Tarif Kargo Pesawat Naik 300 Persen, Ekspor Ikan Tuna ke Pasar Internasional Distop

Kompas.com - 21/02/2019, 13:33 WIB
aktifitas pekerja di parik pengolahan ikan tuna UD Nagata Tuna, milik Muslim warga Desa Punge Blangcut, Kecamatan Jaya Baru, Kota Banda Aceh. Rabu (20/02/2019).KOMPAS.com/RAJA UMAR aktifitas pekerja di parik pengolahan ikan tuna UD Nagata Tuna, milik Muslim warga Desa Punge Blangcut, Kecamatan Jaya Baru, Kota Banda Aceh. Rabu (20/02/2019).

BANDA ACEH, KOMPAS.com- UD Nagata Tuna, satu-satunya eksportir ikan tuna hasil tangkapan nelayan tradisional Aceh yang memasok ke sejumlah pasar internasional terpaksa harus menghentikan pengiriman produknya sejak awal 2019.

Pasalnya, biaya kargo mengalami kenaikan harga hingga mencapai 300 persen.

“Sejak Januari 2019 kami terpaksa harus menyetop ekspor tuna ke Jepang, Thailand, dan Singapura karena biaya kargo naik 300 persen sejak Januari 2019,” keluh Muslim, pemilik usaha UD Nagata Tuna saat dijumpai di lokasi pabrik pengolahan ikan tuna, di Punge Blang Cut, Kecamatan Jaya Baru, Banda Aceh.


Muslim menyebutkan, sebelum mengalami kenaikan, sejak tahun 2013, harga pengiriman kargo pesawat Garuda Indonesia dari Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda ke Jepang ongkosnya hanya Rp 22 ribu per kilogram.

 Namun, sejak Januari 2019 harga kargo naik menjadi Rp 60 ribu.

“Naiknya besar sekali, sehingga pengiriman terpaksa harus kami stop, tidak dapat disiasati, karena harga jual tidak sesuai setelah harga kargo naik,” katanya.

Baca juga: Tarif Kargo Mahal, Eksportir Ikan Ini Kirim Surat ke Susi

Dampak dari kenaikan harga jasa pengiriman via kargo pesawat Garuda Indonesia, Muslim pun terpaksa harus memberhentikan 4 orang tenaga kerja lokal yang selama ini melakukan pengolahan ikan tuna untuk diekspor ke sejumlah pasar internasional.

“Dampaknya banyak sekali, 4 orang tenaga kerja pengolahan ikan ekspor harus dirumahkan sementara, belum lagi biaya operasional dan pabrik pengolahan yang harus kami keluarkan biaya rutin,” sebutnya.

Untuk mempertahankan usaha dirintis Muslim sejak tahun 2012 lalu, saat ini pengiriman ikan tuna hanya dilakukan ke Malaysia dengan harga dan permintaan yang sangat terbatas.

Pengiriman dilakukan dengan menggunakan jasa kargo pesawat AirAsia yang tidak mengalami kenaikan tarif kargo.

“Sekarang kami hanya ke Malaysia dengan menggunakan kargo pesawat swasta, biaya pengiriman tidak naik, tapi permintaan dan harganya terbatas tidak sama dengan pasarnya Jepang, kalau ke Jepang pengiriman tanpa batas,” sebutnya.

Selain menjaga permintaan pasar ikan tuna hasil tangkapan nelayan tradisional ke Malaysia, Muslim kini juga mulai mengirimkan berbagai jenis ikan kecil seperti tongkol dan sejenisnya ke pasar domestik yaitu Medan dan Jakarta dengan menggunakan jasa pengiriman jalur darat.

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Peduli Literasi Anak, 4 Pemuda Jalan Kaki Wonogiri-Jakarta untuk Temui Jokowi

Peduli Literasi Anak, 4 Pemuda Jalan Kaki Wonogiri-Jakarta untuk Temui Jokowi

Regional
Sultan Bubohu Bongo Gorontalo Yosep Tahir Maruf Mangkat

Sultan Bubohu Bongo Gorontalo Yosep Tahir Maruf Mangkat

Regional
Fakta di Balik Ni Luh Djelantik Laporkan Lisa Marlina, Sebut Pelecehan Seks di Bali Biasa hingga Minta Maaf

Fakta di Balik Ni Luh Djelantik Laporkan Lisa Marlina, Sebut Pelecehan Seks di Bali Biasa hingga Minta Maaf

Regional
Rabu Pagi, Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas Guguran

Rabu Pagi, Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas Guguran

Regional
25 Tahun Tinggal di Gubuk Reyot, Mak Aroh Dapat Hibah Lahan dari Babinsa

25 Tahun Tinggal di Gubuk Reyot, Mak Aroh Dapat Hibah Lahan dari Babinsa

Regional
Tipu 30 Orang, Dua Anggota BIN Gadungan Ditangkap

Tipu 30 Orang, Dua Anggota BIN Gadungan Ditangkap

Regional
Pekerja Migran asal Karimun Dibunuh di Malaysia, Bupati Koordinasi dengan KBRI

Pekerja Migran asal Karimun Dibunuh di Malaysia, Bupati Koordinasi dengan KBRI

Regional
Kontak Senjata, TNI Sebut Ada Kelompok Separatis Terluka di Nduga

Kontak Senjata, TNI Sebut Ada Kelompok Separatis Terluka di Nduga

Regional
Fakta KPK Geledah Rumah Gubernur Kepri Nonaktif, Bongkar Paksa Pintu hingga Diduga Terima Gratifikasi Senilai Rp 6,1 Miliar

Fakta KPK Geledah Rumah Gubernur Kepri Nonaktif, Bongkar Paksa Pintu hingga Diduga Terima Gratifikasi Senilai Rp 6,1 Miliar

Regional
Pekerjakan WN Filipina, 8 Kapal Ikan Indonesia Ditangkap KKP

Pekerjakan WN Filipina, 8 Kapal Ikan Indonesia Ditangkap KKP

Regional
Penyebab Kebakaran Rumah yang Tewaskan 4 Bocah Masih Simpang Siur

Penyebab Kebakaran Rumah yang Tewaskan 4 Bocah Masih Simpang Siur

Regional
6 Fakta Proyek 'Underpass' Kentungan Yogyakarta Ambles, WNA Australia Jadi Korban hingga Proyek Dihentikan Sementara

6 Fakta Proyek "Underpass" Kentungan Yogyakarta Ambles, WNA Australia Jadi Korban hingga Proyek Dihentikan Sementara

Regional
Duduk Perkara Dokter Gigi Romi Gagal Jadi PNS karena Penyandang Disabilitas

Duduk Perkara Dokter Gigi Romi Gagal Jadi PNS karena Penyandang Disabilitas

Regional
Duduk Perkara Cerita Viral Perempuan Pendaki Gunung Rinjani Disetubuhi Saat Hipotermia...

Duduk Perkara Cerita Viral Perempuan Pendaki Gunung Rinjani Disetubuhi Saat Hipotermia...

Regional
Geger Bayi Meninggal karena Ditolak Rumah Sakit, Ini Penjelasannya

Geger Bayi Meninggal karena Ditolak Rumah Sakit, Ini Penjelasannya

Regional
Close Ads X