Dua Warga Laporkan Dugaan "Money Politics" Pemilu 2019 ke Bawaslu Ogan Ilir

Kompas.com - 15/04/2019, 17:09 WIB
Kedua warga Ogan Ilir, Darwin dan Mastina yang melaporkan adanya dugaan money politik atau politik uang menunjukkan lembaran bukti laporan yang diterima dari Bawaslu Ogan Ilir KOMPAS.com/AMRIZA NURSATRIAKedua warga Ogan Ilir, Darwin dan Mastina yang melaporkan adanya dugaan money politik atau politik uang menunjukkan lembaran bukti laporan yang diterima dari Bawaslu Ogan Ilir

INDRALAYA, KOMPAS.com -Dua warga Desa Kelampadu, Kecamatan Muara Kuang, Ogan Ilir (OI) Provinsi Sumatera Selatan, yakni Darwin (34) dan Mastina (44), melaporkan dugaan politik uang dari dua calon anggota legislatif (caleg) dari dua partai berbeda ke Bawaslu Ogan Ilir hari ini Senin (15/4/2019).

Kedua warga tersebut melapor dengan membawa bukti lembaran uang dan kartu nama dari kedua caleg tersebut.

Di Kantor Bawaslu Ogan Ilir, keduanya diterima bagian Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) dan langsung diperiksa di ruang tertutup secara bergiliran.

Baca juga: Warga Tangkap Dua Terduga Pelaku Politik Uang

Usai diperiksa, Darwin dan Mastina langsung memberikan keterangan kronologis kejadian dan mengapa keduanya memilih melapor ke Bawaslu Ogan Ilir.

Dari pengakuan keduanya, minggu dan sabtu malam kemarin. Mereka di datangi tim suskes salah satu caleg untuk pemilihan DPRD Provinsi Sumatera Selatan dan DPRD Ogan Ilir dari salah satu partai politik.

Saat itu, tim sukses dari kedua caleg tersebut memberi amplop berisi uang sebesar masing-masing Rp 40 ribu dan Rp 100 ribu beserta kartu nama caleg, dengan permintaan agar memilih caleg dengan inisial HM dan AM.

Merasa perbuatan itu melanggar aturan pemilu, keduanya pun memutuskan melapor ke Bawaslu Ogan Ilir dan meminta laporan itu ditindaklanjuti dengan serius.

“Saya datang ke Kantor Bawaslu Ogan Ilir, melaporkan adanya dugaan perbuatan money politic dari caleg salah satu partai untuk DPRD Provinsi Sumatera Selatan (inisial HM) dengan cara memberi amplop berisi uang 40 ribu rupiah dan sebuah kartu nama caleg tersebut,” katanya.

Baca juga: Rawan Konflik, Panwaslu Jakarta Utara Bakal Patroli Politik Uang

Sedangkan Mastina juga melaporkan hal yang sama. Ia juga ditemui salah satu tim sukses caleg dan diberi amplop berisi uang dengan permintaan untuk memilih caleg dimaskud.

“saya ditemui tim sukses salah satu cakeg (insisial AM) lalu diberi amplop berisi uang 100 ribu rupiah dan diminta memilih caleg tersebut,” katanya

Sementara, Ketua Bawaslu Ogan Ilir Dermawan Iskandar mengatakan, laporan keduanya sudah diterima dan akan segera dilakukan kajian.

Jika terbukti memenuhi unsur pidana pemilu, maka dalam waktu 1x24 jam akan diserahkan ke penyidik kepolisian untuk diproses hukum.

Baca juga: Cegah Politik Uang di Masa Tenang, Puluhan Ribu Petugas Gabungan di Sulsel Gelar Patroli

“Laporan sudah diterima oleh petugas Gakkumdu dan akan segera dikaji, jika memenuhi unsur pidana maka dalam waktu 1 x 24 jam langsung akan kami laporkan ke penyidik kepolisian untuk proses hukum,” jelasnya

Dermawan Iskandar menambahkan, jika nanti dalam penyelidikan polisi terbukti melanggar hukum dan memiliki kekuatan hukum tetap maka caleg yang dilaporkan dapat didiskualifikasi. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sederet Fakta Bupati Situbondo Meninggal karena Covid-19, Disebut Terserang Virus yang Tergolong Ganas

Sederet Fakta Bupati Situbondo Meninggal karena Covid-19, Disebut Terserang Virus yang Tergolong Ganas

Regional
Pantau Penerapan Protokol Kesehatan di Pasar, Pemkab Sidoarjo Pasang CCTV

Pantau Penerapan Protokol Kesehatan di Pasar, Pemkab Sidoarjo Pasang CCTV

Regional
Debat Pilkada Wonogiri, Paslon Harjo Soroti soal Investasi

Debat Pilkada Wonogiri, Paslon Harjo Soroti soal Investasi

Regional
Dicekoki Pacar Miras hingga Mabuk, Gadis di Bawah Umur Dicabuli 5 Temannya

Dicekoki Pacar Miras hingga Mabuk, Gadis di Bawah Umur Dicabuli 5 Temannya

Regional
Pelajar yang Jadi Tersangka Saat Demo Tolak UU Cipta Kerja di Jember Dibebaskan

Pelajar yang Jadi Tersangka Saat Demo Tolak UU Cipta Kerja di Jember Dibebaskan

Regional
Gelar Sekolah Tatap Muka, Disdikpora Bantul Tunggu Izin Bupati dan Orangtua

Gelar Sekolah Tatap Muka, Disdikpora Bantul Tunggu Izin Bupati dan Orangtua

Regional
Jengah dengan Pandemi, Emak-emak Petani Ciptakan Batik Tulis Bermotif Corona

Jengah dengan Pandemi, Emak-emak Petani Ciptakan Batik Tulis Bermotif Corona

Regional
Kronologi KKB Serang Pasukan TNI yang Sedang Patroli di Nduga, 3 Prajurit Terluka

Kronologi KKB Serang Pasukan TNI yang Sedang Patroli di Nduga, 3 Prajurit Terluka

Regional
Pasien Covid-19 Meninggal di Salatiga Bertambah, Razia Protokol Kesehatan Digencarkan

Pasien Covid-19 Meninggal di Salatiga Bertambah, Razia Protokol Kesehatan Digencarkan

Regional
Kondisi 3 Prajurit TNI yang Terluka dalam Kontak Senjata dengan KKB di Nduga

Kondisi 3 Prajurit TNI yang Terluka dalam Kontak Senjata dengan KKB di Nduga

Regional
Kata BPOM Soal Uji Klinis Vaksin Covid-19: Dalam Sebulan Aspek Khasiatnya Hasilnya Baik

Kata BPOM Soal Uji Klinis Vaksin Covid-19: Dalam Sebulan Aspek Khasiatnya Hasilnya Baik

Regional
Kontak Senjata TNI dengan KKB di Nduga, 3 Prajurit Terluka

Kontak Senjata TNI dengan KKB di Nduga, 3 Prajurit Terluka

Regional
Mayoritas Wali Murid Ingin Sekolah Dibuka Kembali, Ini Sikap Wali Kota Probolinggo...

Mayoritas Wali Murid Ingin Sekolah Dibuka Kembali, Ini Sikap Wali Kota Probolinggo...

Regional
3 Petugas Tracing Dinkes Jember Positif Covid-19, Kantor Ditutup

3 Petugas Tracing Dinkes Jember Positif Covid-19, Kantor Ditutup

Regional
Di Tengah Pandemi Covid-19, Kekerasan Seksual Perempuan dan Anak Menonjol di Sulteng

Di Tengah Pandemi Covid-19, Kekerasan Seksual Perempuan dan Anak Menonjol di Sulteng

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X