Sidang Taufik Kurniawan, Saksi Jelaskan Alasan Beri Uang Terima Kasih Rp 1,2 Miliar

Kompas.com - 25/04/2019, 09:55 WIB
Wakil Ketua DPR RI yang menjadi terdakwa kasus korupsi Taufik Kurniawan, seusai sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (10/4/2019) KOMPAS.com/NAZAR NURDINWakil Ketua DPR RI yang menjadi terdakwa kasus korupsi Taufik Kurniawan, seusai sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (10/4/2019)

SEMARANG, KOMPAS.com - Sidang kasus korupsi kepengurusan Dana Alokasi Khusus (DAK) dengan terdakwa Taufik Kurniawan digelar di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (24/4/2019).

Sejumlah saksi dihadirkan untuk memberikan keterangan berkaitan dengan pemberian uang dalam kasus tersebut. Salah satunya, Direktur PT Purnama Putra, Wiji Laksono.

Wiji mengakui ikut memberikan uang Rp 200 juta dari total uang Rp 1,2 miliar yang diberikan ke Taufik Kurniawan, melalui Ketua PAN Jateng Wahyu Kristianto.

Pemberian uang itu dianggap sebagai bentuk terima kasih karena ada informasi adanya proyek infrastruktur di Purbalingga.

"Itu uang terima kasih karena sudah memberikan informasi ada anggaran,” kata Wiji, memberi kesaksian di persidangan.

Baca juga: Taufik Kurniawan Senang Pindah ke Lapas Kedungpane karena Bisa Berolahraga

Dijelaskannya, uang terima kasih hingga Rp 1,2 miliar merupakan sumbangan dari berbagai macam pengusaha. Setelah terkumpul, uang dibawa Syamsul Rizal Hadi atau Hadi Gejot di kediaman Wahyu Kristianto di Banjarnegara.

“Pak Hadi yang memberikan kepada Pak Wahyu bulan Agustus 2018,” tambahnya.

Baca juga: Terdakwa Korupsi Taufik Kurniawan Tolak Mundur dari Wakil Ketua DPR

Keterangan yang sama disampaikan Direktur Selabaya Indah Pratama, Supriyatno. Dia juga ikut memberi sumbangan, namun ia tidak mendapat jatah proyek infrastruktur dari DAK.

Setelah sidang, kuasa hukum Taufik Kurniawan, Elza Syarif, menjelaskan bahwa saksi yang dihadirkan menjelaskan informasi yang penting.

Menurut dia, saksi menjelaskan bahwa DAK untuk Purbalingga turun begitu saja tanpa ada campur tangan pihak lain yang menjual nama kliennya.

“Berulang kali saksi mengatakan sungkan atau tidak enak kepada pemberi proyek. Sedangkan Wahyu Kristianto menjual nama Pak Taufik untuk mendapatkan keutungan,” tandasnya.

Dalam perkara ini, Taufik didakwa menerima suap hingga Rp 4,8 miliar ketika membantu mengurus dana alokasi khusus (DAK) di Kabupaten Kebumen dan Purbalingga.

Dia dijerat dengan dua pasal. Pertama, diduga melanggar ketentuan pasal 12 huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 65 Ayat (1) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara dakwaan pasal kedua yaitu diduga melanggar ketentuan pasal 11 undang-undang yang sama.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BERITA FOTO: 17 Bayi Lahir di Tenda Pengungsian Gempa Ambon, Ada yang Kembar hingga Nama yang Unik

BERITA FOTO: 17 Bayi Lahir di Tenda Pengungsian Gempa Ambon, Ada yang Kembar hingga Nama yang Unik

Regional
Tabrakan Maut Rombongan Pengantin, 1 Korban Dirujuk ke Banda Aceh, 4 Rawat Jalan

Tabrakan Maut Rombongan Pengantin, 1 Korban Dirujuk ke Banda Aceh, 4 Rawat Jalan

Regional
Kisah Anwar, Merintis Usaha Gula Semut Sejak SMA, Kini Miliki Omzet Ratusan Juta Per Bulan

Kisah Anwar, Merintis Usaha Gula Semut Sejak SMA, Kini Miliki Omzet Ratusan Juta Per Bulan

Regional
Balita Tewas dengan Luka Lebam dan Sundutan Rokok, Pengakuan Ibu Jatuh dari Kamar Mandi

Balita Tewas dengan Luka Lebam dan Sundutan Rokok, Pengakuan Ibu Jatuh dari Kamar Mandi

Regional
Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Jambi

Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Jambi

Regional
Angin Puting Beliung Rusak Rumah Warga dan Padamkan Listrik

Angin Puting Beliung Rusak Rumah Warga dan Padamkan Listrik

Regional
Kisah Desa Menari di Lereng Telomoyo

Kisah Desa Menari di Lereng Telomoyo

Regional
Gunakan Senapan Angin, Suami Tembak Pria yang Diduga Selingkuhan Istri

Gunakan Senapan Angin, Suami Tembak Pria yang Diduga Selingkuhan Istri

Regional
SPBU Terbakar di Bukittinggi, Api Diduga dari Mobil yang Isi BBM dengan Tangki Tambahan

SPBU Terbakar di Bukittinggi, Api Diduga dari Mobil yang Isi BBM dengan Tangki Tambahan

Regional
Para Bacalon Wali Kota Samarinda Penjaringan PDI-P Ramai-ramai Siapkan Isi Tas

Para Bacalon Wali Kota Samarinda Penjaringan PDI-P Ramai-ramai Siapkan Isi Tas

Regional
Kongres Sampah Jateng Hasilkan Rekomendasi Pembentukan Satgas Sampah

Kongres Sampah Jateng Hasilkan Rekomendasi Pembentukan Satgas Sampah

Regional
Korban Gempa Maluku Diminta Bayar Biaya Rumah Sakit, Kadis Kesehatan Sarankan Berobat di Posko Kesehatan

Korban Gempa Maluku Diminta Bayar Biaya Rumah Sakit, Kadis Kesehatan Sarankan Berobat di Posko Kesehatan

Regional
Seberangi Rel Tak Berpalang Pintu, Mobil Avanza Ringsek Tertabrak Kereta

Seberangi Rel Tak Berpalang Pintu, Mobil Avanza Ringsek Tertabrak Kereta

Regional
Waspadai Hujan Lebat Selama 2 Hari yang Berpotensi Sebabkan Banjir di Sumut

Waspadai Hujan Lebat Selama 2 Hari yang Berpotensi Sebabkan Banjir di Sumut

Regional
Pilkada Samarinda, Ketua DPD Gerindra Kaltim Ikut Penjaringan PDI-P

Pilkada Samarinda, Ketua DPD Gerindra Kaltim Ikut Penjaringan PDI-P

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X