Fakta Bersejarah Letusan Tambora, Iklim Dunia "Berubah" hingga Napoleon Kalah Perang

Kompas.com - 10/04/2019, 18:37 WIB
Kaldera Gunung Tambora, Dompu, Nusa Tenggara Barat, Minggu (22/3/2015). Gunung Tambora meletus dahsyat pada 10 April 1815 menyisakan kaldera seluas 7 kilometer dengan kedalaman 1 kilometer. KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOKaldera Gunung Tambora, Dompu, Nusa Tenggara Barat, Minggu (22/3/2015). Gunung Tambora meletus dahsyat pada 10 April 1815 menyisakan kaldera seluas 7 kilometer dengan kedalaman 1 kilometer.

KOMPAS.com - Meletusnya Gunung Tambora tercatat sebagai salah satu bencana terbesar dalam catatan sejarah dunia. Tanpa memperlihatkan tanda-tanda sebelumnya, Gunung Tambora memulai aktivitas erupsi pada 5 April 1815.

Setelah lima hari setelah erupsi pertama, Gunung Tambora mencapai erupsi puncaknya pada 10 April 1815. Gunung yang terletak di Semenanjung Sanggar, Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat ini mengeluarkan materialnya tanpa henti.

Dampak yang ditimbulkan saat itu terbilang luar biasa. Setelah 204 tahun letusannya, Gunung Tambora tampak tenang. Hal yang berbeda adalah tinggi Gunung Tambora kini tinggal 2.851 meter atau kira-kira dua pertiga dari tinggi semula.

Berikut fakta menarik mengenai letusan Tambora:

1. Barisan tentara

Sir Thomas Stamford Raffles.npg.org.uk Sir Thomas Stamford Raffles.

Gunung Tambora sebenarnya sudah mulai aktif sejak 1812, sering mengeluarkan asap hitam. Namun, banyak orang yang menganggap bahwa Gunung Tambora kala itu sudah "punah" atau bukan gunung berapi aktif.

Tiga tahun setelahnya, gunung itu mulai menunjukkan aktivitas erupsi pertamanya. Erupsi besar pertama dimulai pada 5 April 1815, berlangsung selama 2 jam.

Merujuk pada dokumen "Raffles dan Asiatic Journal", Richard B Stothers dalam makalahnya dalam jurnal "Science" 15 Juni 1984 mengatakan, gemuruh aktivitas Gunung Tambora pada tanggal itu terdengar hingga kota Makassar (berjarak 380 km), Jakarta (1.260 km), bahkan Maluku (1.400 km).

Dalam memoirnya, Raffles mengatakan bahwa gemuruh itu awalnya dikaitkan dengan adanya meriam pada jarak jauh. Kerasnya suara membuat tentara dibariskan di Yogyakarta untuk mengantisipasi serangan pihak lain dan kapal juga dibariskan di pantai mewaspadai kondisi tertentu.

Baca juga: 5 April 1815, Saat Gunung Tambora Mengeluarkan Letusan Dahsyat..

2. Dikira meriam

Karena letusan pertama membuat bingung, orang yang tinggal di wilayah sekitar Gunung Tambora meminta pemerintah di Bima untuk melihat situasi. Pihak berwenang kemudian mengirim seseorang untuk melihat kondisi sekitar pada 9 April 1815.

Sebelum penyelidikan berlangsung, Gunung Tambora kembali erupsi pada 10 April 1815 sekitar pukul 19.00 Wita. Erupsinya berlangsung kurang dari tiga jam namun dengan skala lebih besar.

Warga di Pulau Sumatera yang berjarak 2.600 kilometer juga mendengar letusan Tambora. Namun, mereka awalnya menduga bahwa itu adalah suara letusan meriam

Halaman:
Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Gubernur Edy Rahmayadi Cegah Peredaran Virus Corona

Cara Gubernur Edy Rahmayadi Cegah Peredaran Virus Corona

Regional
Kerangka Manusia Korban Likuefaksi Palu Ditemukan, Dimakamkan di Pemakaman Massal

Kerangka Manusia Korban Likuefaksi Palu Ditemukan, Dimakamkan di Pemakaman Massal

Regional
Viral Video Mantan Bupati Nias Selatan Dilempar Kotoran Babi

Viral Video Mantan Bupati Nias Selatan Dilempar Kotoran Babi

Regional
Foto Editan Lutfi Alfiandi Pegang Bendera Nasdem Diiklankan Cawalkot Makassar

Foto Editan Lutfi Alfiandi Pegang Bendera Nasdem Diiklankan Cawalkot Makassar

Regional
Istri Musthofa Kamal Pasha Deklarasi Maju di Pilkada Mojokerto

Istri Musthofa Kamal Pasha Deklarasi Maju di Pilkada Mojokerto

Regional
Paus 15 Meter yang Terdampar di Rote Ndao Dikubur Pakai Alat Berat

Paus 15 Meter yang Terdampar di Rote Ndao Dikubur Pakai Alat Berat

Regional
Walhi Tolak Pembangunan Kereta Gantung di Gunung Rinjani, Ini Alasannya

Walhi Tolak Pembangunan Kereta Gantung di Gunung Rinjani, Ini Alasannya

Regional
Kasus Akun Medsos yang Diduga Menghina Risma Naik ke Tingkat Penyidikan

Kasus Akun Medsos yang Diduga Menghina Risma Naik ke Tingkat Penyidikan

Regional
Fakta Pawang Ular di Kalbar Tewas Digigit King Kobra Saat Atraksi, Dikenal Sebagai Dukun

Fakta Pawang Ular di Kalbar Tewas Digigit King Kobra Saat Atraksi, Dikenal Sebagai Dukun

Regional
Kepada DPRD Jember, Para Rekanan Proyek Buka-bukaan soal Kasus Korupsi

Kepada DPRD Jember, Para Rekanan Proyek Buka-bukaan soal Kasus Korupsi

Regional
RSUD Kendal Siapkan Dua Kamar untuk Pasien Penderita Virus Corona

RSUD Kendal Siapkan Dua Kamar untuk Pasien Penderita Virus Corona

Regional
Tim SAR Hentikan Pencarian Kapal Panji Saputra yang Hilang di Maluku

Tim SAR Hentikan Pencarian Kapal Panji Saputra yang Hilang di Maluku

Regional
Mayat Perempuan Berseragam Pramuka di Tasikmalaya Diduga Korban Bullying

Mayat Perempuan Berseragam Pramuka di Tasikmalaya Diduga Korban Bullying

Regional
Virus Corona, Masyarakat Minta Penerbangan China ke Manado Ditutup Sementara

Virus Corona, Masyarakat Minta Penerbangan China ke Manado Ditutup Sementara

Regional
45 Mahasiswa yang Pulang ke Papua Pasca Kerusuhan, Kini Kembali ke Kota Tempat Studi

45 Mahasiswa yang Pulang ke Papua Pasca Kerusuhan, Kini Kembali ke Kota Tempat Studi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X