Saksi Tak Datang, Sidang Gembong Narkoba WN Perancis Dorfin Felix Ditunda

Kompas.com - 01/04/2019, 23:50 WIB
Kompas TV Gembong narkoba asal Perancis, yang kabur dari rumah tahanan Polda Nusa Tenggara Barat, terus diburu. Namun hingga pekan kedua pencarian, keberadaannya belum diketahui.<br /> <br /> Foto Dorfin Felix yang masuk dalam daftar pencarian orang sudah disebar. Namun beberapa di antaranya rusak, dan belum diganti. Padahal dengan foto ini, masyarakat bisa ikut membantu memberi informasi keberadaan Dorfin.

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ginung Pratidina mengatakan, pekan lalu telah diperiksa 4 orang saksi dari Bea Cukai Mataram dan 2 orang saksi dari Penyidik Polda NTB. Sehingga,telah 6 orang saksi yang diperiksa di persidangan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi.

Ginung menjelaskan  4 saksi dari Bea Cukai Mataram terdiri dari 2 orang petugas X-Ray di Bandara Internasional Lombok dan 2 orang petugas yang membongkar dan memeriksa kopor berisi narkoba milik Dorfin. 

Dijelaskan Ginung, dalam fakta persidangan terungkap bahwa terdakwa sejak awal sudah mengetahui kopornya berisi narkotika.

"Karena begitu kopornya diperiksa, dia langsung melarikan diri meskipun masih dalam lingkungan bandara, dari ruang kedatangan  internasional dan dari keterangan para saksi yang melakukan penangkapan, tak ada bantahan dari terdakwa," ungkap Ginung.

Hampir semua keterangan 6 orang saksi mendukung pembuktian. Semua kesaksian itu juga tak ada yang dibantah oleh terdakwa Dorfin Ferlix.


Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diduga Terlibat Pengeroyokan dan Perusakan Acara Midodareni di Solo, 2 Orang Diamankan

Diduga Terlibat Pengeroyokan dan Perusakan Acara Midodareni di Solo, 2 Orang Diamankan

Regional
Pengendara Motor Berusia 65 Tahun Tersesat di Jalan Tol, Begini Kronologinya

Pengendara Motor Berusia 65 Tahun Tersesat di Jalan Tol, Begini Kronologinya

Regional
Ridwan Kamil Resmi Mendaftar Jadi Relawan Uji Klinis Vaksin Covid-19

Ridwan Kamil Resmi Mendaftar Jadi Relawan Uji Klinis Vaksin Covid-19

Regional
Wakil Bupati Way Kanan dan 2 Pejabat Pemkab Positif Covid-19, Kantor Ditutup 4 Hari

Wakil Bupati Way Kanan dan 2 Pejabat Pemkab Positif Covid-19, Kantor Ditutup 4 Hari

Regional
Ayah Tega Cabuli Anak Tiri Saat Rumah Sepi, Korban Kini Hamil 8 Bulan

Ayah Tega Cabuli Anak Tiri Saat Rumah Sepi, Korban Kini Hamil 8 Bulan

Regional
Sekolah Tatap Muka di Salatiga Dimulai September

Sekolah Tatap Muka di Salatiga Dimulai September

Regional
'Saya Sangat Mengenal Beliau karena Kami Kawan sejak SMA'

"Saya Sangat Mengenal Beliau karena Kami Kawan sejak SMA"

Regional
Napi Kasus Narkoba Bakal Menghuni Lapas Nusakambangan Seorang Diri

Napi Kasus Narkoba Bakal Menghuni Lapas Nusakambangan Seorang Diri

Regional
18 Orang Karyawan PT Bukit Asam dan Keluarganya Positif Covid-19

18 Orang Karyawan PT Bukit Asam dan Keluarganya Positif Covid-19

Regional
Resmi Dibuka, Lapas Narkotika Purwokerto Siap Tampung 270 Napi

Resmi Dibuka, Lapas Narkotika Purwokerto Siap Tampung 270 Napi

Regional
Heboh, Lahir Seekor Sapi Berkepala Dua dan Bermata Empat

Heboh, Lahir Seekor Sapi Berkepala Dua dan Bermata Empat

Regional
PSI Bakal Sumbangkan 15.000 Suara untuk Paslon Gibran-Teguh di Pilkada Solo 2020

PSI Bakal Sumbangkan 15.000 Suara untuk Paslon Gibran-Teguh di Pilkada Solo 2020

Regional
Fakta Pembunuhan di Puskesmas Bangkalan, Pembesuk Tewas Ditusuk Pisau, Motif Cemburu

Fakta Pembunuhan di Puskesmas Bangkalan, Pembesuk Tewas Ditusuk Pisau, Motif Cemburu

Regional
Tegur Warga yang Menelepon dengan Suara Keras Lepas Headset, 3 Polisi di Papua Dikeroyok

Tegur Warga yang Menelepon dengan Suara Keras Lepas Headset, 3 Polisi di Papua Dikeroyok

Regional
3 Polisi di Papua Dikeroyok Gara-gara Menegur Warga yang Menelepon dengan Suara Keras

3 Polisi di Papua Dikeroyok Gara-gara Menegur Warga yang Menelepon dengan Suara Keras

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X