Pengangkatan Jadi Ketum PPP Dinilai Melanggar, Ini Jawaban Suharso Monoarfa

Kompas.com - 21/03/2019, 09:02 WIB
Suharso Monoarfa setelah dikukuhkan sebagai Plt Ketum di Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) III Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Hotel Seruni, Puncak, Kabupaten Bogor, Rabu (20/3/2019) malam. KOMPAS.com/AFDHALUL IKHSANSuharso Monoarfa setelah dikukuhkan sebagai Plt Ketum di Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) III Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Hotel Seruni, Puncak, Kabupaten Bogor, Rabu (20/3/2019) malam.

KABUPATEN BOGOR, KOMPAS.com - Suharso Monoarfa menilai bahwa pengangkatannya sebagai Plt Ketua Umum PPP sudah sesuai aturan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) PPP.

"Jadi saya kira keliru besar kalau itu tidak sesuai AD/ART," katanya setelah resmi dikukuhkan sebagai Plt Ketum di Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) III Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Hotel Seruni, Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (20/3/2019) malam.

Sebelumnya, Suharso menjabat sebagai Ketua Majelis Pertimbangan PPP. Dia ditunjuk menjadi Plt Ketum menggantikan Romahurmuziy menggantikan Romahurmuziy yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Surabaya, Jawa Timur, Jumat lalu.

Baca juga: Gantikan Romahurmuziy Jadi Ketum PPP, Ini Strategi Suharso Monoarfa

Menurut dia, penetapan ini berdasarkan fatwa Ketua Majelis Syariah PPP Maimoen Zubair atau Mbah Moen. Dia menerima mandat untuk membawa PPP meraih tujuannya dalam Pemilu Presiden dan Legislatif yang sudah kurang dari sebulan.

"Saya ini orang yang dilamar mau atau tidak, bukan orang yang menawarkan diri dalam situasi ini enggak begitu. Kalau semua menolak bagaimana? Makanya Mbah Moen memberikan fatwa dan itu yang saya dengar. Beliau minta. supaya partai ini gerak dan eksis," katanya.

Oleh sebab itu, dirinya akan merangkul seluruh kader dan sayap partai versi Djan Faridz untuk bergabung kembali menyatukan untuk memperkuat PPP.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Sudah tidak ada dua kubu sejak  2016 jadi secara legal formal kita itu hanya satu," ungkapnya.

Sebelumnya, politisi senior PPP Akhmad Muqowam mengkritisi pengangkatan Suharso sebagai Plt Ketua Umum PPP disebabkan ada aturan yang dilanggar dalam proses pengangkatan. Sejumlah DPW juga mempertanyakannya.

Baca juga: PPP Jabar Pertanyakan Pemilihan Suharso Monoarfa sebagai Plt Ketum

Dalam Mukernas di Puncak, Suharso dikukuhkan sebagai Plt Ketum PPP. Acara dihadiri pengurus harian DPP, majelis partai, dan seluruh DPW se-Indonesia.

Sekjen DPP PPP Arsul Sani bertindak sebagai Ketua Panitia Mukernas. Hadir pula Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.