Pengungsi Banjir Bandang di Jayapura Butuh Selimut dan Tenda

Kompas.com - 18/03/2019, 23:50 WIB
Sejumlah warga melintasi sebuah mobil yang terbalik akibat banjir bandang di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Minggu (17/3/2019). Berdasarkan data BNPB, banjir bandang yang terjadi pada Sabtu (16/3) tersebut mengakibatkan 42 tewas. ANTARA FOTO/Gusti TanatiSejumlah warga melintasi sebuah mobil yang terbalik akibat banjir bandang di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Minggu (17/3/2019). Berdasarkan data BNPB, banjir bandang yang terjadi pada Sabtu (16/3) tersebut mengakibatkan 42 tewas.

JAYAPURA, KOMPAS.com - Sebanyak 17 posko telah berdiri untuk menampung para pengungsi banjir di Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, yang terjadi dua hari lalu.

Sejumlah bantuan pun berdatangan dari kalangan masyarakat dari penjuru negeri untuk membantu para korban yang rumahnya rusak diterjang banji bandang.

Sedikitnya sudah ada 8.057 pengungsi yang terdata berada di penampungan yang telah dibangun pemerintah daerah dan juga para relawan aksi kemanusiaan.

Menurut Humas Posko Induk Banjir Bandang Pemda Kabupaten Jayapura, Dodi Sambodo, hingga saat ini sudah ada 8.057 orang yang ditampung di 17 posko yang telah didirikan. Sampai sejauh ini para korban selamat telah ditangani secara baik.

Akan tetapi, menurutnya para korban masih membutuhkan bantuan berupa tenda, selimut dan air bersih atau air minum serta kebutuhan anak balita. Hal itu dibutuhkan lantaran hujan masih mengguyur Kabupaten Jayapura.

“Kebutuhan para korban tentunya seperti biasa, yakni sandang dan pangan. Namun hal itu sampai saat ini masih terpenuhi dengan baik. Kebutuhan yang sangat urgen saat ini yakni selimut, tenda dan air bersih. Selimut dan tenda ini sangat dibutuhkan karena hujan yang turun. Kalau air minum, pendistribusiannya yang sulit karena jalan terputus, tergenang air, tergenang lumpur dan longsor,” ungkapnya ketika dikonfirmasi kompas.com, Senin (18/3/2019) malam.

Baca juga: TNI Turunkan Alat Berat Bersihkan Material Banjir Bandang Sentani

Dodi salah seorang pejabat di Pemda Jayapura menegaskan, para korban yang mengusngsi sejauh ini tertangani dengan baik. Sebagian besar berada di bangunan atau gedung. Hanya ada beberapa korban yang tinggal di dalam tenda.

Ia menambahkan, para korban kebanyakan ditampung di dua posko, yakni di posko induk gedung kantor bupati sekitar 1.391 orang dan di posko Gajah Mada sebanyak 1.450 orang. Sisanya ada BTN Bintang Timur 600 orang, SIL 1000 orang, Doyo Baru 203 orang, Panti Jompo 23 orang, Rindam 220 orang, Kamp Netar 43 orang, Asrama Holmes 50 orang, Kompi D 108 orang, Puspenka 123 orang dan Yayasan Abdi Nusantara 900 orang.

“Diperkirakan jumlah pengungsi akan bertambah. Seperti saat ini di daerah Sosial, air masih terus mengalir dan merusak rumah warga. Kebanyakan dari mereka saat ini mengungsi. Di samping itu daerah yang sangat sulit diatasi yakni di Gajah Mada, karena daerahnya dekat danau dan berada di dataran rendah,” pungkasnya.

Dodi mengutarakan, saat ini jumlah korban banjir bandang yang meninggal sebanyak 83 orang, luka berat 84 orang, luka ringan 75 orang dan jumlah orang hilang sebanyak 73 orang.

“Semua stakeholder dan juga relawan terus melakukan evakuasi dan pencarian terhadap para korban sampai saat ini. Kita terus bekerja keras untuk membantu para korban yang berdampak banjir yakni di Distrik Sentani Kota, Sentani Barat, Distrik Ravenirara, Distrik Waibu, Distrik Depapre, Ebungfao dan saat ini banjir mulai masuk ke Distrik Nimbongkran,” ujarnya.

Baca juga: 74 Orang Dilaporkan Hilang akibat Banjir Bandang di Jayapura

Kepala Penerangan Kodam XVII/Cendrawasih, Kolonel Inf M Aidi menegaskan, pihaknya TNI bersama unsur SAR lainnya masih terus mengerahkan kemampuan untuk mencari korban banjir.

“Kita sampai saat ini masih berada di lapangan dan bekerja secara ekstra untuk mengevakuasi para korban dan melalukan relokasi terhadap jalan yang rusak, agar akses transportasi bisa kembali normal,” paparnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hendak Istirahat, Seorang Petani Tewas Tercebur ke Sumur Sedalam 26 Meter

Hendak Istirahat, Seorang Petani Tewas Tercebur ke Sumur Sedalam 26 Meter

Regional
Jelang KBM Tatap Muka, Sekolah di Yogyakarta Diminta Lengkapi Fasilitas Protokol Kesehatan

Jelang KBM Tatap Muka, Sekolah di Yogyakarta Diminta Lengkapi Fasilitas Protokol Kesehatan

Regional
Cari Pohon untuk Dijadikan Bonsai, Seorang Bocah Tewas Terjatuh dari Tebing

Cari Pohon untuk Dijadikan Bonsai, Seorang Bocah Tewas Terjatuh dari Tebing

Regional
Hasil Pantauan Udara, Ada Banyak Longsoran Baru di Puncak Merapi

Hasil Pantauan Udara, Ada Banyak Longsoran Baru di Puncak Merapi

Regional
BPBD Yogyakarta Rekrut Tim Relawan Pemulasaran Jenazah Covid-19

BPBD Yogyakarta Rekrut Tim Relawan Pemulasaran Jenazah Covid-19

Regional
Beredar Kabar Wali Kota dan Sekda Positif Covid-19, Ini Tanggapan Pemkot Malang

Beredar Kabar Wali Kota dan Sekda Positif Covid-19, Ini Tanggapan Pemkot Malang

Regional
Perompak Kapal Beraksi di Perairan Sorong, Satu ABK Hilang Loncat ke Laut

Perompak Kapal Beraksi di Perairan Sorong, Satu ABK Hilang Loncat ke Laut

Regional
Antisipasi Erupsi Merapi, KPU Bakal Pindahkan TPS Pilkada ke Tempat Pengungsian

Antisipasi Erupsi Merapi, KPU Bakal Pindahkan TPS Pilkada ke Tempat Pengungsian

Regional
Ruang Isolasi RSUD Temanggung Hampir Penuh, Pasien Covid-19 Harus Antre untuk Dirawat

Ruang Isolasi RSUD Temanggung Hampir Penuh, Pasien Covid-19 Harus Antre untuk Dirawat

Regional
Timses Angkat Bicara soal Banteng Ketaton di Video 'Hancurkan Risma' Pakai Atribut Machfud-Mujiaman

Timses Angkat Bicara soal Banteng Ketaton di Video "Hancurkan Risma" Pakai Atribut Machfud-Mujiaman

Regional
Aktivitas Vulkanis Gunung Merapi Dilaporkan Terus Meningkat

Aktivitas Vulkanis Gunung Merapi Dilaporkan Terus Meningkat

Regional
Berisiko, Warga Positif Covid-19 yang Karantina Mandiri Akan Dipindahkan ke Jember Sport Garden

Berisiko, Warga Positif Covid-19 yang Karantina Mandiri Akan Dipindahkan ke Jember Sport Garden

Regional
6 Mantan RT Ditahan gara-gara Bau Limbah, Komisi IV DPR Datangi Kejari Bangka

6 Mantan RT Ditahan gara-gara Bau Limbah, Komisi IV DPR Datangi Kejari Bangka

Regional
Usaha Sepi, Penjual Biji Jenitri Bobol Rumah Tetangga Saat Ditinggal Yasinan

Usaha Sepi, Penjual Biji Jenitri Bobol Rumah Tetangga Saat Ditinggal Yasinan

Regional
Lahan 148 Hektare di Sidoarjo Disiapkan untuk Kawasan Industri Halal

Lahan 148 Hektare di Sidoarjo Disiapkan untuk Kawasan Industri Halal

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X