7 Fakta Sapi Terjangkit Antraks, Pertama Kali di Gunungkidul hingga Cara Penularan ke Manusia

Kompas.com - 23/05/2019, 16:37 WIB
Ilustrasi sapi. THINKSTOCKPHOTOSIlustrasi sapi.

KOMPAS.com - Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul menyatakan lima ekor sapi yang mati mendadak di Desa Bejiharjo, positif terjangkit antraks.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul Bambang Wisnu Broto dan jajarannya segera melakukan antisipasi penyebaran virus tersebut dengan memeriksa tiga warga .

Diduga ketiga warga tersebuut bersentuhan dengan sapi yang positif antraks.

Berikut ini fakta lengkapnya:

1. Berawal dari laporan 5 ekor sapi mati mendadak

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto (Kiri) dan  Kasi Keswan dan Kesmavet, Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul drh Retno WidyastutiKOMPAS.com/MARKUS YUWONO Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto (Kiri) dan Kasi Keswan dan Kesmavet, Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul drh Retno Widyastuti

Bambang Wisnu Broto menyampaikan, pihaknya mendapatkan laporan mengenai adanya sapi yang mati mendadak di wilayah Dusun Grogol IV, Desa Bejiharjo, pada Rabu (8/5/2019).

Pihaknya langsung melakukan pengecekan di lokasi dan mengambil sampel tanah. Lalu sampelnya di kirim ke Balai Besar Veteriner (BBVET) Wates Yogyakarta.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kami kirim ke laboratorium balai veteriner ternyata postif spora antraks," katanya saat ditemui di kantornya Rabu (22/5/2019).

Baca Juga: Lima Sapi di Gunungkidul Positif Antraks

2. Langkah antisipasi agar antraks tak menyebar

Petugas Kesehatan hewan Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan melakukan pemusnahan sapi yang positif mengidap antraks Petugas Kesehatan hewan Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan melakukan pemusnahan sapi yang positif mengidap antraks
Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul juga langsung melakukan langkah antisipasi bersama dengan bupati dan Kementerian Pertanian.

Pihak Kementan sudah mengirim 2.500 dosis dalam 48 botol vaksin yang sudah disuntikkan kepada 90 sapi dan 249 kambing.

Selain itu, pihaknya juga terus melakukan pemantauan terhadap hewan ternak yang tidak jauh dari lokasi.

"Tidak usah panik dan tenang saja. kami kemarin sudah melakukan antisipasi," katanya.

Baca Juga: Antisipasi Antraks di Gunungkidul Yogyakarta, Tiga Warga Diperiksa

3. Kondisi lima ekor sapi yang terjangkit antraks

Ilustrasi sapiKOMPAS.COM/Anggita Muslimah Ilustrasi sapi

Kasi Keswan dan Kesmavet, Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul drh Retno Widyastuti mengatakan, dari 5 hewan yang terjangkit antraks, diketahui 3 ekor hampir mati dan disembelih. Dua ekor lainnya lemas dan dikirim ke jagal hewan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ikuti Rakor Virtual Kampanye 3M, Ridwan Kamil Usulkan Tiga Hal ke Pemerintah Pusat

Ikuti Rakor Virtual Kampanye 3M, Ridwan Kamil Usulkan Tiga Hal ke Pemerintah Pusat

Regional
BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

Regional
Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Regional
Percepat Pemulihan DAS Citarum, Jabar Gandeng Monash University

Percepat Pemulihan DAS Citarum, Jabar Gandeng Monash University

Regional
Kepada Wapres, Ridwan Kamil: Berita Baik, BOR Jabar Turun Terus

Kepada Wapres, Ridwan Kamil: Berita Baik, BOR Jabar Turun Terus

Regional
Percepat Herd Immunity, Pemkot Semarang Lakukan Vaksinasi Keliling

Percepat Herd Immunity, Pemkot Semarang Lakukan Vaksinasi Keliling

Regional
Dibantu Dompet Dhuafa, Para Guru Ngaji di Lampung Bisa Berkurban

Dibantu Dompet Dhuafa, Para Guru Ngaji di Lampung Bisa Berkurban

Regional
Dinilai Efektif, Kebijakan Ridwan Kamil Atasi Covid-19 Disorot Media Australia

Dinilai Efektif, Kebijakan Ridwan Kamil Atasi Covid-19 Disorot Media Australia

Regional
Walkot Madiun Prioritaskan Pembagian Daging Kurban untuk Warga Isoman

Walkot Madiun Prioritaskan Pembagian Daging Kurban untuk Warga Isoman

Regional
Bantu Pulihkan Sektor Kesehatan dan Ekonomi, Disparbud Jabar Ajak Pelaku Ekraf Ikuti Vaksinasi

Bantu Pulihkan Sektor Kesehatan dan Ekonomi, Disparbud Jabar Ajak Pelaku Ekraf Ikuti Vaksinasi

Regional
Jika Kasus Covid-19 Turun, Pemkot Semarang Akan Longgarkan Pembatasan

Jika Kasus Covid-19 Turun, Pemkot Semarang Akan Longgarkan Pembatasan

Regional
Bantu Warga Selama PPKM Darurat, Ganjar Minta Kepala Daerah Keluarkan Bansos

Bantu Warga Selama PPKM Darurat, Ganjar Minta Kepala Daerah Keluarkan Bansos

Regional
Dorong Pendapatan UMKM, Walkot Maidi Minta ASN Belanja Sembako di Toko Terdekat

Dorong Pendapatan UMKM, Walkot Maidi Minta ASN Belanja Sembako di Toko Terdekat

Regional
Gerak Cepat Pasok Oksigen di RS, Pemprov Jabar Gandeng BUMN dan Swasta

Gerak Cepat Pasok Oksigen di RS, Pemprov Jabar Gandeng BUMN dan Swasta

Regional
Kang Emil Sebut Idul Adha Jadi Momentum Saling Menguatkan di Kala Pandemi

Kang Emil Sebut Idul Adha Jadi Momentum Saling Menguatkan di Kala Pandemi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X