Lima Sapi di Gunungkidul Positif Antraks

Kompas.com - 22/05/2019, 16:32 WIB
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto (Kiri) dan  Kasi Keswan dan Kesmavet, Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul drh Retno WidyastutiKOMPAS.com/MARKUS YUWONO Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto (Kiri) dan Kasi Keswan dan Kesmavet, Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul drh Retno Widyastuti

YOGYAKARTA,KOMPAS.com- Lima sapi di Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, terkena penyakit antraks. Dari lima sapi, sebagian besar sudah disembelih. Untuk sementara ternak yang berasal dari lokasi tidak akan dikeluarkan.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul Bambang Wisnu Broto menyampaikan pihaknya mendapatkan laporan mengenai adanya sapi yang mati mendadak di wilayah Dusun Grogol IV, Desa Bejiharjo, pada Rabu (8/5/2019).

Pihaknya langsung melakukan pengecekan di lokasi dan mengambil sampel tanah. Lalu sampelnya di kirim ke Balai Besar Veteriner (BBVET) Wates Yogyakarta.

"Kami kirim ke laboratorium balai veteriner ternyata postif spora antraks," katanya saat ditemui di kantornya Rabu (22/5/2019).

Baca juga: Fakta Wabah Antraks di Gorontalo, 2 Warga Terjangkit hingga Usai Pesta Daging Kerbau

Dijelaskannya, pihaknya langsung melakukan langkah antisipasi diantaranya melakukan koordinasi dengan bupati dan Kementerian Pertanian.

Pihak Kementan sudah mengirim 2500 dosis dalam 48 botol vaksin yang sudah disuntikkan kepada 90 sapi dan 249 kambing.

Selain itu, pihaknya juga terus melakukan pemantauan terhadap hewan ternak yang tidak jauh dari lokasi.

"Tidak usah panik dan tenang saja. kami kemarin sudah melakukan antisipasi," katanya.

Selain itu, pihak dari BBVET Wates, Kementerian Pertanian, dan Dinas Pertanian dan Pangan Propvinsi DIY juga melakukan pengambilan sampel lanjutan.

Kasi Keswan dan Kesmavet, Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul drh Retno Widyastuti mengatakan, dari 5 hewan, diketahui 3 ekor hampir mati dan disembelih. Dua ekor lainnya lemas dan dikirim ke jagal hewan.

"Yang positif (antraks) sampel punya orang menyembelih dinyatakan postif. Jagal tanahnya negatif. Untuk tanah di tiga yang lain masih dikirim (ke laboratorium) kemarin," ucapnya.

Baca juga: Terkait Antraks, Pemkab Gorontalo Tunggu Hasil Uji Laboratorium

Menurut dia, Gunungkidul baru pertama kali ditemukan kasus antraks. Hal ini diduga karena Gunungkidul dikelilingi oleh wilayah endemik antraks. Lalu lintas ternak terbuka, terjadi wabah penyakit antraks di ring road utara ke Pasar Ternak Siono dan Semanu.

"Belum pernah, terakhir di Kulon Progo 2017. Ini pertama kali muncul dan ini yang kita takutkan. Mudah-mudahan tidak menjalar dan bisa kita lokalisir satu RT saja (RT 3 grogol 4),"jelasnya.

Dinas Pertanian dan Pangan bersama Pemerintah Kabupaten Gunungkidul besok akan mengambil langkah terkait penutupan keluar masuk hewan ternak di wilayah Desa Bejiharjo, Karangmojo.



Terkini Lainnya


Close Ads X