Mata Kanan Anggota KPPS Buta Terkena Palu Saat Dirikan TPS

Kompas.com - 10/05/2019, 18:53 WIB
Saiful saat berbincang bersama Anggota KPPS 03 ditemani Ketua PPK Kecamatan Duampanua Kabupaten Pinrang, di kediamannya, Jumat (10/5/2019). KOMPAS.com/SUDDIN SYAMSUDDINSaiful saat berbincang bersama Anggota KPPS 03 ditemani Ketua PPK Kecamatan Duampanua Kabupaten Pinrang, di kediamannya, Jumat (10/5/2019).

PINRANG, KOMPAS.com – Salah satu anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) 03, Kelurah Tatae, Kecamatan Duampanua, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, Saiful, kehilangan penglihatan mata kanannya karena terkena palu saat mendirikan tempat pemungutan suara (TPS) pada 16 April lalu.

Saiful sempat dirawat selama empat hari di RS Lasinrang. Dari pemeriksaan, mata sebelah kanan Saiful luka parah. Saiful akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Wahidin di Makassar, Sulawesi Selatan selama tiga pekan.

“Saat kejadian 16 April 2019 lalu, saya mencabut paku memakai palu. Saat paku terlepas, palu yang berada di tangan saya juga ikut terlepas dari genggaman dan mengenai mata saya. Mata saya berdarah, kemudian saya dilarikan oleh teman-teman KPPS 03 ke RSU Lasinrang," kata Saiful di rumahnya, di Kelurahan Tatae, Jumat (10/5/2019).

Baca juga: Dua Pelaku Penembakan Ketua KPPS Lampung Utara Ditangkap

Saiful mengatakan, saat menjalani perawatan, rasa sakit yang dirasakan sudah mulai berkurang. Namun, mata kanannya tak lagi bisa melihat.

Saiful menggunakan BPJS dan sebagian donasi dari anggota dan staff KPU Kabupaten Pinrang untuk membayar pengobatan.

“Hingga kini sakitnya hilang. Namun, mata saya sebelah kanan tak lagi bisa melihat,“ ujar Saiful.

Baca juga: TKN: Hormati Kerja Keras Petugas KPPS, Jangan Dipolitisasi

Ketua KPU Kabupate Pinrang, Alamsyah mengatakan, telah memberikan donasi untuk Saiful saat menjalani rawat inap di rumah sakit. 

“Hari nahas itu, kami begitu sibuk. Namun, kami pihak KPU Pinrang sempat meluangkan waktu menjengkuk Saiful di IGD RSU Lainrang. Kami juga telah mengumpulkan donasi dari teman-teman untuk diberikan kepada Saiful,“ ujar Alamsyah.

Alamsyah mengatakan, selama tahapan pemungutan dan penghitungan suara di TPS hingga tingkat KPU kabupaten/kota, ada 12 penyelenggara yang jatuh sakit. Termasuk kejadian yang menimpa Saiful. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hasil Survei yang Catut KPU Makassar Dipastikan Hoaks

Hasil Survei yang Catut KPU Makassar Dipastikan Hoaks

Regional
Risma Banjir Dukungan, Balai Kota Dipenuhi Karangan Bunga dan Ibu-ibu Gelar Aksi Solidaritas

Risma Banjir Dukungan, Balai Kota Dipenuhi Karangan Bunga dan Ibu-ibu Gelar Aksi Solidaritas

Regional
Kembali Terjadi, 20 Ton Pasir Timah Seharga Rp 3 M Diselundupkan dari Natuna

Kembali Terjadi, 20 Ton Pasir Timah Seharga Rp 3 M Diselundupkan dari Natuna

Regional
Pemkab Karawang Kekurangan Reagen PCR Covid-19, Berencana Beli 5.000 Unit

Pemkab Karawang Kekurangan Reagen PCR Covid-19, Berencana Beli 5.000 Unit

Regional
Oleh Partai, Mereka Dicopot karena Dianggap Membelot...

Oleh Partai, Mereka Dicopot karena Dianggap Membelot...

Regional
Riau Peringkat 6 Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19 Nasional

Riau Peringkat 6 Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19 Nasional

Regional
Warga Temukan Bayi Terbungkus Selimut Tipis di Pos Ronda, Polisi: Kondisinya Masih Hidup

Warga Temukan Bayi Terbungkus Selimut Tipis di Pos Ronda, Polisi: Kondisinya Masih Hidup

Regional
25.297 Jiwa Terdampak Banjir Tebing Tinggi, Gubernur Sumut: Perut Dulu Ini untuk Rakyat...

25.297 Jiwa Terdampak Banjir Tebing Tinggi, Gubernur Sumut: Perut Dulu Ini untuk Rakyat...

Regional
Gara-gara Dendam, Tiga Remaja Bunuh Karyawan SPBU di Bengkulu

Gara-gara Dendam, Tiga Remaja Bunuh Karyawan SPBU di Bengkulu

Regional
Pelanggaran Protokol Kesehatan Saat Pilkada Tinggi, Bawaslu Beri Sanksi Tegas ke Paslon Kepala Daerah

Pelanggaran Protokol Kesehatan Saat Pilkada Tinggi, Bawaslu Beri Sanksi Tegas ke Paslon Kepala Daerah

Regional
Gubernur Gorontalo Larang Isolasi Mandiri Setelah 16 Guru Positif Covid-19

Gubernur Gorontalo Larang Isolasi Mandiri Setelah 16 Guru Positif Covid-19

Regional
Diduga Langgar Kode Etik, KPU dan Bawaslu Ketapang Disidang DKPP

Diduga Langgar Kode Etik, KPU dan Bawaslu Ketapang Disidang DKPP

Regional
[POPULER NUSANTARA] Soal Kabar Rizieq Shihab Tinggalkan RS Ummi dari Pintu Belakang, Ini Kata Polisi | Dokter Yudhi Meninggal karena Covid-19

[POPULER NUSANTARA] Soal Kabar Rizieq Shihab Tinggalkan RS Ummi dari Pintu Belakang, Ini Kata Polisi | Dokter Yudhi Meninggal karena Covid-19

Regional
RS Rujukan Covid-19 Kulon Progo Penuh sejak Klaster Dukcapil Muncul

RS Rujukan Covid-19 Kulon Progo Penuh sejak Klaster Dukcapil Muncul

Regional
Jadi Komoditas Ekspor, Bahan Baku Briket Arang di Jawa Tengah Mulai Langka

Jadi Komoditas Ekspor, Bahan Baku Briket Arang di Jawa Tengah Mulai Langka

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X