Kompas.com - 05/12/2018, 18:19 WIB
Sisik trenggiling digunakan sebagai obat, membuat spesies ini terancam punah www.unenvironment.orgSisik trenggiling digunakan sebagai obat, membuat spesies ini terancam punah

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 4 ekor trenggiling dan sejumlah obat terlarang hingga minuman beralkohol dimusnahkan oleh Kejaksaan Negeri Gunungkidul, Yogyakarta Rabu (5/12/2018).

Empat ekor trenggiling yang sudah mati itu terdiri dari tiga ekor dewasa, dan satu kecil, dimusnahkan dengan cara dibakar bersama barang bukti lainnya seperti sabu dan obat terlarang lain.

Sebenarnya, ada lima trenggiling, tetapi satu sudah mati beberapa waktu lalu dan dikubur di BKSDA Yogyakarta.

Baca juga: Kisah Elisa Panjang Selamatkan Trenggiling Sunda yang Terancam Punah

"Sebetulnya untuk kasus trenggiling ada 5 yang dimusnahkan, tetapi yang satu membusuk di Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan dikubur di sana, untuk empat lainnya juga mati tetapi tidak membusuk," kata Kepala Kejaksaan Negeri Gunungkidul Asnawi Mukti, disela pemusnahan barang bukti, di halaman Kantor Kejaksaan Negeri Gunungkidul, Rabu.

Polisi Kehutanan Resor Gunungkidul Agus Sunarto mengatakan, pihak kepolisian mengamankan trenggiling ini dari warga.

Saat itu, kelimanya masih hidup namun saat proeses penyelidikan ada yang stres selain itu ada yang saling menyerang, sehingga trenggiling tersebut mati.

Pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait penangkapan dan pemeliharaan hewan dilindungi. Saat ini, untuk populasi trenggiling bisa ditemukan di wilayah Kecamatan Tanjungsari dan Ngawen.

Baca juga: Lawan Pemburu Trenggiling, Ahli Kembangkan Alat Forensik Sederhana

"Kita sudah melakukan sosialisasi, kemungkinan belum merata di masyarakat Gunungkidul, hewan yang dilindungi sudah ada diatur di undang-undang Nomor 5 Tahun 90, hewan yang dilindungi tidak boleh dipelihara," kata dia.

"Trenggiling diperjualbelikan digunakan untuk bahan baku kosmetik, sedangkan sisiknya informasi yang saya dapat digunakan untuk bahan sabu-sabu," ucap dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.