Ini Modus Kejahatan Cybercrime yang Dilakukan 40 WN Taiwan dan China

Kompas.com - 22/04/2019, 15:08 WIB
Sejumlah wna asal Taiwan dan China ditangkap karena diduga melanggar imigrasi dan pidana cybercrime, Senin (22/4/2019). KOMPAS.com/NAZAR NURDINSejumlah wna asal Taiwan dan China ditangkap karena diduga melanggar imigrasi dan pidana cybercrime, Senin (22/4/2019).

SEMARANG, KOMPAS.com - Sebanyak 40 warga negara Taiwan, dan China, ditangkap jajaran Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia diduga melakukan pelanggaran imigrasi, sekaligus kejahatan dunia maya.

Kepolisian mengungkap modus yang digunakan para pelaku untuk menyembunyikan kejahatan cyber, terutama saat berada di kawasan elit di Puri Anjasmoro, Kelurahan Tawangsari, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang.

Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Komisaris Besar (Kombes) Agus Triatmadja menjelaskan, modus yang digunakan pelaku yaitu dengan menyewa sebuah rumah cukup besar di sebuah perumahan elite.

Baca juga: 40 WN Taiwan dan China Ditangkap, Diduga Lakukan Tindak Pidana Siber

Rumah yang disewa mempunyai pagar tinggi. Di dalam rumah, kemudian dilakukan pemugaran agar rumah menjadi kedap suara.

"Rumah dimodifikasi agar kedap suara, jendela dan pintu ditutup menggunakan busa. Mereka bekerja secara berkelompok atau merupakan sindikat," kata Agus, sesuai keterangan pers penangkapan 40 WNA tersebut di rumah detensi imigrasi Semarang, Senin (22/4/2019).

Agus mengatakan, untuk menjalankan aksi kejahatan di bidang cyber, mereka dibantu sarana internet untuk melakukan panggilan telepon dengan fasilitas Voice Over Internet Protocol (VOIP).

Mereka juga menggunakan aplikasi Skype untuk menghubungi para calon korban.

Dijelaskan Agus, modus penipuan atau pemerasan dilakukan terhadap warga di dua negara tersebut. Namun, semua tindak kejahatan dilakukan di wilayah hukum Indonesia.

Baca juga: WN Malaysia yang Ditikam Pengusaha Batam Berutang Rp 7 M ke Pelaku

Dalam aksinya, sambung dia, para pelaku berpura-pura sebagai penegak hukum yang menginformasikan kepada korban bahwa dia terkena masalah hukum.

Oleh pelaku, korban direkomendasikan untuk menghubungi ke bagian kepolisian atau pengadilan untuk mengurus perkaranya.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

2 Balita Tewas Terbakar Dalam Mobil Tetangga, Pemilik Kendaraan dan Orangtua Dinilai Lalai

2 Balita Tewas Terbakar Dalam Mobil Tetangga, Pemilik Kendaraan dan Orangtua Dinilai Lalai

Regional
Pelempar Bom Molotov di Rumah Pegawai Pengadilan Tinggi Pura-pura Silaturahim Lebaran

Pelempar Bom Molotov di Rumah Pegawai Pengadilan Tinggi Pura-pura Silaturahim Lebaran

Regional
Polisi dan TNI Akan Dampingi dan Awasi 'New Normal' di Jabar Selama 14 Hari

Polisi dan TNI Akan Dampingi dan Awasi "New Normal" di Jabar Selama 14 Hari

Regional
2 Balita Tewas Terbakar di Dalam Mobil Tetangga, Pemilik Halalbihalal, Orangtua Bekerja

2 Balita Tewas Terbakar di Dalam Mobil Tetangga, Pemilik Halalbihalal, Orangtua Bekerja

Regional
UPDATE Corona Maluku 27 Mei: 188 Positif, 8 Meninggal, 34 Pasien Sembuh

UPDATE Corona Maluku 27 Mei: 188 Positif, 8 Meninggal, 34 Pasien Sembuh

Regional
Tepergok Istri Saat Perkosa Tetangga, Bapak 2 Anak Ditangkap Polisi

Tepergok Istri Saat Perkosa Tetangga, Bapak 2 Anak Ditangkap Polisi

Regional
UPDATE Corona Kalsel 27 Mei: 703 Pasien Positif, 71 Meninggal, 81 Sembuh

UPDATE Corona Kalsel 27 Mei: 703 Pasien Positif, 71 Meninggal, 81 Sembuh

Regional
Oknum TNI Adu Jotos dan Tembak Warga Sipil di Nunukan

Oknum TNI Adu Jotos dan Tembak Warga Sipil di Nunukan

Regional
'Genting Berjatuhan, Saya Mengangkat Lemari Kayu Demi Menyelamatkan Ayah'

"Genting Berjatuhan, Saya Mengangkat Lemari Kayu Demi Menyelamatkan Ayah"

Regional
14 Tahun Gempa Yogya, Gotong Royong Jadi Modal untuk Bangkit

14 Tahun Gempa Yogya, Gotong Royong Jadi Modal untuk Bangkit

Regional
Protes Pembagian BLT, Warga di Maluku Tengah Segel Kantor Desa

Protes Pembagian BLT, Warga di Maluku Tengah Segel Kantor Desa

Regional
Dilempar Bom Molotov, Rumah Pegawai Pengadilan Tinggi Tanjung Karang Terbakar

Dilempar Bom Molotov, Rumah Pegawai Pengadilan Tinggi Tanjung Karang Terbakar

Regional
Pembuat Petasan Tewas Kena Ledakan Mercon, Dua Anak Terluka

Pembuat Petasan Tewas Kena Ledakan Mercon, Dua Anak Terluka

Regional
Update Covid-19 Papua: Total 652 Kasus Positif, 800 Sampel Antre Diperiksa di Lab

Update Covid-19 Papua: Total 652 Kasus Positif, 800 Sampel Antre Diperiksa di Lab

Regional
Tersesat di Permukiman, Ambulans Pasien Covid-19 Diamuk Massa, Ini Kronologinya

Tersesat di Permukiman, Ambulans Pasien Covid-19 Diamuk Massa, Ini Kronologinya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X