Petugas KPPS yang Buta Saat Dirikan TPS Berharap Bantuan Pemerintah

Kompas.com - 10/05/2019, 19:57 WIB
Saiful saat berbincang bersama Anggota KPPS 03 ditemani Ketua PPK Kecamatan Duampanua Kabupaten Pinrang, di kediamannya, Jumat (10/5/2019). KOMPAS.com/SUDDIN SYAMSUDDINSaiful saat berbincang bersama Anggota KPPS 03 ditemani Ketua PPK Kecamatan Duampanua Kabupaten Pinrang, di kediamannya, Jumat (10/5/2019).

PINRANG, KOMPAS.com – Saiful (28), anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) 03, Kelurahan Tatae, Kecamatan Duampanua, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, yang kehilangan mata kananya saat mendirikan TPS, berharap bantuan untuk pengobatan.

Saiful mengatakan, upah sebagai kuli bangunan tak mencukupi untuk membeli obat untuk matanya.

“Saya hanya kuli bangunan, baru kali ini saya menjadi penyelenggara pemilu tingkat KPPS. Dengan kecelakaan yang membuat mata kanan saya tak lagi melihat, saya khawatir tak lagi bisa bekerja dengan baik nantinya,“ ujar Saiful di rumahnya, Jumat (10/5/2019).

Baca juga: Mata Kanan Anggota KPPS Buta Terkena Palu Saat Dirikan TPS

Saiful menjelaskan, walau tak lagi terasa sakit, dia masih harus menjalani rawat jalan. Obat yang diberikan dari dokter harus terus dikonsumsi agar rasa nyeri di mata berkurang.

Di tempat tinggalnya yang berada di Pekkabata, Kelurahan Latae, Kecamatan Duampanua, Kabupaten Pinrang, Saiful tinggal bersama orangtua dan saudaranya.

Baca juga: Dua Pelaku Penembakan Ketua KPPS Lampung Utara Ditangkap

Kehidupan Saiful dan keluarganya terbilang di bawah garis kemiskinan. Rumah Saiful juga sempit untuk menampung sejumlah anggota keluarganya.

“Rasa nyeri sudah berkurang, hanya saja air mata yang terkena palu ini masih saja terus keluar. Mata kanan saya yang terkena palu, sekali – kali bisa terbuka. Namun, tak bisa lagi melihat seperti biasanya. Dengan ini saya berharap agar pemerintah memberikan perhatian kepada saya yang sudah cacat permanen,“ ujar Saiful. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kader Ramai-ramai Copot Kaus Paslon yang Diusung PDI-P, Ini Ceritanya

Kader Ramai-ramai Copot Kaus Paslon yang Diusung PDI-P, Ini Ceritanya

Regional
Imbauan Pemkot Medan, Warga dan Perangkat Daerah Diminta Siaga Hadapi Banjir

Imbauan Pemkot Medan, Warga dan Perangkat Daerah Diminta Siaga Hadapi Banjir

Regional
Terpapar Covid-19, Dokter Sahabat Ganjar Ini Kondisinya Membaik Selepas Terapi Plasma Konvalesen

Terpapar Covid-19, Dokter Sahabat Ganjar Ini Kondisinya Membaik Selepas Terapi Plasma Konvalesen

Regional
Siswa Tak Punya Ponsel dan Internet untuk Belajar, Ini Solusinya

Siswa Tak Punya Ponsel dan Internet untuk Belajar, Ini Solusinya

Regional
[POPULER NUSANTARA] 'Aksi di Rumah Mahfud MD Bukan Tanggung Jawab Saya' | Tukang Bakso Ditendang Pembeli

[POPULER NUSANTARA] "Aksi di Rumah Mahfud MD Bukan Tanggung Jawab Saya" | Tukang Bakso Ditendang Pembeli

Regional
Soal Demo di Rumah Mahfud MD, Korlap Mengaku Aksi Susulan dan Inisiatif Massa: Bukan Tanggung Jawab Saya

Soal Demo di Rumah Mahfud MD, Korlap Mengaku Aksi Susulan dan Inisiatif Massa: Bukan Tanggung Jawab Saya

Regional
Bermula 8 Siswa SMK Batuk dan Anosmia, Terbongkar 179 Siswa Positif Covid-19

Bermula 8 Siswa SMK Batuk dan Anosmia, Terbongkar 179 Siswa Positif Covid-19

Regional
4 Nelayan Diselamatkan Kapal Asing Setelah 12 Jam Karam di Tengah Laut

4 Nelayan Diselamatkan Kapal Asing Setelah 12 Jam Karam di Tengah Laut

Regional
Cerita Kemisan Berjalan Kaki 400 Km dari Kulon Progo, Setahun Hilang dan Dirazia Satpol PP di Surabaya

Cerita Kemisan Berjalan Kaki 400 Km dari Kulon Progo, Setahun Hilang dan Dirazia Satpol PP di Surabaya

Regional
Cerita FR yang Hilang di Tambang Pasir, Tidur di 'Backhoe' Saat Awan Panas Gunung Semeru Menerjang

Cerita FR yang Hilang di Tambang Pasir, Tidur di "Backhoe" Saat Awan Panas Gunung Semeru Menerjang

Regional
Cerita Losmen Puri, Penginapan Tua di Denpasar yang Masih Bertahan

Cerita Losmen Puri, Penginapan Tua di Denpasar yang Masih Bertahan

Regional
6 Bupati yang Terinfeksi Covid-19 dalam Sebulan Terakhir

6 Bupati yang Terinfeksi Covid-19 dalam Sebulan Terakhir

Regional
Fakta Terbaru Pengepungan Rumah Mahfud MD, Korlap Tak Mau Tanggung Jawab, Tak Tahu Ada yang Diperiksa Polisi

Fakta Terbaru Pengepungan Rumah Mahfud MD, Korlap Tak Mau Tanggung Jawab, Tak Tahu Ada yang Diperiksa Polisi

Regional
Sleman dan Klaten Siap Terima Pengungsi Gunung Merapi Lintas Wilayah

Sleman dan Klaten Siap Terima Pengungsi Gunung Merapi Lintas Wilayah

Regional
179 Siswa SMK Negeri Jateng Terpapar Covid-19, Uji Coba Belajar Tatap Muka Dihentikan

179 Siswa SMK Negeri Jateng Terpapar Covid-19, Uji Coba Belajar Tatap Muka Dihentikan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X