5 Fakta Kecelakaan di Palang Pintu KA Purwosari, Masinis Diperiksa hingga 2 Korban Jalani Perawatan Intensif

Kompas.com - 23/05/2019, 12:09 WIB
Petugas kepolisian dibantu warga mencoba mengevakuasi mobil Toyota Yaris yang tertabrak kereta api di perlintasan kereta api Purwosari, Solo, Jawa Tengah, Senin (20/5/2019) malam. KOMPAS.com/LABIB ZAMANIPetugas kepolisian dibantu warga mencoba mengevakuasi mobil Toyota Yaris yang tertabrak kereta api di perlintasan kereta api Purwosari, Solo, Jawa Tengah, Senin (20/5/2019) malam.

KOMPAS.com - Kasus kecelakaan kereta api (KA) dengan satu unit mobil dan empat sepeda motor di palang pintu perlintasan KA Purwosari, Solo, terus berlanjut.

Kanit Laka Satlantas Polresta Surakarta Iptu Bambang Subekti mengatakan, pihaknya memanggil masinis KA Jayakarta untuk diperiksa sebagai saksi.

Sementara itu, ada enam orang menderita luka-luka dalam kecelakaan tersebut.

Satu korban yagn merupakan pengemudi mobil Toyota Yaris warna putih B 1992 EKZ bernama Bagus Herman Priambodo (25), warga Jakarta Selatan, masih menjalani perawatan.

Berikut ini fakta lengkapnya:

1. Polisi periksa masinis KA Jayakarta sebagai saksi

Kanit Laka Satlantas Polresta Surakarta Iptu Bambang Subekti.KOMPAS.com/LABIB ZAMANI Kanit Laka Satlantas Polresta Surakarta Iptu Bambang Subekti.

Kanit Laka Satlantas Polresta Surakarta Iptu Bambang Subekti mengatakan, pihaknya akan memanggil masinis KA Jayakarta untuk diperiksa sebagai saksi terkait kecelakaan di pintu perlintasan sebidang kereta api (KA) Purwosari, Solo, Jawa Tengah, Senin (20/5/2019) malam.

KA Jayakarta terlibat kecelakaan dengan satu unit mobil dan empat sepeda motor.

"Kita sudah kirim surat pemanggilan. Masinis ini akan kita periksa sebagai saksi dalam kecelakaan itu," ujar Bambang di Solo, Jawa Tengah, Rabu (22/5/2019).

Menurut Bambang, pemeriksaan tersebut untuk mengetahui penyebab kecelakaan.

Sebelumnya, lanjut Bambang, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap korban dan penjaga palang pintu perlintasan.

"Kita juga akan periksa alat genta yang terpasang di sana (pintu perlintasan)," ungkap dia.

Baca Juga: Masinis KA Jayakarta Dipanggil Jadi Saksi Kecelakaan KA yang Makan Korban

2. Sebanyak dua korban dirawat intensif

Ilustrasi kecelakaan mobil.SHUTTERSTOCK Ilustrasi kecelakaan mobil.

Bambang menjelaskan, dari enam korban luka yang dilarikan ke rumah sakit, dua di antaranya masih dirawat intensif.

Adapun empat korban lain sudah diperbolehkan pulang atau rawat jalan. Dari hasil observasi dokter, kedua korban sementara harus menjalani perawatan terlebih dahulu di rumah sakit. Mereka dirawat di RS Panti Waluyo dan RS Kasih Ibu.

"Disuruh istirahat dulu sama dokter sambil menunggu perkembangan satu sampai dua hari," katanya, Selasa (21/5/2019).

Baca Juga: Aksi 22 Mei, Penumpang Kereta Api Jarak Jauh Bisa Naik dari Jatinegara

3. Kesaksian korban selamat

IlustrasiKOMPAS/DIDIE SW Ilustrasi

Sementara itu, salah seorang korban pengendara sepeda motor, Mareta Intan (20), mengatakan, kecelakaan terjadi karena palang pintu pelintasan dalam kondisi terbuka.

Menurut Mareta, dirinya dan temannya, Veronika Beta (20), mengendarai sepeda motor dari arah Purwosari hendak menuju Solo Square.

Saat itu ada kereta dari arah selatan ke utara. Otomatis palang pintu pelintasan tertutup.

Setelah melintas, palang pintu pelintasan dibuka. Pada saat palang pintu terbuka, dari arah utara ke selatan kembali melintas kereta.

"Saya dari arah Purwosari menuju Solo Square. Saat itu palang pintu tertutup karena ada loko (kereta) dari arah selatan ke utara. Setelah palang pintu terbuka depan saya maju dan saya ikut maju. Ternyata dari arah utara ke selatan ada kereta," katanya.

Baca Juga: Kecelakaan Kereta Api di Solo, Polisi Periksa Penjaga Pintu Pelintasan

4. Daop VI PT KAI: Taati rambu-rambu di perlintasan KA

Ilustrasi kereta apiKOMPAS / AGUS SUSANTO Ilustrasi kereta api

Manajer Humas PT KAI Daop 6 Yogyakarta Eko Budiyanto mengatakan, pihaknya masih mengembangkan terkait kecelakaan tersebut.

Meski demikian, pihaknya mengimbau agar para pengguna jalan yang melintas untuk mengutamakan keselamatan.

"Di situ sudah ada rambu-rambu. Jangan sampai masyarakat menggantungkan petugas palang pintu perlintasan," kata Eko.

Baca Juga: Arus Mudik, Frekuensi Kereta Api Melintas Bertambah 18 Persen

5. Polisi selidiki posisi palang pintu KA sebelum kecelakaan

Ilustrasi olah TKPKOMPAS.com Ilustrasi olah TKP

Iptu Bambang mengaku masih melakukan pendalaman. Informasi terakhir yang diperoleh, kata Bambang, mobil dan sepeda motor dari arah timur ke barat.

"Masih pengembangan. Pintu perlintasan sudah ditutup atau belum sementara masih pengembangan," ujar dia.

Sementara itu, Menurut Eko, di Daop 6 Yogyakarta ada cukup banyak perlintasan kereta api.

Data sampai saat ini ada sekitar 414 perlintasan dan semuanya masuk katagori rawan, baik itu ada penjaganya atau tidak.

"Dari 414 perlintasan ini ada 236 yang tidak dijaga dan yang tidak resmi ada 58 perlintasan kereta. Sisanya dijaga," ungkap dia.

Baca Juga: Satu Mobil dan 4 Motor Tertabrak Kereta Api di Perlintasan Purwosari Solo

Sumber: KOMPAS.com (Labib Zamani)

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pembubaran Upacara Piodalan, Bupati Bantul: Semua Agama Statusnya Sama, Tidak Ada Beda-beda

Pembubaran Upacara Piodalan, Bupati Bantul: Semua Agama Statusnya Sama, Tidak Ada Beda-beda

Regional
Kronologi Korupsi Monumen Bahasa Pulau Penyengat Senilai Rp 2,2 M

Kronologi Korupsi Monumen Bahasa Pulau Penyengat Senilai Rp 2,2 M

Regional
Lokasi Pemusnahan Bom di Hamparan Perak Dikerumuni Warga

Lokasi Pemusnahan Bom di Hamparan Perak Dikerumuni Warga

Regional
Bangkai Babi dari Sumut Lintasi Sungai Aceh, Warga Resah dan Takut Makan Ikan

Bangkai Babi dari Sumut Lintasi Sungai Aceh, Warga Resah dan Takut Makan Ikan

Regional
Kadus: Lokasi Penemuan Yoni di Situs Candi Bowo Pernah Jadi Permukiman, Ditinggal Warga Sejak 1952

Kadus: Lokasi Penemuan Yoni di Situs Candi Bowo Pernah Jadi Permukiman, Ditinggal Warga Sejak 1952

Regional
Proyek Penyulingan Air Laut Rp 14 M Tak Berfungsi, Warga Pulau Ende Minum Air Asin

Proyek Penyulingan Air Laut Rp 14 M Tak Berfungsi, Warga Pulau Ende Minum Air Asin

Regional
Wisuda di Usia 85 Tahun, Kakek La Oede Jadi Sarjana Sastra Indonesia...

Wisuda di Usia 85 Tahun, Kakek La Oede Jadi Sarjana Sastra Indonesia...

Regional
Truk Roda 10 Disinyalir Jadi Penyebab Kelangkaan Solar di Sumbar

Truk Roda 10 Disinyalir Jadi Penyebab Kelangkaan Solar di Sumbar

Regional
[POPULER NUSANTARA] Polisi Tangkap Pelaku Pelempar Sperma di Tasikmalaya | Kakek Diwisuda pada Usia 85 Tahun

[POPULER NUSANTARA] Polisi Tangkap Pelaku Pelempar Sperma di Tasikmalaya | Kakek Diwisuda pada Usia 85 Tahun

Regional
Teror Harimau Hantui Warga Sumsel, Apa Penyebabnya?

Teror Harimau Hantui Warga Sumsel, Apa Penyebabnya?

Regional
Aktivis Antikorupsi di Aceh Tengah Hilang 10 Hari, Motor Ditemukan di Warnet

Aktivis Antikorupsi di Aceh Tengah Hilang 10 Hari, Motor Ditemukan di Warnet

Regional
5 Fakta Pelemparan Sperma di Tasikmalaya, Viral di Media Sosial hingga Pelaku Melawan Saat Ditangkap

5 Fakta Pelemparan Sperma di Tasikmalaya, Viral di Media Sosial hingga Pelaku Melawan Saat Ditangkap

Regional
Fakta Lengkap Teror Pelemparan Sperma di Tasikmalaya, Viral di Medsos hingga Pelaku Ditangkap

Fakta Lengkap Teror Pelemparan Sperma di Tasikmalaya, Viral di Medsos hingga Pelaku Ditangkap

Regional
Ditjen Perkeretaapian: Longsor di Proyek Double Track Diduga Karena Faktor Alam, Pekerjaan Sementara Dihentikan

Ditjen Perkeretaapian: Longsor di Proyek Double Track Diduga Karena Faktor Alam, Pekerjaan Sementara Dihentikan

Regional
Sepekan Terakhir Selalu Diserang OTK, Perkuliahan di Kampus UMI Tetap Berjalan

Sepekan Terakhir Selalu Diserang OTK, Perkuliahan di Kampus UMI Tetap Berjalan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X