Bea Cukai Bakar 70 Ton Bawang Merah Asal Thailand dan Malaysia

Kompas.com - 16/05/2019, 11:56 WIB
Penimbunan bawang asal Thailand dan Malaysia di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Alue Liem, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe, Rabu (15/5/2019) KOMPAS.com/MASRIADIPenimbunan bawang asal Thailand dan Malaysia di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Alue Liem, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe, Rabu (15/5/2019)

LHOKSEUMAWE, KOMPAS.com - Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Lhokseumawe, Rabu (15/5/2019) membakar bawang merah seberat 70 ton asal Thailand dan Malaysia.

Pemusnahan itu dilakukan di Gudang Bulog Sub Divre Lhokseumawe, lalu dibuang dan ditanam di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Alue Lim, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe.

Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe, Suparyanto, kepada wartawan menyebutkan 70 ton bawang merah tersebut adalah hasil penangkapan pada 16 April 2019 lalu di perairan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara.

Baca juga: Di Baubau, Distributor Jual Bawang Putih Seharga Rp 1,2 Juta Per Karung

I menjelaskan, bawang merah tersebut ditemukan dari dua unit kapal yakni eks KM. Sinar Rahmat Laot GT. 25 No. 3105/PPf dan eks KM. Samudra Al-Mubarakah GT. 45 No. 1385/PPf.

Dua tersangka yang berinisial M dan SY warga Kabupaten Aceh Timur kini telah ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A, Kota LHokseumawe.

“M dan SY ini masing-masing nakhoda kedua kapal berisi bawang illegal itu,” sebutnya.

Sebelum dimusnahkan, bawang merah itu diuji ke laboratorium dan diketahui jika tidak layak dikonsumsi.

Baca juga: Harga Bawang Putih di Jayapura Masih Belum Normal

Menurut Suparyanto, tindakan memasukan bawang merah illegal itu melanggar Pasal 102 huruf a Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang kepabeanan, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006, dengan ancaman hukuman penjara paling singkat satu tahun dan paling lama 10 tahun.

“Perairan kita terus kita awasi dengan instansi terkait. Sehingga tidak ada lagi celah untuk barang illegal masuk tanpa izin ke Indonesia,” pungkasnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X