Tradisi Bibibi, Saat 30 Bocah Kepung 40 Rumah Warga untuk Dapatkan Selembar Uang

Kompas.com - 02/06/2019, 10:37 WIB
Tradisi bibibi mempererat tali silaturahmi dan membahagiakan anak kecil. KOMPAS.com/A. FaisolTradisi bibibi mempererat tali silaturahmi dan membahagiakan anak kecil.

PROBOLINGGO, KOMPAS.com - Warga Desa Kebonagung, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur mempunyai tradisi unik pada tiap tanggal 27 Ramadhan. Tak terkecuali pada 27 Ramadhan 1440 Hijriyah tahun ini.

Tradisi unik itu bernama bibibi, yaitu sekumpulan anak kecil yang mendatangi tiap rumah warga untuk mengambil sedekah. Mereka mengepung dan meminta uang dengan wajah riang dan cekikian

Sabtu (1/6/2019), bibibi mulai sejak usai sholat Dzuhur. Awalnya anak-anak berkumpul di sebuah gang untuk menyatukan barisan. Sekitar 30 anak mulai usia 3 sampai 12 tahun lalu berjalan mengelilingi sekitar 40 rumah dalam satu RT.

Baca juga: 7 Tradisi Lebaran yang Unik dari Berbagai Belahan Dunia..

Anak kecil mengetuk rumah warga. Warga pun tersenyum dan langsung membagikan uang pecahan Rp 2.000-5.000 pada tiap anak.

Anak kecil yang menerima bibibi tersebut menyambut uang kertas dengan gembira dan ramai.

Raut wajah sumringah dan senang tiada tara terlihat di wajah mereka saat mengikuti tradisi bibibi bersama-sama. Terik matahari tak menghentikan langkah mereka merawat tradisi bibibi.

Erfin (24), warga desa setempat mengatakan, tradisi bibibi tersebut sudah berlangsung puluhan tahun di desanya, dan selalu digelar pada tiap tanggal 27 Ramadhan.

"Disebut tradisi bibibi karena dulu anak kecil memanggil bibi kepada wanita yang dimintai uang. Uang bibibi yang menyerahkan adalah ibu-ibu rumah tangga, sehingga tradisi bibibi, anak kecil yang memanggil bibi kepada ibu-ibu rumah tangga untuk minta uang," katanya.

Baca juga: Ada Ikan Bandeng Seberat 7,8 Kg di Tradisi Jelang Lebaran Kota Gresik

Erfin menambahkan, warga bersedekah kepada anak-anak kecil untuk menyenangkan hati anak-anak tersebut lewat bibibi. Anak-anak juga gembira menerimanya. Karena namanya anak-anak pasti senang mendapat uang.

Oktavia (33), warga yang rumahnya juga didatangi anak-anak tersebut menjelaskan bahwa nilai uang yang diberikan kepada anak tersebut tidak seberapa. Namun, rasa bahagia dan keceriaan anak-anak di bulan Ramadhan itu juga membuatnya merasakan kebahagiaan. 

"Kita juga merasa senang dapat berbagi, bentuk syukur kepada Allah. Semua warga sepakat dan tidak menolak bibibi. Bibibi juga menjadi pesan moral agar kita saling menjaga anak tetangga. Anak kita kan mainnya ke tetangga sehingga orangtua tidak bisa memantau terus-menerus, maka tetanggalah yang ikut menjaga," tegasnya.

Hana (4) meraup Rp 60.000 saat mengikuti bibibi yang berlangsung 2,5 jam. Uang itu ingin dia belikan jajanan. 

"Uangnya buat beli sosis, wafer, permen, dan kembang api," kata Hana lugu.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Regional
Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Regional
Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Regional
Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Regional
Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Regional
Diluncurkan, Program SMK Membangun Desa di Jabar Gandeng 27 Desa

Diluncurkan, Program SMK Membangun Desa di Jabar Gandeng 27 Desa

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X