Kompas.com - 05/04/2019, 12:01 WIB

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, akhirnya membuka suara terkait tiga kali mangkir panggilan di Pengadilan Tipikor Bandung, sebagai saksi kasus korupsi dana hibah Kabupaten Tasikmalaya Rp 3,9 miliar.

Kasus tersebut telah menetapkan sembilan terdakwa, salah satunya mantan Sekretaris Daerah Kabupaten Tasikmalaya Abdul Kodir Djaelani.

"Bapak sudah tahu tentang itu di pengadilan," singkat Uu, saat menjawab pertanyaan alasan kenapa mangkir panggilan sidang sebagai saksi di Pendopo Tasikmalaya, Jumat (5/4/2019).

Baca juga: Ditanya soal Mangkir Sidang Kasus Korupsi Hibah Rp 3,9 Miliar, Wagub Jabar Hindari Wartawan

Jawaban singkat Uu tersebut secara santai dilontarkannya saat diwawancara oleh para wartawan cetak dan elektronik.

Namun, saat ditanya apakah nanti akan hadir di panggilan selanjutnya, Uu enggan menjawab pasti apakah dirinya akan hadir atau tidak nantinya.

"Saya sudah sampaikan itu ya," tambah Uu.

Uu terlihat sabar dalam menjawab beberapa lontaran pertanyaan dari wartawan terkait panggilannya sebagai saksi di Pengadilan kasus korupsi dana hibah Kabupaten Tasikmalaya.

Apalagi, saat kejadian kasus tersebut, Uu saat itu masih menjabat sebagai Bupati Tasikmalaya kedua kalinya.

"Saya sudah sampaikan ya, oke," ungkap dia.

Baca juga: Kata Ridwan Kamil soal Wagub Jabar Tak Penuhi Panggilan Sidang

Diberitakan sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil enggan berkomentar banyak soal absennya Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum dalam panggilan sidang terkait kasus dugaan korupsi hibah dari APBD Pemkab Tasikmalaya yang merugikan negara Rp 3,9 miliar.

"Saya tidak punya kompetensi memberi komentar," kata Emil, sapaan akrabnya, saat ditemui usai menghadiri peringatan Hari Konsumen Nasional (Harkonas) 2019, di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Selasa (19/3/2019).

Emil mengaku, tak mengetahui soal perjalanan kasus tersebut. Karena itu, ia menyerahkan segala proses hukum kepada pengadilan.

"Saya serahkan semua prosedur ini kepada aturan hukum saja. Kan (Uu) sebagai saksi juga saya enggak terlalu hapal. Jadi, kalau boleh minimalislah komentar dari saya," ucap Emil. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Regional
Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Regional
Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Regional
Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Regional
Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Regional
Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.