Jadi Saksi Cagub di Pilkada Sumsel, Ketua KPU Palembang Dikenai Sanksi

Kompas.com - 10/04/2019, 20:28 WIB
Sidang kode etik terhadap ketua KPU kota Palembang Eftiyani di kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sumatera Selatan, Senin (4/3/2019). KOMPAS.com/AJI YK PUTRASidang kode etik terhadap ketua KPU kota Palembang Eftiyani di kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sumatera Selatan, Senin (4/3/2019).

PALEMBANG, KOMPAS.com - Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) menjatuhkan sanksi berupa teguran keras kepada Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Eftiyani lantaran terbukti melanggar kode etik dengan menjadi saksi pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel Dodi Reza Alex-Giri Ramanda pada Pilkada 2018 lalu.

Hal itu terbukti dalam sidang yang digelar di kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Harjono bersama anggota Muhammad, Teguh Prasetyo, Alfitra Salamm, Ida Budhiati, dan Fritz Edward Siregar, Rabu (10/4/2019).

Dalam sidang tersebut, Eftiyani sebelumnya diadukan dua perkara dengan nomor  29-PKE-DKPP/II/2019 dan 34-PKE-DKPP/III/2019. Pada nomor 29, Eftiyani terbukti melanggar kode etik karena telah menjadi saksi salah satu pasangan calon (paslon) nomor urut 4.

Baca juga: Jadi Saksi Pasangan Cagub di Pilkada Sumsel, Ketua KPU Palembang Jalani Sidang

Sedangkan dalam  perkara nomor 34, Eftiyani bersama anggota KPU Palembang lainnya yakni Abdul Malik, Syafarudin Adam, Yetty Oktarina, Alex Berzili juga terbukti melanggar kode etik terkait pemberhentian Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Ilir Barat I, Palembang, Yudin Hasmin. 

“Teradu terbukti melakukan pelanggaran kode etik dan pedoman perilaku penyelenggara pemilu. Menjatuhkan sanksi peringatan kepada teradu ,” kata Harjono dalam rilis yang diterima Kompas.com.

Diberitakan sebelumnya, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palembang Eftiyani menjalani sidang kode etik di kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumatera Selatan terkait adanya dugaan menjadi saksi salah satu pasangan Calon Gubernur (Cagub) Sumsel pada Pilkada 2018, pada Senin (4/3/2019).

Dalam sidang tersebut, Eftiyani tak menampik bahwa pihaknya sudah menjadi saksi dari Cagub Sumsel Dodi Reza Alex-Giri Ramanda pada 2018 silam karena diminta dari tim sukses paslon nomor urut 4 tersebut.

"Saya hanya ditunjuk jadi saksi oleh timses Dodi-Giri. Tapi saya bukan tim sukses, tidak berafiliasi dengan partai politik apa pun," kata Eftiyani di ruang sidang.

Penunjukan sebagai saksi tersebut, menurut Eftiyani, lantaran ia pernah berpengalaman sebagai ketua KPU Palembang pada periode 2009-2014 sebelum kembali terpilih menjadi ketua KPU Palembang periode 2019-2023.

"Saya ditunjuk sebagai saksi karena pengalaman saya pernah duduk di KPU. Saya bukan pengurus partai, bukan simpatisan partai," ujarnya.

Sedangkan Ricky Yudistira selaku pengadu menjelaskan, ia menyaksikan teradu Eftiyani menjadi saksi pasagan cagub Sumsel saat melihat dari layar yang disediakan KPU Sumsel ketika rapat pleno rekapitulasi berlangsung. 

Baca juga: 918 Personil Gabungan Amankan Kampanye Prabowo di Palembang 

Ia mengaku terkejut mendengar kabar abhwa Eftiyani kembali dilantik menjadi ketua KPU Palembang pada Januari 2019 kemarin.

"Saya punya bukti surat mandat Eftiyani sebagai saksi yang ditandatangani pasangan calon dan tiga partai pengusung, itu disampaikan dalam aduan saya. Saya anggap Eftiyani terlibat dalam partai politik atau politik praktis. Demokrasi yang jujur, bebas, adil, dan demokratis. Itu tujuan saya mengadukan kasus ini ke DKPP," ujarnya dalam sidang.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mobil Mewah Bergambar Machfud-Mujiaman, Timses: Pak Machfud ke Mana-mana Pakai Innova

Mobil Mewah Bergambar Machfud-Mujiaman, Timses: Pak Machfud ke Mana-mana Pakai Innova

Regional
Soal Pemulung Positif Covid-19, Satgas Ambon: Sudah Beberapa Kali Dijemput, tapi Melarikan Diri

Soal Pemulung Positif Covid-19, Satgas Ambon: Sudah Beberapa Kali Dijemput, tapi Melarikan Diri

Regional
Kasus Oknum Satpol PP Rampas Uang Pengemis, Dilakukan Berkali-kali sampai Korban Histeris

Kasus Oknum Satpol PP Rampas Uang Pengemis, Dilakukan Berkali-kali sampai Korban Histeris

Regional
Pria Mencurigakan di Rumah Makan Ogan Ilir Digeledah, Isi Tasnya Ada 1 Kg Sabu

Pria Mencurigakan di Rumah Makan Ogan Ilir Digeledah, Isi Tasnya Ada 1 Kg Sabu

Regional
Video 5 Remaja Perempuan Memperebutkan Lelaki Viral, Polisi Panggil Keluarga dan Pihak Sekolah

Video 5 Remaja Perempuan Memperebutkan Lelaki Viral, Polisi Panggil Keluarga dan Pihak Sekolah

Regional
Muncul Klaster Unjuk Rasa di Tangerang, 8 Pedemo Positif Covid-19

Muncul Klaster Unjuk Rasa di Tangerang, 8 Pedemo Positif Covid-19

Regional
Pasutri Dokter Sembuh dari Covid-19, padahal Punya Sakit Jantung, Hipertensi, dan Obesitas

Pasutri Dokter Sembuh dari Covid-19, padahal Punya Sakit Jantung, Hipertensi, dan Obesitas

Regional
19 Daerah di Jatim Jadi Zona Kuning Covid-19, Ini Pesan Khofifah untuk Warganya...

19 Daerah di Jatim Jadi Zona Kuning Covid-19, Ini Pesan Khofifah untuk Warganya...

Regional
Lokasi Budidaya Ganja di Polybag Ternyata Rumah Orangtua Mantan Wali Kota Serang

Lokasi Budidaya Ganja di Polybag Ternyata Rumah Orangtua Mantan Wali Kota Serang

Regional
Menengok Belajar Tatap Muka di Cianjur, Protokol Covid-19 Diberlakukan Ketat

Menengok Belajar Tatap Muka di Cianjur, Protokol Covid-19 Diberlakukan Ketat

Regional
Tips Nyaman Pakai Masker dalam Waktu Lama dan Bebas Bau Mulut

Tips Nyaman Pakai Masker dalam Waktu Lama dan Bebas Bau Mulut

Regional
Budidaya 45 Batang Ganja di Polybag Bertahun-tahun, Pria Ini Berdalih untuk Penelitian

Budidaya 45 Batang Ganja di Polybag Bertahun-tahun, Pria Ini Berdalih untuk Penelitian

Regional
Kebakaran Hanguskan 158 Rumah di Jayapura, Kerugian Ditaksir Capai Rp 20 Miliar

Kebakaran Hanguskan 158 Rumah di Jayapura, Kerugian Ditaksir Capai Rp 20 Miliar

Regional
Banjir dan Longsor di Cianjur, 5 Rumah Terendam, Akses Jalan Tertutup

Banjir dan Longsor di Cianjur, 5 Rumah Terendam, Akses Jalan Tertutup

Regional
2 Pejabat di UNS Meninggal karena Covid-19, Punya Riwayat ke Ubud Bali, Kampus 'Lockdown'

2 Pejabat di UNS Meninggal karena Covid-19, Punya Riwayat ke Ubud Bali, Kampus "Lockdown"

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X