Dalam Eksepsi, WN Prancis Gembong Narkoba Minta Dibebaskan

Kompas.com - 12/03/2019, 05:37 WIB
Mataram, Kompas.Com-Dorfin Felix (35) Terdakwa kasus Narkotika asal Francis ini menyampaikan eksepsinya melalui kyasa hukumnya, dalam sidang kedua, Senin (11/2) di PN Mataram. Dorfin minta dibebaskan dari segala tuduhan. KOMPAS.com/Fitri RMataram, Kompas.Com-Dorfin Felix (35) Terdakwa kasus Narkotika asal Francis ini menyampaikan eksepsinya melalui kyasa hukumnya, dalam sidang kedua, Senin (11/2) di PN Mataram. Dorfin minta dibebaskan dari segala tuduhan.

MATARAM, KOMPAS.com - Setelah didakwa hukuman seumur hidup atau hukuman mati, Dorfin Felix (35), warga negara Prancis yang tertangkap membawa 2,4 kilogram narkotika jenis sabu, mengajukan eksepsi dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Mataram, Senin (11/3/2019).

Melalui kuasa hukumnya, DR Ainuddin, Dorfin keberatan dengan dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) dan memohon pada majelis hakim untuk mengambil keputusan, atau membebaskannya dari segala tuduhan.

"Kami memohon majelis hakim, menerima keberatan eksepsi kuasa hukum terdakwa Dorfin Felix, menyatakan surat dakwaan JPU sebagai dakwaan yang batal demi hukum atau harus dibatalkan, atau setidak tidaknya tidak dapat diterima, apabila majelis hakim berpendapat lain mohon keputusan yang seadil-adilnya," kata Ainuddin, membacakan eksepsi di ruang sidang, Senin.

Baca juga: Gembong Narkoba Dorfin Felix Minta Didampingi Penerjemah Bahasa Prancis di Sidang

Kuasa hukum Dorfin menilai, dakwaan JPU yang menjerat Dorfin dengan pasal berlapis, yaitu Pasal 112, Pasal 113, dan Pasal 114 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Natkotika, terlalu berlebihan dan tidak cermat.

Kuasa hukum menyebut, Dorfin tidak terbukti menggunakan narkoba, menjadi kurir atau perantara, atau menjual sabu yang disimpannya dalam koper yang dibawanya dari negaranya menuju Lombok.

Ainuddin juga menekankan bahwa dalam unsur mengantarkan (sebagai kurir) dan melakukan jual beli atau transaksi seperti yang didakwakan, dalam hal ini hanya ada terdakwa, tak ada pihak penghubung atau perantara untuk melakukan jual beli dengan terdakwa.

"Tidak terungkap juga pihak atau pelaku utama yang akan menerima narkotika yang dibawa Dorfin, ini juga janggal bagi kami," kata pengacara.

Berbeda dengan sidang sebelumnya, dalam persidangan kali ini, Dorfin telah didampingi penerjemah bahasa Prancis seperti yang diinginkannya. Dorfin pun nampak tenang bersama Ainuddin, kuasa hukumnya yang baru.

Namun, Ainuddin menyebut kliennya syok dan tidak percaya atas proses peradilan yang dijalani. 

"Kami mencermati ada barang bukti yang disebutkan hampir mencapai 3 kilogram, padahal ada sejumah barang bukti yang tidak termasuk narkoba, dakwaan JPU tidak cermat," kata kuasa hukum.

Baca juga: Didakwa Pasal Berlapis, WN Prancis Gembong Narkoba Dorfin Felix Terancam Hukuman Mati

Menanggapi eksepsi Dorfin dan kuasa hukumnya, JPU Ginung Pratidiana menyebut, hal itu adalah hak dari kuasa hukum ataupun terdakwa.

Namun, JPU menyatakan, semua pasal yang didakwakan kepada Dorfin telah sesuai aturan dan fakta yang terjadi.

"Bahwa yang bersangkutan membawa, menguasai, bahkan mengimpor narkotika jenis sabu dari negaranya, luar negeri, memasuki wilayah Negara Republik Indonesia, artinya terdakwa telah melanggar aturan di wilayah hukum Indonesia. Tapi, bagi kami, eksepsi yang mereka sampaikan merupakan penilaian dari tim kuasa hukum," kata Ginung.

Ketua Majelis Hakim, Isnurul Syamsul Arif mengatakan, setelah pembacaan eksepsi atau nota keberatan dari terdakwa, maka sidang berikutnya adalah mendengar pendapat jaksa penuntut umum atas eksepsi terdakwa.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hampir Sepekan, Gunungkidul Catatkan Nol Kasus Baru Corona

Hampir Sepekan, Gunungkidul Catatkan Nol Kasus Baru Corona

Regional
Pasien Covid-19 Tertua di Indonesia Sembuh, Kuncinya Disiplin

Pasien Covid-19 Tertua di Indonesia Sembuh, Kuncinya Disiplin

Regional
Nenek Berusia 100 Tahun Asal Surabaya Sembuh dari Covid-19, Bagaimana Bisa?

Nenek Berusia 100 Tahun Asal Surabaya Sembuh dari Covid-19, Bagaimana Bisa?

Regional
Kisruh Bantuan Mobil PCR, Saling Klaim dan Amukan Risma, Ini Akhir Ceritanya

Kisruh Bantuan Mobil PCR, Saling Klaim dan Amukan Risma, Ini Akhir Ceritanya

Regional
[POPULER NUSANTARA] Wali Kota Risma Tersulut Emosi | Kerangka Diduga Berusia Ratusan Tahun

[POPULER NUSANTARA] Wali Kota Risma Tersulut Emosi | Kerangka Diduga Berusia Ratusan Tahun

Regional
Saat Dosen Unpad Masuk Data Penerima Dana Bansos Rp 600 Ribu Per Bulan: Bingung Bantuan Apa Ini?

Saat Dosen Unpad Masuk Data Penerima Dana Bansos Rp 600 Ribu Per Bulan: Bingung Bantuan Apa Ini?

Regional
Polisi Pukul Pakai Rotan Warga Tak Bermasker, Tetap Diproses Hukum Meski Ada Masyarakat yang Mendukung

Polisi Pukul Pakai Rotan Warga Tak Bermasker, Tetap Diproses Hukum Meski Ada Masyarakat yang Mendukung

Regional
Detik-detik Satpam Tewas Dibunuh Maling, Berawal Saat Pergoki Pencurian Kelapa Sawit

Detik-detik Satpam Tewas Dibunuh Maling, Berawal Saat Pergoki Pencurian Kelapa Sawit

Regional
Jejak Kasus Pecatan TNI Ruslan Buton, Tuntut Jokowi Mundur hingga Terlibat Kasus Pembunuhan La Gode

Jejak Kasus Pecatan TNI Ruslan Buton, Tuntut Jokowi Mundur hingga Terlibat Kasus Pembunuhan La Gode

Regional
Kabur dari Rutan Polsek Malili, Satu Tahanan Titipan Kejari Luwu Timur Ditembak

Kabur dari Rutan Polsek Malili, Satu Tahanan Titipan Kejari Luwu Timur Ditembak

Regional
Tentang New Normal di DIY, Sri Sultan: Jangan tergesa-gesa

Tentang New Normal di DIY, Sri Sultan: Jangan tergesa-gesa

Regional
Kota Bandung Kini Terapkan PSBB Proporsional

Kota Bandung Kini Terapkan PSBB Proporsional

Regional
7 Pohon Tumbang Diterjang Angin Puting Beliung di Sukabumi, 1 Mobil dan Puluhan Rumah Rusak

7 Pohon Tumbang Diterjang Angin Puting Beliung di Sukabumi, 1 Mobil dan Puluhan Rumah Rusak

Regional
Pekan Depan, Keluar Masuk NTB Wajib Bawa Surat Bebas Corona

Pekan Depan, Keluar Masuk NTB Wajib Bawa Surat Bebas Corona

Regional
Sabtu, 2 Unit Mobil PCR Dijadwalkan Siaga di Surabaya, Ini Lokasinya

Sabtu, 2 Unit Mobil PCR Dijadwalkan Siaga di Surabaya, Ini Lokasinya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X