Gagal Jadi Anggota Dewan, Tukang Sol Sepatu Ini Kembali Kerja di Pasar

Kompas.com - 29/04/2019, 18:09 WIB
Gagal Jadi Dewan, Dwi Handoko Tetap Bekerja Sebagai Sol Sepatu di Depan Pasar Argosari, Wonosari, Gunungkidul, Senin (28/4/2019) KOMPAS.com/MARKUS YUWONOGagal Jadi Dewan, Dwi Handoko Tetap Bekerja Sebagai Sol Sepatu di Depan Pasar Argosari, Wonosari, Gunungkidul, Senin (28/4/2019)

YOGYAKARTA, KOMPAS.com- Gagal menjadi anggota dewan, Dwi Handoko, caleg partai Amanat Nasional (PAN) Dapil I Gunungkidul kembali ke pekerjaanya, yaitu menjadi tukang sol sepatu di depan Pasar Argosari ini.

Saat ditemui Kompas.com di lokasi tempatnya membuka sol sepatu, Dwi tidak bisa menyingkirkan guratan kesedihan setelah mengetahui dirinya hanya mendapatkan 700 suara. Dia tetap melakukan pekerjaan sehari-hari memperbaiki sepatu milik pelanggan.

"Kurang memuaskan karena tidak terpilih," ucapnya saat ditemui di lapaknya Senin (29/4/2019).

Baca juga: Dituduh Curi Suara, Caleg Perindo di Surabaya Mengaku Dianiaya Kompetitornya

Dia mengakui, konstelasi pemilu 2019 cukup berat. Tak sedikit caleg yang memberikan uang untuk mendapatkan kursi. Meski tak menyebut nama, dia memastikan banyak yang menggunakan cara tersebut untuk lolos ke parlemen. Meski demikian, dirinya tak menyalahkan warga ataupun caleg lainnya termasuk melaporkannya ke Bawaslu

"Biar dosanya ditanggung sendiri," katanya.

Handoko mengaku, saat kampanye dirinya aktif mendatangi kelompok-kelompok pengajian. Selain itu, dirinya juga berkampanye dengan cara mengajak diskusi para pelanggannya. Cara itu menurutnya cukup sukses mendongkrak suaranya.

"Saya sempat diundang ke Mata Najwa. Sepertinya itu juga sangat berpengaruh dengan perolehan suara. Saya juga tidak menyangka dapat meraih suara sebanyak 700. Kemungkinan saat diundang acara itu suara saya terdongkrak," ujarnya.

Baca juga: Lagi, Warga dan Caleg Demo Bawaslu Tasik soal Kasus Politik Uang Paketan

Ketika disinggung apakah dirinya kapok untuk nyaleg lagi, Handoko mengatakan tidak kapok asalkan partai tidak memberikan syarat mahar untuk para caleg.

"Ya kalau kapok sih nggak karena awalnya tidak modal. Rileks aja," ucapnya.

Handoko mengaku jika masuk ke dunia politik bukanlah hal baru. Sejak tahun 1999, ia telah masuk ke PAN sebagai pengurus PAN di Desa Playen hingga tahun 2004. Lalu tahun 2010-2015 dirinya menjadi ketua PAN DPC Playen.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

11 Penambang Batu Bara Tewas Tertimbun Longsor, 1 Korban Belum Teridentifikasi

11 Penambang Batu Bara Tewas Tertimbun Longsor, 1 Korban Belum Teridentifikasi

Regional
Banten Catatkan Penambahan Kasus Tertinggi Covid-19, Disumbang dari Ponpes

Banten Catatkan Penambahan Kasus Tertinggi Covid-19, Disumbang dari Ponpes

Regional
Besok, Giliran Buruh Demo Tolak UU Cipta Kerja di Gedung DPRD Kalsel

Besok, Giliran Buruh Demo Tolak UU Cipta Kerja di Gedung DPRD Kalsel

Regional
Hasil Rapid Test Reaktif, 58 Napi di Lapas Perempuan Denpasar Diisolasi di Sel Khusus

Hasil Rapid Test Reaktif, 58 Napi di Lapas Perempuan Denpasar Diisolasi di Sel Khusus

Regional
Dilarang Ikut Demo Tolak UU Cipta Kerja, Mahasiswa UGM Kemping di Kampus

Dilarang Ikut Demo Tolak UU Cipta Kerja, Mahasiswa UGM Kemping di Kampus

Regional
Pasutri Spesialis Pembobol Jok Motor Ditangkap, Suami Ditembak Polisi

Pasutri Spesialis Pembobol Jok Motor Ditangkap, Suami Ditembak Polisi

Regional
Gegara Knalpot Racing, Warga Antarkampung di Papua Ribut, Satu Terluka Dianiaya

Gegara Knalpot Racing, Warga Antarkampung di Papua Ribut, Satu Terluka Dianiaya

Regional
Kecelakaan Beruntun di Jalan Jember-Lumajang, 2 Warga Tewas

Kecelakaan Beruntun di Jalan Jember-Lumajang, 2 Warga Tewas

Regional
Mahasiswa Kecewa Gubernur dan Wagub Kaltim Tak Bersikap Tolak UU Cipta Kerja

Mahasiswa Kecewa Gubernur dan Wagub Kaltim Tak Bersikap Tolak UU Cipta Kerja

Regional
Besok, Jenazah KH Abdullah Syukri Zarkasyi MA Dikebumikan di Pemakaman Keluarga

Besok, Jenazah KH Abdullah Syukri Zarkasyi MA Dikebumikan di Pemakaman Keluarga

Regional
Begini Respons Gugus Tugas Bone soal Emak-emak Berjoget di Pinggir Kolam Renang

Begini Respons Gugus Tugas Bone soal Emak-emak Berjoget di Pinggir Kolam Renang

Regional
Kronologi Tambang Batu Bara Ambles yang Tewaskan 11 Orang di Sumsel

Kronologi Tambang Batu Bara Ambles yang Tewaskan 11 Orang di Sumsel

Regional
Bawaslu Dalami Dugaan Campur Tangan Kadisdik Jatim di Pilkada Lamongan

Bawaslu Dalami Dugaan Campur Tangan Kadisdik Jatim di Pilkada Lamongan

Regional
Polisi Tangkap Pria yang Aniaya Bayi 5 Bulan, Anak Kandungnya Sendiri

Polisi Tangkap Pria yang Aniaya Bayi 5 Bulan, Anak Kandungnya Sendiri

Regional
Tambang Batu Bara Ilegal di Sumsel Ambles, 11 Orang Tewas

Tambang Batu Bara Ilegal di Sumsel Ambles, 11 Orang Tewas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X