Ini Harapan Penyintas Bencana Palu kepada Pemimpin Terpilih

Kompas.com - 17/04/2019, 15:13 WIB
Ratusan penyintas bencana Petobo, antusias mendatango TPS untuk mengginakan hak suaranya, Rabu (17/4/2019). Erna Dwi Lidiawati/KOMPAS.comRatusan penyintas bencana Petobo, antusias mendatango TPS untuk mengginakan hak suaranya, Rabu (17/4/2019).

PALU, KOMPAS.com - Pesta demokrasi menentukan calon pemimpin di Indonesia hari ini mulai digelar. Semua warga negara yang berusia 17 tahun ke atas wajib menggunakan hak suaranya.

Tidak terkecuali, warga penyintas bencana di Kelurahan Petobo, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Sulawesi Tengah. Hari ini, mereka juga turut menggunakan hak suaranya.

Ratusan lebih penyintas bencana di hunian sementara (huntara) yang tinggal di Jalan Jepang, Kelurahan Petobo sudah sejak pagi mendatangi tempat pemungutan suara (TPS).

Baca juga: Diam-diam Lakukan Survei, Amien Rais Yakin Prabowo-Sandi Menang di Pilpres 2019

Salah satunya adalah Mince (35) penyintas bencana yang harus kehilangan anak semata wayangnya saat fenomena likuifaksi menelan rumahnya.

“Sudah dari pagi saya menunggu. Ini sementara menunggu panggilan,” kata Mince, Rabu (17/4/2019).

Saat ditanya siapa yang akan dipilih nanti, Mince hanya menjawab rahasia.

Baca juga: Prabowo-Sandiaga Uno Unggul di Lapas Tua Tunu Pangkal Pinang

Namun begitu, ia berharap siapa pun nanti yang menang, bisa mewakili warga penyintas bencana Petobo untuk kehidupan yang lebih baik.

Tak hanya Mince, Ningsih (39) penyintas bencana lainnya juga mengharapkan hal yang sama.

“Sekarang so tambah susah tidak ada lagi uang untuk hidup sehari-hari. Saya berharap siapapun pemimpin yang menang bisa memperhatikan nasib kita yang sudah kehilangan rumah dan segala-galanya ini," ujar Ningsih.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dinilai Merugikan, Puluhan Warga di Luwu Hentikan Paksa Aktivitas Galian C

Dinilai Merugikan, Puluhan Warga di Luwu Hentikan Paksa Aktivitas Galian C

Regional
IPB: Dana Riset Dasar Minim hingga Kurang Diminati, Indonesia Terancam Impor Riset Negara Lain

IPB: Dana Riset Dasar Minim hingga Kurang Diminati, Indonesia Terancam Impor Riset Negara Lain

Regional
Detik-detik 2 Santri Terseret Air Bah karena Ingin Tolong Teman, 1 Tewas, 1 Hilang

Detik-detik 2 Santri Terseret Air Bah karena Ingin Tolong Teman, 1 Tewas, 1 Hilang

Regional
Digugat IRT yang Tak Terima Dinyatakan Terpapar Covid-19, Gugus Tugas: Sudah Sesuai Prosedur

Digugat IRT yang Tak Terima Dinyatakan Terpapar Covid-19, Gugus Tugas: Sudah Sesuai Prosedur

Regional
Tak Lagi Zona Merah Covid-19, Banjarmasin Berencana Buka Objek Wisata

Tak Lagi Zona Merah Covid-19, Banjarmasin Berencana Buka Objek Wisata

Regional
3 Hari Keluar Kota, Warga Wajib Tunjukkan Hasil Tes Swab Negatif Covid-19 Saat Kembali ke Surabaya

3 Hari Keluar Kota, Warga Wajib Tunjukkan Hasil Tes Swab Negatif Covid-19 Saat Kembali ke Surabaya

Regional
4 Pria Tertangkap Bawa Sabu 6 Kg, Pelaku Diupah Rp 180 Juta

4 Pria Tertangkap Bawa Sabu 6 Kg, Pelaku Diupah Rp 180 Juta

Regional
'Warga Terdaftar Sebagai Penerima tapi Tidak Mendapat Bantuan'

"Warga Terdaftar Sebagai Penerima tapi Tidak Mendapat Bantuan"

Regional
[POPULER NUSANTARA] Bahar bin Smith Jadi Tersangka | Bocah Balita Kerap Minta Maaf karena Trauma

[POPULER NUSANTARA] Bahar bin Smith Jadi Tersangka | Bocah Balita Kerap Minta Maaf karena Trauma

Regional
Mereka yang Merawat Ikrar Sumpah Pemuda di Maluku, Kalbar, dan Sumbar

Mereka yang Merawat Ikrar Sumpah Pemuda di Maluku, Kalbar, dan Sumbar

Regional
Tak Terima Dinyatakan Positif Covid-19, IRT Gugat Gugus Tugas dan RS ke Pengadilan

Tak Terima Dinyatakan Positif Covid-19, IRT Gugat Gugus Tugas dan RS ke Pengadilan

Regional
Tidak Kena Tilang, Belasan Pelanggar Lalu Lintas Disuruh Shalat Gaib di Pinggir Jalan

Tidak Kena Tilang, Belasan Pelanggar Lalu Lintas Disuruh Shalat Gaib di Pinggir Jalan

Regional
Muridnya Menikah Dini, Guru: Sedih Saat Mendengar Siswi Saya Keguguran, KDRT, dan Bercerai

Muridnya Menikah Dini, Guru: Sedih Saat Mendengar Siswi Saya Keguguran, KDRT, dan Bercerai

Regional
Sejumlah Pegawai Setda Positif Covid-19, Kantor Bupati Garut Ditutup Sepekan

Sejumlah Pegawai Setda Positif Covid-19, Kantor Bupati Garut Ditutup Sepekan

Regional
Cerita Yaidah Kesulitan Urus Akta Kematian Putranya di Pemkot Surabaya hingga Harus ke Jakarta

Cerita Yaidah Kesulitan Urus Akta Kematian Putranya di Pemkot Surabaya hingga Harus ke Jakarta

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X