Mimpi Bripka Herman, Si Polisi Viral Aksi 22 Mei, Akhirnya Terwujud

Kompas.com - 24/05/2019, 16:31 WIB
Bripka Herman Hadi Basuki (kiri) anggota Polres Purworejo saat bertemu Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di Purworejo, Kamis (23/5/2019). Dok Humas Pemprov Jateng Bripka Herman Hadi Basuki (kiri) anggota Polres Purworejo saat bertemu Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di Purworejo, Kamis (23/5/2019).

PURWOREJO, KOMPAS.com - Bripka Herman Hadi Basuki, operator PLD Sub Bagian Humas Polres Purworejo, Jawa Tengah, sosok yang ada di balik video viral pencegahan aksi 22 Mei akhirnya bertemu dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Video pertemuan Bripka Herman diunggah di akun instagram pribadi Bripka Herman, yakni @herman_hadi_basuki pada Kamis (24/5/2019) dengan judul Bertemu Idola.

Bripka Herman juga menulis caption "Kanggo dulur2 paran sing arep mudik, Eling Pesenne pak Gubernur Idola @ganjar_pranowo" (Untuk saudara-saudara perantau yang mau mudik, ingat pesan Pak Gubernur idola Ganjar Pranowo).

Baca juga: Cerita Bripka Herman, Sosok Polisi dalam Video Viral Pencegahan Aksi 22 Mei

Dalam video yang berdurasi satu menit itu, Bripka Herman yang lebih dikenal dengan panggilan Pak Bhabin (Bhabinkamtibmas) mengenakan helm khasnya dan sedang berdialog dengan Ganjar. Dengan gaya kocak, Bripka Herman bertanya apakah Ganjar sedang berpuasa atau tidak.

Pertanyaan tersebut juga dijawab dengan bercanda oleh Ganjar yang menggunakan batik berwarna coklat.

"Yo puoso. Rumungsomu arep mbok ajak madyang opo piye, (Ya puasa. Menurutmu mau diajak makan gimana)", kata Ganjar sambil tertawa.

Baca juga: Viral Anggota Brimob yang Dikira Impor dari China, Ini Klarifikasi Polda Sulut

Bripka Herman juga sempat bertanya apakah ada pesan dari Ganjar untuk para pengikutnya di media sosial. Orang nomor satu di Jawa Tengah itu pun berpesan agar pemudik tidak naik sepeda motor, tetapi lebih baik naik kendaraan umum.

"Masyarakat yang mau Lebaran, jangan naik sepeda motor. Sampeyan bisa naik kapal laut, sepeda motor ditumpakne kapal laut. Itu dari Pak Menteri Perhubungan. Numpak sepur. Ada tiga rangkaian dari provinsi. Ada ratusan bus yang nanti insya Allah tanggal 1 kita lepas," pesannya.

"Nek kepekso numpak motor ojo lali nggawe helm (Kalau terpaksa naik motor jangan lupa pakai helm). Tertib lalu lintas. Ada Pak kapolres lho," sambungnya sambil menunjuk Kapolres Purworejo AKBP Indra Kurniawan Mangunsong yang berdiri di sebelahnya.

Baca juga: Kronologi Penyekapan Istri Ketua KPU Cianjur

Setelah diunggah selama 24 jam, video tersebut telah ditonton sebanyak 30,3 ribu kali dan dikomentari oleh 239 orang. Sementara di akun twitter pribadinya, Ganjar Pranowo juga sempat meretweet foto dan vlog kebersamaannya dengan Bripka Herman di Purworejo.

Saat dihubungi Kompas.com, Herman mengaku senang akhirnya bisa bertemu gubernur idolanya, Kamis (23/5/2019) kemarin. Kebetulan saat itu Ganjar sedang berkunjung ke Purworejo untuk roadshow pengecekan kesiapan Lebaran 1440H/2019.

"Iya senang bisa ketemu, sebelumnya saya dikasih tahu Pak Kapolres kalau Pak Ganjar mau ketemu saya. Terus ketemunya juga sama Pak Kapolres," ungkapnya.

 

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

Kanggo dulur2 paran sing atep mudik, Eling Pesenne pak Gubernur Idola @ganjar_pranowo . . @hms_poldajateng @indra_k._mangunsong @polisi_indonesia

A post shared by Herman Hadi Basuki (@herman_hadi_basuki) on May 23, 2019 at 12:00am PDT

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pembubaran Upacara Piodalan, Bupati Bantul: Semua Agama Statusnya Sama, Tidak Ada Beda-beda

Pembubaran Upacara Piodalan, Bupati Bantul: Semua Agama Statusnya Sama, Tidak Ada Beda-beda

Regional
Kronologi Korupsi Monumen Bahasa Pulau Penyengat Senilai Rp 2,2 M

Kronologi Korupsi Monumen Bahasa Pulau Penyengat Senilai Rp 2,2 M

Regional
Lokasi Pemusnahan Bom di Hamparan Perak Dikerumuni Warga

Lokasi Pemusnahan Bom di Hamparan Perak Dikerumuni Warga

Regional
Bangkai Babi dari Sumut Lintasi Sungai Aceh, Warga Resah dan Takut Makan Ikan

Bangkai Babi dari Sumut Lintasi Sungai Aceh, Warga Resah dan Takut Makan Ikan

Regional
Kadus: Lokasi Penemuan Yoni di Situs Candi Bowo Pernah Jadi Permukiman, Ditinggal Warga Sejak 1952

Kadus: Lokasi Penemuan Yoni di Situs Candi Bowo Pernah Jadi Permukiman, Ditinggal Warga Sejak 1952

Regional
Proyek Penyulingan Air Laut Rp 14 M Tak Berfungsi, Warga Pulau Ende Minum Air Asin

Proyek Penyulingan Air Laut Rp 14 M Tak Berfungsi, Warga Pulau Ende Minum Air Asin

Regional
Wisuda di Usia 85 Tahun, Kakek La Oede Jadi Sarjana Sastra Indonesia...

Wisuda di Usia 85 Tahun, Kakek La Oede Jadi Sarjana Sastra Indonesia...

Regional
Truk Roda 10 Disinyalir Jadi Penyebab Kelangkaan Solar di Sumbar

Truk Roda 10 Disinyalir Jadi Penyebab Kelangkaan Solar di Sumbar

Regional
[POPULER NUSANTARA] Polisi Tangkap Pelaku Pelempar Sperma di Tasikmalaya | Kakek Diwisuda pada Usia 85 Tahun

[POPULER NUSANTARA] Polisi Tangkap Pelaku Pelempar Sperma di Tasikmalaya | Kakek Diwisuda pada Usia 85 Tahun

Regional
Teror Harimau Hantui Warga Sumsel, Apa Penyebabnya?

Teror Harimau Hantui Warga Sumsel, Apa Penyebabnya?

Regional
Aktivis Antikorupsi di Aceh Tengah Hilang 10 Hari, Motor Ditemukan di Warnet

Aktivis Antikorupsi di Aceh Tengah Hilang 10 Hari, Motor Ditemukan di Warnet

Regional
5 Fakta Pelemparan Sperma di Tasikmalaya, Viral di Media Sosial hingga Pelaku Melawan Saat Ditangkap

5 Fakta Pelemparan Sperma di Tasikmalaya, Viral di Media Sosial hingga Pelaku Melawan Saat Ditangkap

Regional
Fakta Lengkap Teror Pelemparan Sperma di Tasikmalaya, Viral di Medsos hingga Pelaku Ditangkap

Fakta Lengkap Teror Pelemparan Sperma di Tasikmalaya, Viral di Medsos hingga Pelaku Ditangkap

Regional
Ditjen Perkeretaapian: Longsor di Proyek Double Track Diduga Karena Faktor Alam, Pekerjaan Sementara Dihentikan

Ditjen Perkeretaapian: Longsor di Proyek Double Track Diduga Karena Faktor Alam, Pekerjaan Sementara Dihentikan

Regional
Sepekan Terakhir Selalu Diserang OTK, Perkuliahan di Kampus UMI Tetap Berjalan

Sepekan Terakhir Selalu Diserang OTK, Perkuliahan di Kampus UMI Tetap Berjalan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X