6 Fakta "Serangan Fajar" Sejumlah Oknum Caleg, Dimarahi Warga hingga Rampas Ponsel Petugas TPS

Kompas.com - 16/04/2019, 14:26 WIB
Lombok Timur, Kompas.Com inilah Barang Bukti yang diserahkan warga setelah OTT tergadap Caleg DPRD Kabupaten Lombok Timur Dapil I dari PKS dok Bawaslu NTBLombok Timur, Kompas.Com inilah Barang Bukti yang diserahkan warga setelah OTT tergadap Caleg DPRD Kabupaten Lombok Timur Dapil I dari PKS

KOMPAS.com - Sejumlah calon legislatif tertangkap basah sedang bagi-bagi amplop berisi uang menjelang pemilu.

Salah satunya adalah AA, calon anggota legislatif ( caleg) DPRD Kabupaten Lombok Timur Dapil I dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

AA terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh masyarakat dan Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) karena melakukan money politics dengan bagi bagi uang Rp 25.000, Senin (15/4/2019) malam.

Selain AA, kejadian serupa menimpa HSL, caleg dari Partai Golkar yang maju di DPRD provinsi dapil Sulbar 2. HSL tertangkap tangan oleh petugas TPS sedang membagi-bagikan sejumlah uang di rumah salah satu masyarakat di Desa Sumarrang, Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Senin (15/4/2019).

Berikut ini fakta lengkap dari kedua kasus tersebut:

1. Warga marah saat disodori amplop isi uang

IlustrasiKOMPAS/DIDIE SW Ilustrasi

Berdasarkan laporan Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu) Kabupaten Lombok Timur, caleg AA mengumpulkan warga di dua dusun di wilayah Dengen Timur, Kecamatan Selong, Lombok Timur.

Lalu AA membagikan amplop berisi uang kepada warga. Bukannya menerima amplop, warga justru menahan sang caleg dan melaporkannya.

"Benar yang bersangkutan diamankan saat masa tenang oleh masyarakat dan petugas PTPS yang melapor. Setelah ditangani Panwascam, baru kemudian ditangani di Panwaslu kabupaten untuk klarifikasi dan ditindaklanjuti kasusnya oleh Tim Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu)," kata Ketua Bawaslu Kabupaten Lombok Timur Retno Sirnopati saat dikonfirmasi Kompas.com, Selasa (16/4/2019).

Baca Juga: Bawaslu Ponorogo Amankan Rp 66 juta Diduga untuk Politik Uang Pileg 2019

2. Warga marah dan tolak amplop 

Ilustrasi calegKOMPAS Ilustrasi caleg

Retno mengatakan, caleg AA mengakui memberikan amplop putih berisi uang sebesar Rp 25.000 serta stiker foto sang caleg lengkap dengan logo partainya.

Namun demikian, sikap masyarakat saat itu mendapat apresiasi dari Divisi Hukum, Data, dan Informasi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi NTB Suhardi.

Dirinya menjelaskan, saat kejadian dirinya tengah berada di Lombok Timur dan mengikuti proses klarifikasi dari caleg yang bersangkutan.

"Yang membuat kami sangat bangga adalah reaksi masyarakat yang disodori amplop justru marah dan langsung melaporkannya ke petugas pengawas pemilu di kecamatan. Menghindari tindakan massa yang tidak kita inginkan, caleg yang bersangkutan langsung dibawa ke Bawaslu kabupaten untuk klarifikasi," papar Suhardi.

Baca Juga: Caleg PKS Tertangkap Tangan Bagi-bagi Uang karena Laporan Masyarakat

3. AA terancam dicoret karena lakukan money politics

Ilustrasi pemiluSERAMBI/M ANSHAR Ilustrasi pemilu

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ibu Hamil Meninggal karena Covid-19, Disusul Ayah dan Ibu Berstatus PDP

Ibu Hamil Meninggal karena Covid-19, Disusul Ayah dan Ibu Berstatus PDP

Regional
Hemat Anggaran, 130 Tenaga Medis RS Rujukan Covid-19 Sumut Pindah dari Hotel ke Wisma Atlet

Hemat Anggaran, 130 Tenaga Medis RS Rujukan Covid-19 Sumut Pindah dari Hotel ke Wisma Atlet

Regional
Detik-detik Buaya Terkam Nelayan, Korban Tewas hingga Petugas Keluarkan Tembakan

Detik-detik Buaya Terkam Nelayan, Korban Tewas hingga Petugas Keluarkan Tembakan

Regional
152 Tenaga Medis Positif Covid-19 di NTB, Wagub: Sebagian Besar Bertugas di IGD

152 Tenaga Medis Positif Covid-19 di NTB, Wagub: Sebagian Besar Bertugas di IGD

Regional
Santri Klaster Temboro Positif Corona Kabur dari Klinik, Diduga Kangen Keluarga

Santri Klaster Temboro Positif Corona Kabur dari Klinik, Diduga Kangen Keluarga

Regional
Update 4 Juni 2020, Jumlah Pasien Corona di Sumsel Bertambah

Update 4 Juni 2020, Jumlah Pasien Corona di Sumsel Bertambah

Regional
Melonjak 109 Pasien Positif, Kalsel Catat 1.142 Kasus Corona

Melonjak 109 Pasien Positif, Kalsel Catat 1.142 Kasus Corona

Regional
Karawang Segera Lakukan Tes Swab Massal, Diutamakan untuk ODP, PDP dan OTG

Karawang Segera Lakukan Tes Swab Massal, Diutamakan untuk ODP, PDP dan OTG

Regional
Pria Ini Pukuli Tenaga Medis karena Kesal Tak Bisa Ikut Rapid Test

Pria Ini Pukuli Tenaga Medis karena Kesal Tak Bisa Ikut Rapid Test

Regional
3 Kecamatan di Tulang Bawang Diterpa Puting Beliung

3 Kecamatan di Tulang Bawang Diterpa Puting Beliung

Regional
Meningkat Signifikan, 317 Pasien Positif Covid-19 di Surabaya Sembuh dalam 3 Hari

Meningkat Signifikan, 317 Pasien Positif Covid-19 di Surabaya Sembuh dalam 3 Hari

Regional
UPDATE Corona Kudus 4 Juni: 11 Pasien Positif Masih Dirawat, 44 Sembuh

UPDATE Corona Kudus 4 Juni: 11 Pasien Positif Masih Dirawat, 44 Sembuh

Regional
Risma Kirim Tenaga Medis untuk Wakil Wali Kota Surabaya yang Dikabarkan ODP

Risma Kirim Tenaga Medis untuk Wakil Wali Kota Surabaya yang Dikabarkan ODP

Regional
Dampak Gempa Aceh M 4,8 dan 11 Gempa Susulan, 17 Bangunan di Sabang Rusak

Dampak Gempa Aceh M 4,8 dan 11 Gempa Susulan, 17 Bangunan di Sabang Rusak

Regional
Pasien Positif Covid-19 Tertua di Indonesia Itu Tak Pernah Keluar Rumah...

Pasien Positif Covid-19 Tertua di Indonesia Itu Tak Pernah Keluar Rumah...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X