4 Fakta Video Viral Bripka Herman, Cerita Sedih Ditinggal Ayah Ikut Aksi 22 Mei hingga Mimpi Terwujud

Kompas.com - 25/05/2019, 17:06 WIB
Bripka Herman Hadi Basuki (paling kiri), Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan Kapolres Purworejo AKBP Indra Kurniawan Mangunsong, Kamis (23/5/2019). Dok Humas Pemprov JatengBripka Herman Hadi Basuki (paling kiri), Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan Kapolres Purworejo AKBP Indra Kurniawan Mangunsong, Kamis (23/5/2019).

KOMPAS.com - Bripka Herman Hadi Basuki, operator PLD Sub Bagian Humas Polres Purworejo, Jawa Tengah, tak menyangka video karyanya akan menjadi viral di media sosial.

Bahkan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, turut mengapresiasi video karyanya tersebut.

Dalam video yang diunggah di akun instagram miliknya, @herman_hadi_basuki, Herman juga mengunggah beberapa video menarik lainnya yang berkaitan tentang profesinya sebagai polisi.


Berikut ini fakta lengkapnya:

1. Ide cerita bocah yang sedih saat ayahnya ikut aksi 22 Mei

Bripka Herman Hadi Basuki (kiri) anggota Polres Purworejo saat bertemu Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di Purworejo, Kamis (23/5/2019).Dok Humas Pemprov Jateng Bripka Herman Hadi Basuki (kiri) anggota Polres Purworejo saat bertemu Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di Purworejo, Kamis (23/5/2019).

Dalam video itu, Herman menggambarkan ada seorang bocah bocah laki-laki yang menggembala kambing di pinggir sawah.

Bocah itu tampak murung karena ditinggal ayahnya pergi ke Jakarta. Sementara sang Ibu sedang berbaring sakit di rumah.

Lalu datanglah seorang anggota polisi menghibur sang bocah dan akhirnya berhasil membujuk ayah bocah itu untuk tidak berangkat ke Jakarta.

Meskipun dialog menggunakan bahasa Jawa, tapi cerita video berdurasi sekitar 3 menit itu dinilai inspiratif dan menyejukkan di tengah gentingnya aksi menolak hasil Pemilu 2019, 22 Mei 2019 lalu.

"Ramainya akan ada aksi itu langsung timbul gagasan itu. Aksi 22 Mei hanya menganggu perekonomian, apalagi berbarengan dengan pengumuman hasil Pilpres. Saya langsung coba ngarang cerita di rumah. Saya buat skrip, malam saya tulis, siangnya saya kerjakan dan perankan sendiri, " ungkap Herman saat dihubungi melalui telepon, Kamis (23/5/2019).

Baca juga: Cerita Bripka Herman, Sosok Polisi dalam Video Viral Pencegahan Aksi 22 Mei

 

2. Jadi viral di media sosial

Ilustrasi media sosialTHINKSTOCKS/NICO ELNINO Ilustrasi media sosial

Video tentang aksi Bripka Herman mengajak masyarakat untuk tidak datang aksi 22 Mei beberapa waktu lalu diunggah pada hari Minggu (19/5/2019).

Video tersebut juga telah ditonton sebanyak 15,8 ribu kali dan dikomentari 726 orang.

Menurut Herman, tidak butuh lama untuk syuting, editing sampai menjadi video utuh. Ia mengerjakan video tersebut dengan rekan sesama staf humas Polres Purworejo.

Saat syuting, ia cukup kesulitan mencari beberapa pemeran tambahan. Beruntung, anak tetangganya bersedia memerankan bocah penggembala kambing.

"Tentu senang karya saya bisa diterima. Kalau lagi bertugas banyak yang menyapa dan saya merasa dicintai masyarakat," tutur Herman.

Baca juga: Suasana Panas Jelang 22 Mei, Ganjar dan Ridwan Kamil Sepakat Beri Pesan Damai di Medsos

 

3. Dikenal polisi yang suka membuat video kreatif

Ilustrasi merekam video.Ist Ilustrasi merekam video.

Kapolres Purworejo AKBP Indra Kurniawan Mangunsong, mengatakan video karya Bripka Herman sesuai dengan instruksi Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah, tentang imbauan kepada masyarakat untuk tidak berangkat ke Jakarta mengikuti aksi people power.

Imbauan bisa melalui Bhabinkamtibmas dan silaturahmi langsung ke masyarakat serta kegiatan lainnya.

"Nah, Herman saya panggil. Lalu saya minta bikin video konsepnya tentang imbauan tersebut. Herman ini memang sudah bikin video kreatif sejak pengamanan Pemilu lalu. Biasanya video berdurasi 1 menit, tapi khusus imbauan tidak ikut aksi 22 Mei durasi segitu kurang mengena. Kita tambah jadi sekitar 3 menit," papar Indra.

Baca juga: Viral Anggota Brimob yang Dikira Impor dari China, Ini Klarifikasi Polda Sulut

 

4. Akhirnya bertemu sang idola

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memberikan pernyataan terkait kerusuhan 21-22 Mei di DKI Jakarta.Dok. Humas Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memberikan pernyataan terkait kerusuhan 21-22 Mei di DKI Jakarta.

Video pertemuan Bripka Herman dengan Gubernur Jawa Tenga Ganjar Pranowo juga menyita perhatian warganet,

Video tersebut diunggah di akun instagram pribadi Bripka Herman, yakni @herman_hadi_basuki pada hari Kamis (24/5/2019) dengan judul Bertemu Idola.

Dalam caption-nya, Bripka Herman menulis seperti ini, "Kanggo dulur2 paran sing arep mudik, Eling Pesenne pak Gubernur Idola @ganjar_pranowo" (Untuk saudara-saudara perantau yang mau mudik, ingat pesan Pak Gubernur idola Ganjar Pranowo).

Dalam video yang berdurasi satu menit itu, Bripka Herman yang lebih dikenal dengan panggilan Pak Bhabin (Bhabinkamtibmas) mengenakan helm khasnya dan sedang berdialog dengan Ganjar.

Dengan gaya kocak, Bripka Herman bertanya apakah Ganjar sedang berpuasa atau tidak. Pertanyaan tersebut juga dijawab dengan bercanda oleh Ganjar yang menggunakan batik berwarna coklat.

"Yo puoso. Rumungsomu arep mbok ajak madyang opo piye, (Ya puasa. Menurutmu mau diajak makan gimana)", kata Ganjar sambil tertawa.

Baca juga: Mimpi Bripka Herman, Si Polisi Viral Aksi 22 Mei, Akhirnya Terwujud

Sumber: KOMPAS.com (Ika Fitriana)

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bupati Talaud Terpilih Tunggu Keputusan Kemendagri: Hasil Pertemuan Harus Dilantik

Bupati Talaud Terpilih Tunggu Keputusan Kemendagri: Hasil Pertemuan Harus Dilantik

Regional
Cerita Pasutri Yanto dan Riska Bayar Persalinan Pakai Koin: Hasil Nabung Selama 9 Bulan

Cerita Pasutri Yanto dan Riska Bayar Persalinan Pakai Koin: Hasil Nabung Selama 9 Bulan

Regional
Partai Golkar Sumut Gelar Fit and Proper Test Calon Kepala Daerah

Partai Golkar Sumut Gelar Fit and Proper Test Calon Kepala Daerah

Regional
Dosen UGM Ciptakan Lidah Elektronik untuk Deteksi Makanan Halal

Dosen UGM Ciptakan Lidah Elektronik untuk Deteksi Makanan Halal

Regional
Rawan Bencana, BPBD Cianjur Siagakan 1.800 Retana di 32 Kecamatan

Rawan Bencana, BPBD Cianjur Siagakan 1.800 Retana di 32 Kecamatan

Regional
Cerita Buruh Tani yang Rela Keluarkan Rp 2 Juta untuk Ikut Kirab Keraton Agung Sejagat

Cerita Buruh Tani yang Rela Keluarkan Rp 2 Juta untuk Ikut Kirab Keraton Agung Sejagat

Regional
Cerita Riska Nekat Bayar Biaya Persalinan Rp 1 Juta Pakai Koin: Saya Sempat Was-was...

Cerita Riska Nekat Bayar Biaya Persalinan Rp 1 Juta Pakai Koin: Saya Sempat Was-was...

Regional
Puskesmas Kembalikan Uang Koin Biaya Persalinan Pasutri Riska dan Yanto, Ini Alasannya

Puskesmas Kembalikan Uang Koin Biaya Persalinan Pasutri Riska dan Yanto, Ini Alasannya

Regional
Bakar Lahan untuk Usir Monyet, Seorang Kakek di Pekanbaru Ditangkap

Bakar Lahan untuk Usir Monyet, Seorang Kakek di Pekanbaru Ditangkap

Regional
Resmikan Masjid, Gubernur Edy: Kita Namakan Masjid Gubsu Biar Adil...

Resmikan Masjid, Gubernur Edy: Kita Namakan Masjid Gubsu Biar Adil...

Regional
Soal Sunda Empire, Dedi Mulyadi: Penyakit Sosial Lama dan Akut

Soal Sunda Empire, Dedi Mulyadi: Penyakit Sosial Lama dan Akut

Regional
Kronologi Penemuan 3 Hektar Lahan Ganja di Lereng Gunung Dempo: Polisi Jalan Kaki 4 Jam

Kronologi Penemuan 3 Hektar Lahan Ganja di Lereng Gunung Dempo: Polisi Jalan Kaki 4 Jam

Regional
103 Rumah di Pulau Ambo, Sulawesi Barat, Terancam Tenggelam akibat Abrasi

103 Rumah di Pulau Ambo, Sulawesi Barat, Terancam Tenggelam akibat Abrasi

Regional
Ternak Babi di Sumut Tidak Akan Dimusnahkan Sebab ASF Beda dengan Flu Burung

Ternak Babi di Sumut Tidak Akan Dimusnahkan Sebab ASF Beda dengan Flu Burung

Regional
Muncul Gerakan 'Save Babi', Pemprov Sumut: Ternak Babi Tak Akan Dimusnahkan Walau Ada Virus ASF

Muncul Gerakan "Save Babi", Pemprov Sumut: Ternak Babi Tak Akan Dimusnahkan Walau Ada Virus ASF

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X