7 Fakta Bencana Alam di Bengkulu, 4 Penyebab Banjir hingga Perusahaan Tambang Bantah Jadi Biang Keladi Bencana

Kompas.com - 02/05/2019, 14:55 WIB
Banjir di Kota Bengkulu, beberapa waktu lalu. KOMPAS.com/FIRMANSYAHBanjir di Kota Bengkulu, beberapa waktu lalu.

Kendati demikian, Sutopo memprediksi jumlah tersebut masih dapat bertambah dikarenakan bencana yang terjadi cukup besar.

Hingga saat ini, katanya, BPBD setempat masih terus melakukan pendataan.

"Namun, jumlah akan terus bertambah karena perkiraan kerugian tersebut menggunakan data sementara. Mengingat luas banjir dan skala dampak yang ditumbulkan maka jumlah kerugian akan banyak bertambah," ujarnya.

Baca Juga: BNPB: Kerugian Sementara Banjir dan Longsor di Bengkulu Rp 144 Miliar

6. Jumlah korban meningal 30 orang, 6 hilang

Hingga Rabu (1/5/2019) pukul 16.00 WIB, BNPB mencatat korban meninggal akibat bencana tersebut sebanyak 30 orang.

Sementara, 6 orang dinyatakan hilang, 2 orang luka berat, dan 2 orang mengalami luka ringan. Tak hanya manusia, bencana juga menyebabkan 857 ekor hewan ternak tewas.

Perihal kerusakan bangunan, BNPB mengungkapkan, terdapat 554 unit rumah rusak berat, 160 rusak sedang, dan 511 rusak ringan.

Selain itu, sebanyak 15 fasilitas pendidikan, 3.000 hektar lahan pertanian, serta jaringan listrik ikut terdampak.

Baca Juga: Menteri BUMN: Jumat, Listrik yang Rusak akibat Banjir dan Longsor di Bengkulu akan Pulih

7. Bangun kanal untuk atasi bencana banjir dan longsor

Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita memberikan bantuan secara simbolis untuk korban banjir dan longsor di Bengkulu, Senin (30/4/2019). KOMPAS.com/FIRMANSYAH Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita memberikan bantuan secara simbolis untuk korban banjir dan longsor di Bengkulu, Senin (30/4/2019).

Menteri Sosial (Mensos) Agus Gumiwang Kartasasmita menyebutkan pemerintah harus mencari jalan keluar agar bencana banjir dan longsor tidak terulang di Bengkulu.

Menurut dia, faktor penyebab banjir dan longsor di Bengkulu merupakan campuran antara faktor alam dan kelalaian manusia.

"Ada banyak penyebabnya (banjir dan longsor). Selain faktor alam juga faktor kelalaian manusia (seperti) pendangkalan sungai, gundulnya hutan, dan lainnya. Namun hal itu bisa diperbaiki. Negara modern terkena banjir, kita harus cari solusi, jangan berkecil hati," ujar Agus Gumiwang di Bengkulu, Selasa (30/4/2019).

Salah satu solusi yang bisa dilakukan adalah membangun kanal-kanal untuk menampung luapan air banjir dari sungai-sungai di Bengkulu jika intensitas hujan tinggi. Kemudian air itu disalurkan ke embung-embung.

Baca Juga: Mensos Usulkan Pembangunan Kanal untuk Atasi Banjir di Bengkulu

Sumber: KOMPAS.com (Firmansyah, Devina Halim)

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dalam Semalam 2 Bentrok Warga Terjadi di Tapanuli Selatan, gara-gara Senjata Mainan dan Knalpot Bising

Dalam Semalam 2 Bentrok Warga Terjadi di Tapanuli Selatan, gara-gara Senjata Mainan dan Knalpot Bising

Regional
Mulai Juli, Siswa di Bukittinggi Kembali Belajar di Sekolah

Mulai Juli, Siswa di Bukittinggi Kembali Belajar di Sekolah

Regional
Pasangan Suami Istri Tewas Usai Pesta Minuman Keras Setelah Lebaran

Pasangan Suami Istri Tewas Usai Pesta Minuman Keras Setelah Lebaran

Regional
Sebelum New Normal, Malang Raya Jalani Masa Transisi Selama 7 Hari

Sebelum New Normal, Malang Raya Jalani Masa Transisi Selama 7 Hari

Regional
Kasus Anak Positif Covid-19 di NTB Didominasi Bayi dan Balita

Kasus Anak Positif Covid-19 di NTB Didominasi Bayi dan Balita

Regional
Saat Warga di Papua Berkebun Massal Saat Pendemi, Rawan Kelaparan dan Cegah Kesulitan Pangan

Saat Warga di Papua Berkebun Massal Saat Pendemi, Rawan Kelaparan dan Cegah Kesulitan Pangan

Regional
Seorang Pria di Blitar Tercebur ke Sumur dan Terjebak Selama 2 Hari

Seorang Pria di Blitar Tercebur ke Sumur dan Terjebak Selama 2 Hari

Regional
Update Covid-19 Mimika: Total 205 Kasus Positif, 122 Pasien Masih Dirawat

Update Covid-19 Mimika: Total 205 Kasus Positif, 122 Pasien Masih Dirawat

Regional
Knalpot Blong Picu Keributan Antarwarga di Tapanuli Selatan, 1 Orang Tewas

Knalpot Blong Picu Keributan Antarwarga di Tapanuli Selatan, 1 Orang Tewas

Regional
Ombudsman Sumsel Investigasi Pemecatan 109 Tenaga Medis Ogan Ilir

Ombudsman Sumsel Investigasi Pemecatan 109 Tenaga Medis Ogan Ilir

Regional
Update Covid-19 NTB: Bayi 9 Bulan Meninggal, Tambah 25 Kasus Positif Baru

Update Covid-19 NTB: Bayi 9 Bulan Meninggal, Tambah 25 Kasus Positif Baru

Regional
Selama 5 Hari Gunungkidul Nihil Kasus Baru VIrus Corona

Selama 5 Hari Gunungkidul Nihil Kasus Baru VIrus Corona

Regional
Seekor Dugong Diselamatkan Setelah Terjerat Pukat Nelayan di Ketapang

Seekor Dugong Diselamatkan Setelah Terjerat Pukat Nelayan di Ketapang

Regional
Khofifah: Malang Raya Penuhi 6 Syarat Transisi Menuju Fase New Normal

Khofifah: Malang Raya Penuhi 6 Syarat Transisi Menuju Fase New Normal

Regional
Kapalnya Tenggelam, 6 ABK Terapung 3 Hari di Lautan hingga Ditolong Kapal Tangker

Kapalnya Tenggelam, 6 ABK Terapung 3 Hari di Lautan hingga Ditolong Kapal Tangker

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X