Suami Lompat ke Sungai Musi, Diduga Setelah Bunuh Istrinya

Kompas.com - 10/02/2019, 21:22 WIB
Kediaman Linda Fitria (38) di  Jalan Sempayo nomor 91, RT2 RW 1, Kelurahan Kemang Manis, Kecamatan Ilir Barat II, Palembang, Sumatera Selatan, dipenuhi para pelayat setelah diduga menjadi korban pembunuhan oleh suaminya sendiri, Minggu (10/2/2019). KOMPAS.com/AJI YK PUTRAKediaman Linda Fitria (38) di Jalan Sempayo nomor 91, RT2 RW 1, Kelurahan Kemang Manis, Kecamatan Ilir Barat II, Palembang, Sumatera Selatan, dipenuhi para pelayat setelah diduga menjadi korban pembunuhan oleh suaminya sendiri, Minggu (10/2/2019).

PALEMBANG,KOMPAS.com - Aksi seorang pria bernama Febrianto (38) terjun dari atas Jembatan Kertapati ke Sungai Musi di Palembang, Sumatera Selatan, membuat warga sekitar heboh, Minggu (10/2/2019).

Febrianto nekat lompat ke sungai setelah diduga membunuh istrinya, Linda Fitria (38).

Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara mengatakan, polisi masih menyelidiki dugaan pembunuhan yang dilakukan oleh Febrianto kepada istrinya tersebut.

"Suaminya sekarang masih dalam pencarian karena melompat ke Sungai Musi. Hubungan aksi bunuh diri dan pembunuhan itu masih kami dalami. Diduga memang begitu (dibunuh suaminya sendiri)," ujar Yon di rumah duka, Minggu.

Baca juga: Viral Video Siswa Merokok di Kelas dan Menantang Guru, Keduanya Sepakat Berdamai

Dari hasil olah TKP, petugas menemukan 24 luka tebasan di tubuh Fitria. Setelah dibawa ke RS Bhayangkara Palembang, jenazah korban langsung dikembalikan ke pihak keluarga untuk dikebumikan.

Kejadian ini berawal dari kepanikan Karim (60), ayah Linda. Awalnya, Karim ingin mengabarkan aksi bunuh diri yang dilakukan oleh Febrianto kepada anaknya tersebut.

Namun, alangkah terkejutnya Karim ketika datang ke rumah anaknya di Ilir Barat II, Palembang, dia malah mendapati Linda sudah tewas bersimbah darah.

"Ada warga yang menelepon saya jika Febrianto bunuh diri dan lompat dari Kertapati. Saya mau kabari istrinya, tetapi saat pintu rumah dibuka, anak saya itu sudah tewas," kata Karim saat berada di rumah duka, Minggu.

Baca juga: Fakta di Balik Ahok Datangi Kantor PDI-P di Bali, Tunjukkan KTA PDI-P, hingga Alasan Bergabung

Karim yang masih dalam kondisi syok bergegas lari untuk mengabarkan keluarganya yang lain dan langsung menelepon petugas Satreskrim Polresta Palembang.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X