2 WNA China Selundupkan 44 Sisik Trenggiling dan 2,2 Kg Teripang

Kompas.com - 30/04/2019, 12:33 WIB
PF (kedua dari kiri) menangis saat dihadapkan ke publik dalam press conference di aula Kantor Bea dan Cukai Kuala Namu, Senin (29/4/2019) KOMPAS.com/DewantoroPF (kedua dari kiri) menangis saat dihadapkan ke publik dalam press conference di aula Kantor Bea dan Cukai Kuala Namu, Senin (29/4/2019)

DELI SERDANG, KOMPAS.com - PF (33) dan XY (28), WNA asal China diamankan pihak Bea dan Cukai Kualanamu karena menyelundupkan sisik trenggiling dan teripang kering tanpa dokumen. Mereka diamankan saat akan berangkat ke ke Guangzhou melalui Malaysia.

Kepala Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea dan Cukai TMP B Kuala Namu, Bagus Nugroho Tamtomo Putro mengatakan, penangkapan mereka dilakukan saat petugas Avsec Angkasa Pura II memeriksa barang bawaan di mesin pemindai X-ray di Main Gate Terminal Keberangkatan Bandar Kuala Namu.

Baca juga: Berencana Menikahi Gadis Tasik dengan Biaya Rp 35 Juta, 4 Pria China Diamankan

Dari pemindaian, ditemukan 44 keping sisik trenggiling dan teripang kering seberat 2,2 kg.

Dua WNA China tersebut adalah calon penumpang Air Asia dengan nomor penerbangan AK 394-112 tujuan Kuala Namu - Kuala Lumpur - Guangzhou. Mereka mengakui jika barang tersebut adalah oleh-oleh.

Sisik trenggeling dan teripang kering, mereka sembunyikan di beberapa tempat yaitu dompet, saku baju, tas sandang, amplop, dan kaos kaki.

Senin (29/4/219), Wadirkrimsus Polda Sumut, AKBP Bagus Suropratomo Oktobrianto menjelaskan hingga kini, pihak kepolisian masih mendalami tujuan mereka menyelundupkan sisik trenggeling dan teripang kering.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Dua bahan itu bisa digunakan untuk kosmetik. Sampai kandungan tertentu bisa digunakan sebagai pengikat untuk narkotika jenis sabu-sabu," katanya.

Baca juga: 4 Trenggiling Hasil Sitaan Dibakar di Kantor Kejaksaan

Dia menambahkan, berdasarkan pengakuan keduanya, sisik tenggiling diperoleh dari Kabupaten Humbang Hasundutan.

PF maupun XY tercatat sebagai pekerja proyek PLTA di Humbang Hasundutan.

"Kata mereka untuk dipakai kepentingan sendiri. Dibuat oleh-oleh. Tapi sepertinya mereka dibiayai. Ini yang mau didalami," katanya


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Regional
Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Regional
Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Regional
Lewat 'Wonderful Rongkong', Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Lewat "Wonderful Rongkong", Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Regional
Bupati Jekek Optimistis Pembangunan 14.142 RTLH Wonogiri Selesai pada 2024

Bupati Jekek Optimistis Pembangunan 14.142 RTLH Wonogiri Selesai pada 2024

Regional
 Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.