Saling Klaim Kubu Jokowi dan Prabowo soal Dukungan Warga NU di Jatim

Kompas.com - 12/04/2019, 19:00 WIB
Dua pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dan Joko Widodo-Maruf Amin saat acara pengambilan nomor urut di Kantor Komisi Pemilihan Umum, Jakarta, Jumat (21/9/2018). KOMPAS.COM/ KRISTIANTO PURNOMODua pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dan Joko Widodo-Maruf Amin saat acara pengambilan nomor urut di Kantor Komisi Pemilihan Umum, Jakarta, Jumat (21/9/2018).

KOMPAS.com - Dukungan warga Nahdlatul Ulama ( NU) bagi masing-masing calon presiden dan calon wakil presiden di Pilpres 2019 dinilai akan berdampak signifikan bagi perolehan suara.

Tak heran baik kubu Jokowi-Ma'ruf maupun Prabowo-Sandiaga, khususnya di Jawa Timur, saling mengklaim mendapat dukungan dari kalangan NU.

Wakil Sekretaris TKD Jokowi-Ma’ruf Amin Jawa Timur, Sri Untari Bisowarno, mengatakan, ulama NU di Jawa Timur, telah memberikan dukungannya suaranya untuk Jokowi-Ma’ruf Amin.

Ulama besar dari NU, lanjut dia, telah memerintahkan semua alumnus, santri, dan keluarga besar masing-masing untuk mendukung Jokowi-Ma’ruf Amin.

Baca juga: Ikatan Sarjana NU Menyatakan Dukung Jokowi-Maruf Amin

Sebab, Jokowi pun menggandeng ulama, yakni Ma’ruf Amin, yang diyakini memiliki pengaruh kuat di NU.

”Kami menjadi lebih yakin dan lebih membesarkan hati dengan totalitas dukungan dari semua
elemen masyarakat,” kata Untari, dalam wawancara dengan Kompas.com, belum lama ini.

Untari yang juga Sekretaris DPD PDI-P Jawa Timur ini mengklaim, pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin sejauh ini sudah unggul di tiga wilayah kebudayaan di Jawa Timur, yakni Mataraman, Arek, dan Tapal Kuda.

Klaim yang sama diutarakan Ketua Harian BPP Prabowo-Sandi Jawa Timur, Anwar Sadad.

 

Peluang kemenangan Prabowo-Sandi di Jawa Timur, kata Anwar, juga terbuka dengan keyakinan ada dukungan kelompok akar rumput warga Nahdatul Ulama (NU) atau Nahdiyin di Jawa Timur.

Anggota Fraksi Gerindra DPRD Jatim ini meyakini, dukungan NU untuk pasangan calon nomor urut 01, Jokowi-Ma'ruf Amin, hanya dari ulama struktural NU.

Adapun ulama kultural NU, yang bersinggungan langsung dengan masyarakat, dia klaim mendukung pasangan calon nomor urut 02, Prabowo-Sandiaga.

Anwar mengutip pula data hasil survei Litbang Kompas yang menyebut, kontribusi pendukung Ma'ruf Amin untuk kemenangan Jokowi hanya 5,4 persen dari total 49 persen pemilih NU.

Artinya, ada sekitar 30 persen lebih pemilih NU yang memilih capres selain Jokowi.

"Saya yakin, justru jemaah NU di akar rumput akan memilih calon selain Jokowi, karena mereka lebih paham memaknai bagaimana NU berpolitik," ujar Anwar Sadad.

Baca juga: Bendera NU di Kampanye Sandiaga Diprotes, Ini Tanggapan BPP Jatim

Kelompok akar rumput NU menurut dia meyakini prinsip politik NU adalah politik kebangsaan, bukan politik kekuasaan.

"Politik kebangsaan adalah politik yang berorientasi untuk kemaslahatan bangsa, tapi politik kekuasaan hanya memiliki orientasi membela penguasa untuk mempertahankan kekuasaannya. Saya kira Nahdiyin sangat paham soal prinsip ini," kata dia.

Siapa yang bakal unggul?

Pengamat politik dari Universitas Bina Nusantara (Binus) Kota Malang, Frederik Masri Gasa, memprediksi, Prabowo dan Sandiaga Uno sulit mengejar keunggulan Jokowi-Ma'ruf Amin di Jawa Timur, yang adalah basis NU.

Hasil survei yang menunjukkan selisih elektabilitas yang cukup besar di antara kedua pasangan, diperkirakan sulit untuk diubah.

Terlebih lagi, sebut dia, warga Nahdliyin terang-terangan mendukung Jokowi-Ma'ruf Amin.

Frederik mengatakan, dalam rentang waktu pencoblosan yang tinggal hitungan hari ini akan sulit bagi Prabowo-Sandiaga menyalip Jokowi-Ma'ruf Amin di Jawa Timur.

“Agak berat bagi 02 di Jawa Timur untuk menyalip perolehan 01. Agak susah. Kalah tipis, selisih, mungkin bisa saja," kata dia, kepada Kompas.com, Senin (8/4/2019).

Sementara itu, pengamat politik yang juga Ketua Program Studi Magister Ilmu Sosial Universitas Brawijaya (UB), Wawan Sobari, memperkirakan, tingkat keterpilihan Jokowi-Ma'ruf di Jawa Timur cenderung naik dibandingkan pada Pilpres 2014.

Pada Pilpres 2014, Jokowi yang berpasangan dengan Jusuf Kalla meraih 53,17 persen suara di Jawa Timur.

Adapun Prabowo Subianto yang berpasangan dengan Hatta Rajasa memperoleh 46,38 persen. Tipis.

Kondisi itu diperkirakan bakal berbeda dengan gelaran Pilpres 2019.

Setidaknya, data survei Litbang Kompas pada 22 Februari-5 Maret 2019 menakar elektabilitas Jokowi-Ma'ruf di Jawa Timur mencapai 57,1 persen dan Prabowo-Sandi 27,8 persen.

Baca juga: PWNU Jatim Tak Rela Dunia Akhirat Bendera NU Dipakai Sandiaga Kampanye

Jawa Timur sebagai basis NU diyakini sebagai faktor yang menyumbang peningkatan elektabilitas untuk pasangan Jokowi-Ma'ruf.

Ini terkait sosok Ma'ruf yang lekat dengan NU, berbeda dengan Jusuf Kalla yang menjadi pasangan Jokowi pada 2014.

Wawan juga berpendapat, keunggulan Jokowi-Ma'ruf di Jawa Timur sulit dikejar Prabowo-Sandi.

Menurut dia, polarisasi dukungan yang terjadi di Jawa Barat dan DKI Jakarta kepada Prabowo-Sandi sulit masuk ke Jawa Timur.

Ini karena, kata dia, Jawa Timur merupakan basis NU, sementara di belakang Prabowo-Sandi ada PKS dan PAN yang dinilai berbeda aliran dengan NU.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Klarifikasi soal Hoaks, KPU Ogan Ilir Pastikan Calon Petahana Masih Didiskualifikasi

Klarifikasi soal Hoaks, KPU Ogan Ilir Pastikan Calon Petahana Masih Didiskualifikasi

Regional
Anggota DPRD Jeneponto Dibacok, Berawal dari Masalah Knalpot Bising

Anggota DPRD Jeneponto Dibacok, Berawal dari Masalah Knalpot Bising

Regional
Usai Bertemu Calon Suami, Perempuan Ini Kehilangan Indra Penciuman, Ternyata Kena Corona

Usai Bertemu Calon Suami, Perempuan Ini Kehilangan Indra Penciuman, Ternyata Kena Corona

Regional
Detik-detik Perwira Polisi Ditangkap Bawa 16 Kg Sabu, Sempat Diberondong Tembakan agar Menyerah

Detik-detik Perwira Polisi Ditangkap Bawa 16 Kg Sabu, Sempat Diberondong Tembakan agar Menyerah

Regional
Awalnya untuk Usir Kebosanan, Kini Usaha Sofa Botol Plastik Andi Bisa Raup Jutaan Rupiah

Awalnya untuk Usir Kebosanan, Kini Usaha Sofa Botol Plastik Andi Bisa Raup Jutaan Rupiah

Regional
Mayat Wanita Pekerja Kafe Ditemukan di Kolam Penangkaran Buaya, Ini Dugaan Polisi

Mayat Wanita Pekerja Kafe Ditemukan di Kolam Penangkaran Buaya, Ini Dugaan Polisi

Regional
Seorang Perwira Polisi di Pekanbaru Ditangkap karena Edarkan Sabu

Seorang Perwira Polisi di Pekanbaru Ditangkap karena Edarkan Sabu

Regional
Viral, Detik-detik Polisi Tangkap Pengedar Narkoba, Diwarnai Kejar-kejaran Mobil dan Suara Tembakan

Viral, Detik-detik Polisi Tangkap Pengedar Narkoba, Diwarnai Kejar-kejaran Mobil dan Suara Tembakan

Regional
Gugus Tugas Covid-19 Klaim 70 Persen Warga Banten Patuh Protokol Kesehatan

Gugus Tugas Covid-19 Klaim 70 Persen Warga Banten Patuh Protokol Kesehatan

Regional
Kandang Ayam Kebakaran, 40.000 Ekor Ayam Hangus Terbakar

Kandang Ayam Kebakaran, 40.000 Ekor Ayam Hangus Terbakar

Regional
Banyak Layangan Dimainkan di Sekitar Bandara, Salah Satunya Tersangkut di Pesawat

Banyak Layangan Dimainkan di Sekitar Bandara, Salah Satunya Tersangkut di Pesawat

Regional
Libur Panjang Akhir Oktober, 6 Kawasan Wisata di Jateng Dijaga Ketat

Libur Panjang Akhir Oktober, 6 Kawasan Wisata di Jateng Dijaga Ketat

Regional
Pesan Terakhir Wali Kota Tasikmalaya untuk Warganya Sebelum Ditahan KPK

Pesan Terakhir Wali Kota Tasikmalaya untuk Warganya Sebelum Ditahan KPK

Regional
Fransiska Ditemukan Tewas di Kolam Penangkaran Buaya, Tangannya Diikat Lakban

Fransiska Ditemukan Tewas di Kolam Penangkaran Buaya, Tangannya Diikat Lakban

Regional
Sederet Fakta Oknum Polisi dan TNI Jadi Pemasok Senjata Api KKB di Papua

Sederet Fakta Oknum Polisi dan TNI Jadi Pemasok Senjata Api KKB di Papua

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X