TPID: Pekan Pertama Ramadhan, Harga Kebutuhan Pokok di Solo Turun

Kompas.com - 23/05/2018, 14:24 WIB
TPID Kota Surakarta melakukan pemantauan harga komoditas kebutuhan pokok di Solo, Jawa Tengah, Rabu (23/5/2018). KOMPAS.com/Labib ZamaniTPID Kota Surakarta melakukan pemantauan harga komoditas kebutuhan pokok di Solo, Jawa Tengah, Rabu (23/5/2018).

SOLO, KOMPAS.com - Pada pekan pertama Ramadhan tercatat harga kebutuhan pokok di beberapa pasar tradisional di Solo, Jawa Tengah mengalami penurunan.

Penurunan harga itu diketahui setelah Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Surakarta melakukan pemantauan harga komoditas kebutuhan pokok di tiga pasar tradisional di Solo, yakni Pasar Legi, Pasar Gede dan Pasar Nusukan, Rabu (23/5/2018). 

Wakil Ketua TPID Kota Surakarta, Bandoe Widiarto mengatakan, penurunan harga kebutuhan pokok di tiga pasar tradisional itu disebabkan karena pasokan tersebut masih aman.

Penurunan harga tersebut terjadi pada komoditas telur ayam, beras, daging sapi, dan bawang merah.

Baca juga: Kronologi Penyebaran Meme Rizieq Shihab hingga Anggota DPRD Dihajar Massa

"Kalau dari hasil survei kita hari ini hanya ada satu komoditas yang naik, yaitu daging ayam," kata Bandoe, di Solo, Jawa Tengah, Rabu.

Meski demikian, kata Bandoe, tidak ada disparitas harga di kalangan para pedagang. Semua pedagang menjual daging ayam tersebut dengan harga Rp 35.000 per kilogram.

"Ini masih dalam awal puasa, pra-Lebaran. Nanti kita lihat di tengah-tengah. Karena ada kecenderungan semakin naik ketika Lebaran," ungkap Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Solo.

Pihaknya akan terus memantau harga komoditas kebutuhan pokok untuk menekan inflasi di Solo. Menurut Bandoe, dari data historis yang dimiliki ada tiga komoditas yang selalu naik, yakni telur ayam, daging ayam dan bawang putih atau bawang merah.

Baca juga: Melihat Perjuangan Ibu-ibu Antre Beli Bahan Pangan dengan KJP di Siang Hari Bolong

"Tadi kita lihat harga bawang merah cenderung turun. Tapi bawang putih harganya yang naik dari Rp 20.000 per kilogram menjadi Rp 25.000 per kilogram," ungkapnya.

Wakil Wali Kota Surakarta Achmad Purnomo yang turut memimpin pemantauan harga komoditas kebutuhan pokok mengatakan, untuk mengantisipasi kenaikan harga kebutuhan pokok Pemkot Surakarta akan melakukan sidak bersama BI. Selain itu akan menggelar kegiatan berupa pasar murah di Solo.

"Kenaikan harga sekarang masih wajar. Karena permintaan juga meningat. Tapi akan kita pantau terus supaya kenaikan harga ini bisa ditekan," kata Purnomo.

Sementara dari hasil pemantauan, harga cabai hijau Rp 20.000 per kilogram, cabai merah keriting Rp 24.000 per kilogram, cabai rawit Rp 30.000 per kilogram, beras jenis Mentik turun Rp 14.000 per kilogram dari semula Rp15.000, dan beras jenis C4 dari Rp 13.000 menjadi Rp 12.000 per kilogram.

"Harga beras sekarang turun. Misalnya beras jenis C4 dari semula Rp 13.000 per kilogram turun Rp 12.000 per kilogram," kata seorang penjual beras, Wiwid.

Baca juga: Tekan Harga, Pemkot Bandung Siapkan 300.000 Ekor Ayam Beku per Hari

Kompas TV Harga naik saat Ramadan dan jelang lebaran menjadi hal yang biasa terjadi. Padahal pemerintah mengklaim pasokan aman.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menengok Bekas Tambang di Bangka yang Disulap Jadi Lokasi Agrowisata

Menengok Bekas Tambang di Bangka yang Disulap Jadi Lokasi Agrowisata

Regional
Jaringan Telkomsel di Sumatera Kembali Normal Pasca Kebakaran

Jaringan Telkomsel di Sumatera Kembali Normal Pasca Kebakaran

Regional
Warga Enggan Pinjamkan Cangkul karena Takut Tertular, Makam Pasien Covid-19 Ditutup Pakai Tangan

Warga Enggan Pinjamkan Cangkul karena Takut Tertular, Makam Pasien Covid-19 Ditutup Pakai Tangan

Regional
Seorang Istri di Bengkulu Tengah Merekayasa Kasus Pembunuhan Suaminya

Seorang Istri di Bengkulu Tengah Merekayasa Kasus Pembunuhan Suaminya

Regional
Kronologi Avanza Terbakar di Tol Bawen, Polisi Kejar Truk yang Diduga Kabur

Kronologi Avanza Terbakar di Tol Bawen, Polisi Kejar Truk yang Diduga Kabur

Regional
Kisah Agus, Penyandang Tunanetra Dirikan Rumah Belajar Gratis Bagi Anak Berkebutuhan Khusus

Kisah Agus, Penyandang Tunanetra Dirikan Rumah Belajar Gratis Bagi Anak Berkebutuhan Khusus

Regional
Kasus Pembubaran Paksa Acara Midodareni di Solo, Kapolda Jateng: Kita Kejar Pelaku Lainnya

Kasus Pembubaran Paksa Acara Midodareni di Solo, Kapolda Jateng: Kita Kejar Pelaku Lainnya

Regional
2 Staf Sekwan DPRD Kabupaten Bogor Dinyatakan Positif Covid-19

2 Staf Sekwan DPRD Kabupaten Bogor Dinyatakan Positif Covid-19

Regional
Polisi Mulai Selidiki Kasus Kebakaran Lahan di Ogan Ilir

Polisi Mulai Selidiki Kasus Kebakaran Lahan di Ogan Ilir

Regional
'Pak Ganjar, Saya Ingin Kaki Saya Sembuh, Saya Ingin Sekolah...'

"Pak Ganjar, Saya Ingin Kaki Saya Sembuh, Saya Ingin Sekolah..."

Regional
Polemik Potret Nyonya Meneer di Kemasan Minyak Telon, Ini Kata Saksi Ahli dalam Sidang

Polemik Potret Nyonya Meneer di Kemasan Minyak Telon, Ini Kata Saksi Ahli dalam Sidang

Regional
Fakta Gedung Telkom di Pekanbaru Terbakar, Toko Kartu Perdana Laris Manis hingga Keluhan Warga

Fakta Gedung Telkom di Pekanbaru Terbakar, Toko Kartu Perdana Laris Manis hingga Keluhan Warga

Regional
[POPULER NUSANTARA] Anak Gugat Ibu agar Harta Warisan Dibagikan | Kesaksian Warga Melihat Awan Tsunami

[POPULER NUSANTARA] Anak Gugat Ibu agar Harta Warisan Dibagikan | Kesaksian Warga Melihat Awan Tsunami

Regional
Anggota DPRD Ketapang Positif Corona Usai Kembali dari Kunker ke Jakarta

Anggota DPRD Ketapang Positif Corona Usai Kembali dari Kunker ke Jakarta

Regional
Kisah Efi Lahirkan Bayi Kembar 3, Sang Suami Menghilang dan Asuh 6 Anak Seorang Diri

Kisah Efi Lahirkan Bayi Kembar 3, Sang Suami Menghilang dan Asuh 6 Anak Seorang Diri

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X