Kesal Dimintai Uang Cicilan Motor, Suami Bunuh Istrinya di Bogor

Kompas.com - 06/04/2019, 08:40 WIB
Ilustrasi Pembunuhan JITETIlustrasi Pembunuhan

BOGOR, KOMPAS.com - ME (49), pria yang sehari-hari bekerja di sebuah gudang rongsokan di Kampung Kayu Manis, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, tega membunuh istrinya AN (36). Peristiwa itu terjadi Jumat (5/4/2019) dini hari.

Kepala Satuan Reskrim Polresta Bogor Kota Komisaris Polisi Agah Sonjaya menuturkan, kejadian itu berawal ketika korban meminta uang kepada pelaku untuk membayar cicilan motor.

Baca juga: Tukang Ojek di Ambon yang Bunuh Istrinya Mengaku Khilaf

Kesal karena korban terus meminta, pelaku kemudian terpancing emosinya. Pelaku membekap dan mencekik korban hingga tewas.

"Kejadiannya dini hari, pelaku tinggal di gudang rongsokan itu. Motifnya karena korban minta uang buat bayar cicilan motor Rp 2 juta," kata Agah, saat dikonfirmasi.

Agah melanjutkan, setelah membunuh istrinya, pelaku langsung menyerahkan diri.

Baca juga: Suami Lompat ke Sungai Musi, Diduga Setelah Bunuh Istrinya

Dalam keterangannya, sambung Agah, pelaku mengaku tidak memiliki uang untuk membayar cicilan motor. Keduanya pun terlibat cekcok mulut.

Saat ini, jasad korban sudah dibawa polisi ke RS Bhayangkara Polresta Bogor Kota untuk dilakukan visum. Sedangkan pelaku masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Mapolsek Tanah Sareal.

"Setelah membunuh istrinya, pelaku menyerahkan diri ke polisi. Kemudian dilakukan pengecekan ke lokasi, kami temukan jasad korban. Menurut pelaku, korban dibunuh dengan cara dibekap mulutnya," sebut Agah.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gubernur NTT: Pembagian Fee Blok Masela Kewenangan Pemerintah Pusat

Gubernur NTT: Pembagian Fee Blok Masela Kewenangan Pemerintah Pusat

Regional
Gempa Magnitudo 7,1, Turis di Manado Sempat Panik

Gempa Magnitudo 7,1, Turis di Manado Sempat Panik

Regional
7 Hal Penting Kasus 'Pembubaran' Piodalan, 9 Tahun Urus Izin hingga Polisi: Tak Ada Pembubaran

7 Hal Penting Kasus "Pembubaran" Piodalan, 9 Tahun Urus Izin hingga Polisi: Tak Ada Pembubaran

Regional
Kecelakaan Maut, Polisi Tetapkan Sopir Bus PO Sinar Jaya Tersangka

Kecelakaan Maut, Polisi Tetapkan Sopir Bus PO Sinar Jaya Tersangka

Regional
Biaya Pengobatan Tak Ditanggung BPJS, Keluarga Mahasiswa Korban Pembacokan Buka Donasi

Biaya Pengobatan Tak Ditanggung BPJS, Keluarga Mahasiswa Korban Pembacokan Buka Donasi

Regional
Wakil Ketua DPRD Jabar: Kolam Renang Pribadi Penting untuk Ridwan Kamil

Wakil Ketua DPRD Jabar: Kolam Renang Pribadi Penting untuk Ridwan Kamil

Regional
Ketika Grup Kasidah dan Paduan Suara Gereja Berkolaborasi di Pesparani Katolik Papua

Ketika Grup Kasidah dan Paduan Suara Gereja Berkolaborasi di Pesparani Katolik Papua

Regional
BMKG: Tercatat 28 Kali Gempa Susulan, Warga Diimbau Waspada Bangunan Retak dan Rusak

BMKG: Tercatat 28 Kali Gempa Susulan, Warga Diimbau Waspada Bangunan Retak dan Rusak

Regional
Warga Ungkap Perilaku Pasutri Terduga Teroris Cianjur sebelum Ditangkap

Warga Ungkap Perilaku Pasutri Terduga Teroris Cianjur sebelum Ditangkap

Regional
28 Kali Gempa Susulan Guncang Maluku Utara Pasca-gempa Magnitudo 7,1

28 Kali Gempa Susulan Guncang Maluku Utara Pasca-gempa Magnitudo 7,1

Regional
Fakta Para Calon Kades Sediakan 'Doorprize' Mobil hingga Umrah, Kalau Kalah Dikembalikan ke Diler

Fakta Para Calon Kades Sediakan "Doorprize" Mobil hingga Umrah, Kalau Kalah Dikembalikan ke Diler

Regional
Fakta Upacara Piodalan di Bantul 'Dibubarkan' Warga: Umat Hindu Butuh Rumah Ibadah

Fakta Upacara Piodalan di Bantul "Dibubarkan" Warga: Umat Hindu Butuh Rumah Ibadah

Regional
Ini Penyebab Gempa Magnitudo 7,1 di Maluku Utara

Ini Penyebab Gempa Magnitudo 7,1 di Maluku Utara

Regional
4 Fakta Gempa Bumi M 7,1 di Maluku Utara, Tsunami 10 Cm hingga 19 Kali Gempa Susulan

4 Fakta Gempa Bumi M 7,1 di Maluku Utara, Tsunami 10 Cm hingga 19 Kali Gempa Susulan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Calon Kades Sediakan 'Doorprize' Mobil | Acara Piodalan 'Dibubarkan' Warga

[POPULER NUSANTARA] Calon Kades Sediakan "Doorprize" Mobil | Acara Piodalan "Dibubarkan" Warga

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X