5 Fakta Kerusuhan di Buton, Warga Trauma hingga 82 Terduga Pelaku Ditangkap

Kompas.com - 10/06/2019, 19:06 WIB
81 terduga pelaku pembakaran rumah di Desa Gunung Jaya, kabupaten Buton, Sultra ditangkap tim gabungan TNI /Polri, Sabtu (8/6/2019). Dok. Humas Polda Sultra81 terduga pelaku pembakaran rumah di Desa Gunung Jaya, kabupaten Buton, Sultra ditangkap tim gabungan TNI /Polri, Sabtu (8/6/2019).

KOMPAS.com - Pasca-kerusuhan di Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, warga Desa Gunung Jaya mulai kembali ke rumah mereka.

Meskipun masih mengalami trauma, warga sudah mulai membersihkan rumahnya. Sebagian warga mencoba menyelamatkan barang-barang berharga, antara lain perhiasan atau uang.

Sementara itu, sebanyak 82 terduga pelaku kerusuhan di dua desa di Kabupaten Buton, telah tiba di Mapolda Sulawesi Tenggara (Sultra), Sabtu (8/6/2019) sekitar pukul 21.30 Wita.


Para pelaku langsung diperiksa secara intensif oleh tim penyidik Polda Sulawesi Tenggara.

Baca fakta lengkapnya berikut ini:

1. Warga mulai kembali ke rumah masing-masing

Seorang warga berada di bangkai dua unit sepeda motornya yang terbakar di dalam rumahnya pasca-keributan antar pemuda di Desa Gunung Jaya, Buton, Sulawesi Tenggara, Kamis (6/6/2019).  Pihak kepolisian belum mengetahui jumlah kendaraan yang terbakar pasca-kejadian pembakaran 87 unit rumah di Desa Gunung Jaya sementara Pemerintah Kabupaten Buton juga belum merinci jumlah kerugian materiil akibat kejadian tersebut.ANTARA FOTO/JOJON Seorang warga berada di bangkai dua unit sepeda motornya yang terbakar di dalam rumahnya pasca-keributan antar pemuda di Desa Gunung Jaya, Buton, Sulawesi Tenggara, Kamis (6/6/2019). Pihak kepolisian belum mengetahui jumlah kendaraan yang terbakar pasca-kejadian pembakaran 87 unit rumah di Desa Gunung Jaya sementara Pemerintah Kabupaten Buton juga belum merinci jumlah kerugian materiil akibat kejadian tersebut.
Setelah melihat situasi telah kondusif, warga di perbatasan Desa Gunung Jaya dan Desa Sampuabalo mulai kembali ke rumah mereka.

“Masyarakat sudah kembali ke rumahnya masing-masing untuk membersihkan puing-puing rumahnya. Mungkin masih ada barang-barang yang tersisa, baik itu hiasan-hiasannya atau uang recehan yang masih tertinggal sehingga mereka berkegiatan membersihkan puing-puing rumahnya masing-masing,” kata Kepala Desa Gunung Jaya, La Rusli, kepada Kompas.com, Minggu (9/6/2019).

Berdasarkan pengamatan di lapangan, sebagian warga sudah mulai membersihkan puing-puing rumahnya dan mencari barang yang masih bisa diselamatkan.

Beberapa anggota TNI Polri terlihat sudah mulai membantu membersihkan puing-puing rumah warga yang terbakar.

Baca juga: Situasi Kondusif di Buton, Warga Desa Gunung Jaya Kembali ke Rumahnya

 

2. Polisi amankan 82 pelaku kerusuhan

82 terduga pelaku kerusuhan di Buton tiba di Mapolda Sultra KOMPAS.com/Kiki Andi Pati 82 terduga pelaku kerusuhan di Buton tiba di Mapolda Sultra

Sebanyak 82 terduga pelaku kerusuhan di dua desa di Kabupaten Buton, tiba di Mapolda Sulawesi Tenggara (Sultra), Sabtu (8/6/2019) sekitar pukul 21.30 Wita.

Penangkapan 82 terduga pelaku pembakaran puluhan rumah warga Desa Gunung Jaya itu merupakan kerja sama antara TNI dan Polri.

Setelah tertangkap, para terduga pelaku diangkut dengan menggunakan tiga mobil Dalmas menuju pelabuhan Labuan Buton Utara dengan pengawalan ketat petugas Brimob Polda Sultra bersenjata lengkap.

"Akan kami periksa secara maraton. Kami tentukan status hukumnya malam ini juga," kata Kapolda Sultra Brigjen Pol Iriyanto, Sabtu malam.

Baca juga: Tiba di Mapolda Sultra, 82 Terduga Pelaku Kerusuhan di Buton Langsung Diperiksa

 

3. Ratusan senjata tajam diamankan

Kepulan asap hitam dari puluhan rumah yang dibakar di Desa Gunung Jaya usai terjadi keributan antar pemuda di perbatasan antara Desa Gunung Jaya  dan Desa Sampuabalo, Buton, Sulawesi Tenggara, Rabu (5/6/2019). Sebanyak 87 unit rumah dibakar setelah keributan antar pemuda dari dua desa berbeda di wilayah tersebut pada hari Rabu 5 Juni 2019 sekitar pukul 14.30 Wita, dan akibat  kejadian tersebut ratusan warga terpaksa mengungsi di Desa Laburunci, Buton.ANTARA FOTO/JOJON Kepulan asap hitam dari puluhan rumah yang dibakar di Desa Gunung Jaya usai terjadi keributan antar pemuda di perbatasan antara Desa Gunung Jaya dan Desa Sampuabalo, Buton, Sulawesi Tenggara, Rabu (5/6/2019). Sebanyak 87 unit rumah dibakar setelah keributan antar pemuda dari dua desa berbeda di wilayah tersebut pada hari Rabu 5 Juni 2019 sekitar pukul 14.30 Wita, dan akibat kejadian tersebut ratusan warga terpaksa mengungsi di Desa Laburunci, Buton.
Selain mengamankan pelaku, polisi juga menyita ratusan barang bukti berupa senjata tajam berbagai jenis seperti busur, tombak, parang, badik, pisau dapur dan senjata tajam lain.

Tampak juga beberapa buah tameng yang sudah dirakit sendiri, kemudian ada belasan botol minuman keras jenis bir juga ikut disita.

Baca juga: Polisi Akan Tindak Tegas Pelaku Pembakaran 87 Rumah di Buton jika Tak Serahkan Diri

 

4. Ribuan personel keamanan dikerahkan di Buton

Kapolda Sulawesi Tenggara, Brigjend Pol Iriyanto meminta agar pelaku pembakaran 87 rumah warga desa Gunung Jaya agar menyerahkan diri kepada pihak yang berwajib. Bila tidak menyerahkan diri,  polisi akan segera mengambil tindakan tegas terhadap pelaku pembakaran rumah warga  di  kecamatan Siotapina, Kabupaten Buton. KOMPAS.com/DEFRIATNO NEKE Kapolda Sulawesi Tenggara, Brigjend Pol Iriyanto meminta agar pelaku pembakaran 87 rumah warga desa Gunung Jaya agar menyerahkan diri kepada pihak yang berwajib. Bila tidak menyerahkan diri, polisi akan segera mengambil tindakan tegas terhadap pelaku pembakaran rumah warga di kecamatan Siotapina, Kabupaten Buton.

Akibat kerusuhan antar-warga Desa Gunung Jaya dan Sampuabalo, tercatat 1.062 orang dari Desa Gunung Jaya mengungsi di desa-desa terdekat di wilayah Kecamatan Pasarwajo.

Saat itu, Polda Sultra mengerahkan 317 personel kepolisian untuk mengamankan lokasi kerusuhan dan 100 orang anggota TNI dari satuan Raider 700 Kodam XIV/Hasanuddin Makassar juga diturunkan ke lokasi kejadian.

Keberadaan petugas keamanan tersebut membuat warga merasa tenang. Warga pun berharap kerusuhan tak terulang lagi.

“Datangnya petugas keamanan TNI Polri, kami sangat apreasiasi sehingga kami tidak merasa ketakutan. Diharapkan masyarakat ini, selamanya harus kondusif,” ujar La Rusli, Kepala Desa Gunung Jaya.

Baca juga: Gubernur Sultra: Situasi di Buton Berangsur Membaik

 

5. Warga masih alami trauma

Ilustrasi trauma dan kesedihanlolostock Ilustrasi trauma dan kesedihan

La Denasi, warga Gunung Jaya, mengaku sudah kembali ke rumahnya untuk membersihkan rumahnya yang sempat ditinggalkan pada waktu peristiwa kerusuhan itu terjadi.

“Sekarang sudah kembali ke rumah, namun kami hanya bersihkan rumah setelah itu kembali lagi ke posko pengungsian, karena kalau di sini, kami masih takut-takut juga, dan masih trauma,” ucap La Denasi.

Baca juga: 5 Fakta Kerusuhan di Buton, Pasukan Raider Dikerahkan hingga 87 Rumah yang Dibakar Kembali Dibangun

 

Sumber: KOMPAS.com (Michael Hangga Wismabrata, Defriatno Neke, Kiki Andi Pati)

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fakta di Balik Nenek Paulina Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot hingga Dapat Uang Rp 10 Juta dari Presiden Jokowi

Fakta di Balik Nenek Paulina Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot hingga Dapat Uang Rp 10 Juta dari Presiden Jokowi

Regional
Bentrok di Universitas Negeri Makassar, 2 Mahasiswa Kena Tikam

Bentrok di Universitas Negeri Makassar, 2 Mahasiswa Kena Tikam

Regional
Angin Kencang Menerjang Puncak Bogor, 300 Penduduk Desa Diungsikan ke Masjid.

Angin Kencang Menerjang Puncak Bogor, 300 Penduduk Desa Diungsikan ke Masjid.

Regional
Peringati Hari Santri, Khofifah Minta Warga Jatim Mengheningkan Cipta

Peringati Hari Santri, Khofifah Minta Warga Jatim Mengheningkan Cipta

Regional
Mulai 2020, Disparbud Jabar Akan Jadikan Situs Purbakala Wisata Sejarah

Mulai 2020, Disparbud Jabar Akan Jadikan Situs Purbakala Wisata Sejarah

Regional
Ancam Akan Bunuh, Ayah Cabuli Putri Kandung Usia 14 Tahun

Ancam Akan Bunuh, Ayah Cabuli Putri Kandung Usia 14 Tahun

Regional
Kunjungi Pengungsi Angin Kencang, Khofifah Minta Sekolah Darurat Didirikan

Kunjungi Pengungsi Angin Kencang, Khofifah Minta Sekolah Darurat Didirikan

Regional
Sambut Hari Santri, Sivitas Akademika IAIN Jember 3 Hari Pakai Sarung

Sambut Hari Santri, Sivitas Akademika IAIN Jember 3 Hari Pakai Sarung

Regional
Miliki 4 Senjata Api, Katapel, dan Senjata Tajam, Pria di Pontianak Ditangkap

Miliki 4 Senjata Api, Katapel, dan Senjata Tajam, Pria di Pontianak Ditangkap

Regional
Status Normal, Pengelola TWA Tangkuban Parahu Langsung Buka Loket Kunjungan

Status Normal, Pengelola TWA Tangkuban Parahu Langsung Buka Loket Kunjungan

Regional
Polisi Tangkap Dua Lagi Pelaku Penculikan dan Pembunuhan Sales Mobil

Polisi Tangkap Dua Lagi Pelaku Penculikan dan Pembunuhan Sales Mobil

Regional
60 Hektar Kawasan Hutan Gunung Anjasmoro Jombang Terbakar

60 Hektar Kawasan Hutan Gunung Anjasmoro Jombang Terbakar

Regional
Angin Kencang, Sebagian Akses Wisata Dataran Tinggi Dieng Tertutup

Angin Kencang, Sebagian Akses Wisata Dataran Tinggi Dieng Tertutup

Regional
Soal Ibu Kota, Bappenas Pastikan Itu Lahan Negara, Bukan Kesultanan

Soal Ibu Kota, Bappenas Pastikan Itu Lahan Negara, Bukan Kesultanan

Regional
Hendak ke Yogya, Polisi Pulangkan Suporter Persis Kembali ke Solo

Hendak ke Yogya, Polisi Pulangkan Suporter Persis Kembali ke Solo

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X