Harga Bahan Pokok Naik Jelang Puasa, Edy Rahmayadi Ingatkan Pedagang Tidak Curang

Kompas.com - 30/04/2019, 22:16 WIB
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi meninjau ketersediaan dan harga bahan pokok menjelang Ramadhan dan Lebaran di Pusat Pasar Medan, Jumat (26/4/2019) Dok: Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provinsi SumutGubernur Sumut Edy Rahmayadi meninjau ketersediaan dan harga bahan pokok menjelang Ramadhan dan Lebaran di Pusat Pasar Medan, Jumat (26/4/2019)

MEDAN, KOMPAS.com – Untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas harga bahan pangan menjelang bulan puasa, Gubernur Sumatera Utara ( Sumut) Edy Rahmayadi mengimbau agar tidak ada pihak yang melakukan kecurangan dengan menahan stok komoditi sehingga mempengaruhi harga pasar.

Hal ini disampaikannya dalam rapat kesediaan pangan jelang Ramadhan bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Satuan Tugas Pangan, Selasa (30/4/2019). 

Satgas Pangan diminta Edy untuk mengawasi dan jika ditemukan kecurangan agar segera ditindaklanjuti. Dirinya mengakui ada kenaikan harga untuk beberapa komoditi karena masalah distribusi di Nias.

Untuk itu, pihaknya akan melakukan kajian komprehensif dan mapping proses distribusi bahan pangan antar daerah. Menurutnya, infrastruktur menjadi salah satu faktor penting yang mempengaruhi hal ini.

Baca juga: Bupati Madina Batal Mundur, Edy Rahmayadi: Alhamdulilah, Untung Cepat Sadar...

"Di Nias saat ini gelombang laut antara Sibolga dan Nias sedang tinggi, jadi ada kesulitan untuk distribusi barang, berdampak pada kenaikan harga. Solusinya adalah mandiri, kita upayakan memajukan pertanian sehingga produksi mereka bisa memenuhi kebutuhan. Jadi kalau gelombang laut naik, tidak masalah lagi,” kata Edy, Selasa (30/4/2019).

Di Medan, lanjutnya, juga ada kenaikan harga mulai cabai, kedelai, bawang merah, dan bawang putih. Meski stok masih di level aman, tapi Edy meminta dibuat rencana jangka panjang supaya harga tetap stabil.

Mempengaruhi inflasi

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumut Wiwiek Sisto Widayat menjelaskan, daerah yang paling banyak mempengaruhi inflasi di Sumut adalah Medan, Padangsidimpuan, Siantar dan Sibolga.

Untuk kajian, keempat daerah ini perlu menjadi prioritas, kata Wiwiek. Dirinya setuju bahwa Sumut sebenarnya mampu memenuhi kebutuhan produksi provinsi, hanya saja distribusi belum merata.

Baca juga: Jelang Puasa, 70 Ton Bawang Bombay Disita Polisi di Surabaya

“Untuk itu, jangka panjang perlu kita buat kajian yang memetakan daerah-daerah mana yang kelebihan komoditas dan daerah mana yang paling kekurangan, kemudian bagaimana dan siapa yang distribusikan,” ucapnya.

Di tempat terpisah, Pemerintah Kota Medan melalui Dinas Ketahanan Pangan menurunkan tim monitoring Satgas Ketahanan Pangan (Ketapang). Tim meninjau pasar-pasar tradisional dan distributor bahan pokok.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Heli TNI AD Jatuh di Kendal, 4 Orang Meninggal

Heli TNI AD Jatuh di Kendal, 4 Orang Meninggal

Regional
Curah Hujan Tinggi, Ratusan Rumah di Tiga Kecamatan Terendam Banjir

Curah Hujan Tinggi, Ratusan Rumah di Tiga Kecamatan Terendam Banjir

Regional
Hendak Pulang ke Negaranya, WNA asal Italia Dinyatakan Positif Corona

Hendak Pulang ke Negaranya, WNA asal Italia Dinyatakan Positif Corona

Regional
Helikopter TNI AD Jatuh, Meledak, dan Terbakar di Kendal

Helikopter TNI AD Jatuh, Meledak, dan Terbakar di Kendal

Regional
2 Warga Purbalingga Ditangkap karena Sebar Hoaks Penampakan Pocong, Berawal dari Status WhatsApp

2 Warga Purbalingga Ditangkap karena Sebar Hoaks Penampakan Pocong, Berawal dari Status WhatsApp

Regional
Pasien Reaktif Mengamuk karena Terlalu Lama Dikarantina, Gugus Tugas: Antrean Sampel Banyak

Pasien Reaktif Mengamuk karena Terlalu Lama Dikarantina, Gugus Tugas: Antrean Sampel Banyak

Regional
Sebelum Tewas Tergeletak di Trotoar, Pria Ini Mengaku Sesak Napas

Sebelum Tewas Tergeletak di Trotoar, Pria Ini Mengaku Sesak Napas

Regional
Kasus 3 Anggota TNI yang Keroyok Pelajar SMA Diselesaikan Secara Kekeluargaan, tapi...

Kasus 3 Anggota TNI yang Keroyok Pelajar SMA Diselesaikan Secara Kekeluargaan, tapi...

Regional
Gubernur Minta Aplikasi Injil Bahasa Minang Dihapus, Kadis: yang Tidak Mengerti Jangan Ikut Komentar

Gubernur Minta Aplikasi Injil Bahasa Minang Dihapus, Kadis: yang Tidak Mengerti Jangan Ikut Komentar

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 6 Juni 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 6 Juni 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 6 Juni 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 6 Juni 2020

Regional
Sembuh dari Corona, 7 Warga Purwakarta Dijemput dengan Kuda

Sembuh dari Corona, 7 Warga Purwakarta Dijemput dengan Kuda

Regional
Detik-detik Sopir Angkot Tewas Ditikam Pemuda Mabuk, Pelaku Tersinggung Korban Geber Gas Mobil

Detik-detik Sopir Angkot Tewas Ditikam Pemuda Mabuk, Pelaku Tersinggung Korban Geber Gas Mobil

Regional
Geger Video Penampakan Pocong, Polisi Tangkap 2 Orang Penyebar Hoaks

Geger Video Penampakan Pocong, Polisi Tangkap 2 Orang Penyebar Hoaks

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 6 Juni 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 6 Juni 2020

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X