[POPULER NUSANTARA] Kisah Taufik "Si Penyelamat" di Air Terjun Tiu Kelep | Bayi Kembar Bernama Prabowo dan Sandi

Kompas.com - 26/03/2019, 07:18 WIB
Senaru, Kompas.Com Taufik, bocah disabilitas bersama neneknya, Rumeni (60) hidup dalam.kemiskinan di gubuk sederhananya di Desa Senaru, Bayan, Lombok Utara. KOMPAS. Com/Fitri.RSenaru, Kompas.Com Taufik, bocah disabilitas bersama neneknya, Rumeni (60) hidup dalam.kemiskinan di gubuk sederhananya di Desa Senaru, Bayan, Lombok Utara.

KOMPAS.com - Seorang anak penyandang disabilitas berusia 12 tahun asal Lombok Utara bernama Taufik, berhasil membantu puluhan wisatawan asal Malaysia yang terjebak longsor di air terjun Tiu Kelep beberapa waktu lalu.

Taufik menunjukkan jalan kepada para wisatawan untuk mencari pertolongan. Saat itu, tiga orang menjadi korban meninggal karena tertimpa bebatuan besar.

Mereka adalah dua wisatawan asal Malaysia dan Tomi Albayani (14), salah satu kerabat Taufik.

Sementara itu, berita tentang seorang caleg yang menjadi bos kelompok pencuri juga menjadi sorotan di Kompas.com. Bos pencuri berinisiap SP itu mengaku mencari dana kampanye dari hasil mencuri.

Baca berita populer nusantara secara lengkap berikut ini:

1. Kisah Taufik yang hidup dalam kesederhanaan

Senaru, Kompas.Com inilah Taufik, bocah disabilitas penyelamat WN Malaysia, korban longsor air terjun Tie Kelep, Senaru, Lombok Utara, hidup dalam kemiskinan.KOMPAS. Com/Fitri.R Senaru, Kompas.Com inilah Taufik, bocah disabilitas penyelamat WN Malaysia, korban longsor air terjun Tie Kelep, Senaru, Lombok Utara, hidup dalam kemiskinan.

Menjadi pemandu wisata atau guide cilik bukan pilihannya. Keadaan ekonomi keluarganya memaksa bocah penyandang tunarungu ini untuk menjadi tulang punggung keluarga.

Taufik, yang juga penyandang tuna rungu, menghabiskan masa kanak-kanaknya untuk bekerja memandu para wisatawan di Tiu Kelep.

Taufik tinggal di gubuk sederhana bersama neneknya, Siranim, dan tiga sepupunya. Kedua orangtuanya telah lama bercerai. Sebagai penopang ekonomi, Taufik dan keluarganya mendapat bantuan dari pemerintah dan saudara-saudaranya.

"Dibilang tulang punggung keluarga sih endak juga karena mereka mengandalkan kiriman dari kakeknya yang merantau di Malaysia. Tapi kalau ada rezeki yang didapat dari air terjun akan diberikan ke neneknya untuk membantu biaya makan minum," ungkap Sarwan, kepala Dusun Lendang Cempaka, Senaru.

Baca berita selengkapnya: Kisah Pilu Taufik, Malaikat Kecil Penyelamat Turis Malaysia yang Jadi Tulang Punggung Keluarga (1)

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Alasan Ketua RT Tolak Pemakaman Perawat di Semarang

Ini Alasan Ketua RT Tolak Pemakaman Perawat di Semarang

Regional
Bupati Kuningan Jadikan Hotel Miliknya Tempat Menginap Petugas Medis Covid-19

Bupati Kuningan Jadikan Hotel Miliknya Tempat Menginap Petugas Medis Covid-19

Regional
Kang Emil Beri Instruksi Terbaru Terkait Penanganan Covid-19 di Jabar

Kang Emil Beri Instruksi Terbaru Terkait Penanganan Covid-19 di Jabar

Regional
Penolakan Pemakaman Perawat di Semarang Dibawa ke Ranah Hukum, PPNI: Harus Ada Pembelajaran

Penolakan Pemakaman Perawat di Semarang Dibawa ke Ranah Hukum, PPNI: Harus Ada Pembelajaran

Regional
Seorang Baby Sitter Berstatus Covid-19 Meninggal Setelah Dirawat 2 Hari, Baru Mudik dari Jakarta

Seorang Baby Sitter Berstatus Covid-19 Meninggal Setelah Dirawat 2 Hari, Baru Mudik dari Jakarta

Regional
Detik-detik Pasien di Padang Sidempuan Lompat dari Lantai 4 RS dan Tewas, Sempat Sesak Napas

Detik-detik Pasien di Padang Sidempuan Lompat dari Lantai 4 RS dan Tewas, Sempat Sesak Napas

Regional
Awalnya Dikira Benda Jatuh, Ternyata Pasien yang Lompat dari Lantai 4 Rumah Sakit

Awalnya Dikira Benda Jatuh, Ternyata Pasien yang Lompat dari Lantai 4 Rumah Sakit

Regional
Pasien Positif Covid-19 di Kediri Diduga Terpapar dari Suami yang Kerja di Jakarta

Pasien Positif Covid-19 di Kediri Diduga Terpapar dari Suami yang Kerja di Jakarta

Regional
Kronologi Pasien Sesak Napas Tewas Setelah Lompat dari Lantai 4 Rumah Sakit

Kronologi Pasien Sesak Napas Tewas Setelah Lompat dari Lantai 4 Rumah Sakit

Regional
2 Anggota KKB Penembak Karyawan Freeport Tewas, Senapan Angin, Panah hingga Kapak Disita

2 Anggota KKB Penembak Karyawan Freeport Tewas, Senapan Angin, Panah hingga Kapak Disita

Regional
Pasien Ini Tewas Setelah Lompat dari Lantai 4 Rumah Sakit, Sempat Mengeluh Sesak Napas

Pasien Ini Tewas Setelah Lompat dari Lantai 4 Rumah Sakit, Sempat Mengeluh Sesak Napas

Regional
Ketua RT yang Tolak Pemakaman Perawat di Semarang: Saya Menangis, Istri Saya Juga Perawat, Tapi...

Ketua RT yang Tolak Pemakaman Perawat di Semarang: Saya Menangis, Istri Saya Juga Perawat, Tapi...

Regional
3 PDP Covid-19 dengan Kondisi Berat di Sumut Meninggal

3 PDP Covid-19 dengan Kondisi Berat di Sumut Meninggal

Regional
Dua Remaja Bogor Hilang Tenggelam di Laut Selatan Sukabumi

Dua Remaja Bogor Hilang Tenggelam di Laut Selatan Sukabumi

Regional
Senyum Semringah Belasan Napi Rayakan Kebebasan, Main TikTok Bersama Petugas

Senyum Semringah Belasan Napi Rayakan Kebebasan, Main TikTok Bersama Petugas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X