita berkomitmen mari jaga kondusivitas. Jadi saya imbau sebaiknya tidak usah (ke Jakarta), kita monitor saja dari media bagaimana persidangan dilaksanakan," kata Emil, sapaan akrabnya, saat ditemui di Gedung Pakuan, Jalan Cicendo, Kamis (13/6/2019).

Baca juga: Ini Respons Wali Kota Bandung Ditegur Ridwan Kamil soal Kebakaran Pasar

Emil meminta semua pihak untuk menahan diri dan menyerahkan semua proses hukum kepada MK.

"Serahkan semua prosesnya ke MK. Karena MK ini institusi terhormat yang bisa memastikan hukum seadil-adilnya," ucapnya.

Menurut Emil, kehadiran massa dikhawatirkan memengaruhi kondusivitas di Jakarta. Ia menyarankan agar warga menyaksikan hasil persidangan lewat media.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ada atau tidak ada kehadiran massa kan tidak mempengaruhi persidangan. Tapi mempengaruhi kondusivitas kenyamanan keamanan Jakarta. Saya kira kita dari jauh menyaksikan apa yang terjadi di dalam dengan melihat dari televisi," ungkapnya.

Selain itu, kehadiran massa juga dikhawatirkan memicu kembali terjadinya gesekan seperti yang terjadi pada 22 Mei lalu.

Menurut dia, gerakan massa rentan disusupi oknum yang justru merusak niat baik warga yang ingin berunjuk rasa dengan damai.

"Waktu 22 Mei kan terbukti sekalinya ada konstelasi massa, ada penyusup-penyusup yang justru merusak nama baik niat mereka yang sebenarnya ingin unjuk rasa dengan damai. Tapi kan susah dibedakan dengan kondisi seperti ini dan panjang kan urusannya sekarang," ujar Emil.

Baca juga: Bertemu Dubes Belgia, Ridwan Kamil Tawarkan Bisnis Sapi

"Saya kira masyarakat harus lebih paham dan kondisinya kata saya tadi, MK Institusi terhormat beri waktu untuk menyelesaikan seadil-adilnya," jelasnya.

Imbauan serupa juga disuarakan Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudy Sufahriadi. Meski begitu, Rudy mengatakan pihak kepolisian tak akan melakukan penyekatan untuk mencegah warga Jabar yang ingin datang ke MK, Jakarta.

"Kalau sudah diimbau lebih bagus masyarakat menunggu penjelasan dari MK. MK akan memproses sesuai dengan aturan yang ada. Mudah-mudahan tidak ada masyarakat yang ke sana," kata Rudy.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Regional
Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Regional
Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Regional
Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Regional
Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Regional
Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X