Belum Lengkap, Berkas Perkara Jalan Gubeng Ambles Dikembalikan ke Polda Jatim

Kompas.com - 26/03/2019, 12:47 WIB
Jalan Raya Gubeng, Surabaya, terpantau ramai lancar setelah akses jalan bisa digunakan kembali dan resmi dibuka pada Kamis (27/12/2018) petang pukul 18.00 WIB. istimewaJalan Raya Gubeng, Surabaya, terpantau ramai lancar setelah akses jalan bisa digunakan kembali dan resmi dibuka pada Kamis (27/12/2018) petang pukul 18.00 WIB.

SURABAYA, KOMPAS.com - Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Jawa Timur Richard Marpaung mengatakan, pihaknya sudah menerima dua berkas perkara kasus amblesnya Jalan Raya Gubeng, Surabaya.

Menurut Richard, penyidik Polda Jatim telah mengirimkan berkas tahap I kasus perkara Jalan Raya Gubeng ambles pada Selasa (19/3/2019) pekan lalu.

Richard mengungkapkan, lima jaksa yang ditunjuk meneliti berkas perkara tersebut sudah melakukan peninjauan. Hasilnya, berkas perkara tersebut belum sempurna atau P21.

"Kita akan menyatakan sikap dan mulai dibikin suratnya bahwa berkas belum lengkap," kata Richard saat dihubungi malalui telepon, Selasa (26/3/2019).

Berkas perkara tersebut, kata Richard, akan dikembalikan kepada Polda Jatim untuk dilengkapi. Sebab, dari hasil peninjauan jaksa, ada beberapa hal yang harus dipenuhi.

"Saya enggak bisa jelaskan teknisnya. Yang pasti ada syarat materil dan formil dalam berkas itu yang belum terpenuhi," ujar dia.

Baca juga: Empat Lajur Jalan Raya Gubeng Surabaya Dibuka, BBPJN Pantau 2 Tahun

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Richard menjelaskan, ada dua berkas yang diterima dari penyidik Polda Jatim.

Berkas pertama, yakni dengan tersangka inisial BS (Dirut PT NKE), RW (Manager PT NKE), dan AP (Side Manager PT NKE). Ketiganya disangkakan pasal 192 (2) KUHP atau pasal 63 ayat 1 UU Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan.

Sementara itu, berkas kedua dengan tersangka inisial RH (Project Manager PT Saputra Karya), LAH (Enginering SPV PT Saputra Karya), dan AKEY (Side Manager PT Saputra Karya). Ketiganya disangkakan pasal 192 (2) KUHP atau pasal 63 ayat 1 UU Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan juncto pasal 55 ayat 1 (1) KUHP.

"Pelaku utama di berkas pertama BS, RW, dan AP," jelas Richard.

Seperti diketahui, Jalan Raya Gubeng mendadak ambles pada 18 Desember 2018 lalu, yakni sedalam 10 meter.

Baca juga: 4 Lajur Jalan Raya Gubeng Surabaya yang Ambles Bisa Dilalui Kendaraan

Lokasi amblesnya jalan tersebut diduga dampak dari proyek pembangunan basement dua lantai yang berada di belakang Rumah Sakit Siloam, Surabaya.

Saat ini, Jalan Raya Gubeng bisa kembali dilalui kendaraan setelah dilakukan pengurukan dan normalisasi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Regional
Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Regional
Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Regional
Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X