Pemkab Karawang akan Wajibkan Ekspatriat Tinggal di Karawang

Kompas.com - 20/03/2019, 18:32 WIB
Kepala Disnakertrans Karawang Ahmad Suroto (kiri) dan Ketua Apindo Karawang Abdul Syukur memperlihatkan surat pemberitahuan rencana PHK 2.000 karyawan, Jumat (6/7/2018) KOMPAS.com/Farida FarhanKepala Disnakertrans Karawang Ahmad Suroto (kiri) dan Ketua Apindo Karawang Abdul Syukur memperlihatkan surat pemberitahuan rencana PHK 2.000 karyawan, Jumat (6/7/2018)

KARAWANG, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) akan mewajibkan tenaga kerja asing (TKA) yang bekerja di zona dan kawasan industri tinggal di Karawang.

Jika menolak, pekerja asing ini tidak akan tercatat sebagai tenaga kerja asing di Karawang.

Berdasarkan data yang dimiliki Disnakertrans Karawang, terdapat 3.500 ekspatriat yang bekerja di Karawang. Kebanyakan dari mereka berasal dari negara China, Jepang, Korea, termasuk Jerman.

Baca juga: Ini Caranya Agar Aduan Warga Segera Direspon Pemkab Karawang

"Kami akan mewajibkan pekerja asing untuk tinggal di Karawang selama bekerja di kawasan industri atau zona industri yang ada di Karawang," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Karawang, Ahmad Suroto, Rabu (20/3/2019).

Menurut Suroto, kebijakan tersebut cukup adil jika diterapkan. Sebab, dari jumlah ekspatriat yang bekerja di Karawang, hanya 500 ekspatriat yang tinggal di kabupaten berjuluk Kota Pangkal Perjuangan itu.

Sementara, 3.000 sisanya, menetap di Bekasi maupun Jakarta.

"Mereka kan bekerja di sini (Karawang), dapat uang di sini, masak tinggal di daerah lain. Mereka kan bisa sewa hotel atau apartemen yang sudah banyak berdiri di Karawang, bagus-bagus lagi," kata dia.

Suroto mengatakan, jika seluruh pekerja asing tinggal di Karawang, hal itu akan menghidupkan perekonomian Karawang dari berbagai sektor. Dari perhotelan atau apartemen misalnya, tingkat okupasi akan meningkat.

Baca juga: 55 Persen Korban Kecelakaan lalu Lintas di Karawang adalah Kaum Milenial

 

Hal ini juga berlaku bagi restauran dan tempat wisata lainnya.

"Kalau mereka membelanjakan uangnya di Karawang, itu bagus buat pertumbuhan ekonomi kita. Makanya kami akan mendorong agar kebijakan ini bisa terlaksana dengan baik," kata dia.

Untuk menjalankan prohram tersebut, kata Suroto, pihaknya akan mengundang para pimpinan perusahaan yang mempekerjakan orang asing untuk membicarakan persoalan tersebut.

"Kami akan menyampaikan kebijakan ini kepada mereka agar dapat dilaksanakan. Kami undang mereka nanti 26 Maret 2019 untuk membahas ini," ungkap dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Sonto Wiryo Jatuh dari Ketinggian 9 Meter hingga Lengan Patah Menggantung Selama 19 Tahun

Kisah Sonto Wiryo Jatuh dari Ketinggian 9 Meter hingga Lengan Patah Menggantung Selama 19 Tahun

Regional
Akibat Hujan Deras di Tanjung Raya Agam, 1 Tewas, 13 Rumah Rusak, Akses Jalan Lumpuh

Akibat Hujan Deras di Tanjung Raya Agam, 1 Tewas, 13 Rumah Rusak, Akses Jalan Lumpuh

Regional
Buntut Konflik Tanah di Flores Timur: Polisi dan Istri Disandera, Rumah Rohaniawan Dirusak, 7 Orang Ditangkap

Buntut Konflik Tanah di Flores Timur: Polisi dan Istri Disandera, Rumah Rohaniawan Dirusak, 7 Orang Ditangkap

Regional
Derita Nenek Theresia, Tinggal di Gubuk Bekas Toilet Warga Tanpa Listrik

Derita Nenek Theresia, Tinggal di Gubuk Bekas Toilet Warga Tanpa Listrik

Regional
Ketika Trayek Angkot di Tasikmalaya Jadi Istilah Transaksi Narkoba

Ketika Trayek Angkot di Tasikmalaya Jadi Istilah Transaksi Narkoba

Regional
Jenazah Tersangka Teroris Abu Alfat Dimakamkan di Medan, Sang Ibu Tak Sanggup Turun dari Mobil

Jenazah Tersangka Teroris Abu Alfat Dimakamkan di Medan, Sang Ibu Tak Sanggup Turun dari Mobil

Regional
Pabrik Sepatu Hengkang ke Jateng, Pengangguran Berpotensi Naik hingga Gubernur Banten Janjikan Investasi Baru

Pabrik Sepatu Hengkang ke Jateng, Pengangguran Berpotensi Naik hingga Gubernur Banten Janjikan Investasi Baru

Regional
Franz Magnis Suseno: Negara Harus Intoleran terhadap Intoleransi

Franz Magnis Suseno: Negara Harus Intoleran terhadap Intoleransi

Regional
Fakta Sidang Suap Bupati Muara Enim: Minta Mobil Lexus, Wakil Bupati dan 22 Anggota DPRD Ikut Terlibat

Fakta Sidang Suap Bupati Muara Enim: Minta Mobil Lexus, Wakil Bupati dan 22 Anggota DPRD Ikut Terlibat

Regional
[POPULER NUSANTARA] Cerita di Balik Perjuangan Hidup Dewi | 10 Pabrik Sepatu Pilih Hengkang ke Jateng

[POPULER NUSANTARA] Cerita di Balik Perjuangan Hidup Dewi | 10 Pabrik Sepatu Pilih Hengkang ke Jateng

Regional
Korban Robohnya Aula SMKN 1 Miri Dapat Bantuan Pengobatan dari Pemkab Sragen

Korban Robohnya Aula SMKN 1 Miri Dapat Bantuan Pengobatan dari Pemkab Sragen

Regional
Waspada, 'The Silent Killer' Penurunan Muka Tanah Ancam Wilayah Semarang

Waspada, "The Silent Killer" Penurunan Muka Tanah Ancam Wilayah Semarang

Regional
Fakta Pria 70 Tahun Ditemukan Tewas di Balikpapan, Diduga Korban Pembunuhan hingga Masih Diselidiki

Fakta Pria 70 Tahun Ditemukan Tewas di Balikpapan, Diduga Korban Pembunuhan hingga Masih Diselidiki

Regional
Batal Jadi Pembicara di Seminar Sesko TNI, Menhan Prabowo Rapat Terbatas dengan Presiden

Batal Jadi Pembicara di Seminar Sesko TNI, Menhan Prabowo Rapat Terbatas dengan Presiden

Regional
Dituding Rugikan Mitra Individu, Grab dan PT TPI Jalani Sidang di KPPU Medan

Dituding Rugikan Mitra Individu, Grab dan PT TPI Jalani Sidang di KPPU Medan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X