PDAM Salurkan 3.000 Liter Air Bersih Untuk Warga Terdampak Banjir Bandang di Bandung.

Kompas.com - 12/02/2019, 22:01 WIB
Tampak petugas gabungan dari sejumlah instansi membantu membersihkan material lumpur dan batuan yang terbawa banjir bandang yang disebabkan tanggul penahan aliran air sungai di sekitar Komplek Jatiendah Regency jebol diterjang. KOMPAS.com/AGIE PERMADI Tampak petugas gabungan dari sejumlah instansi membantu membersihkan material lumpur dan batuan yang terbawa banjir bandang yang disebabkan tanggul penahan aliran air sungai di sekitar Komplek Jatiendah Regency jebol diterjang.

BANDUNG, KOMPAS.com - Kepala Bidang dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Bandung Sudrajat mengatakan, Perusahaan Daerah Air Minum ( PDAM) Bandung Timur menyalurkan 3.000 liter air bersih bagi warga yang terdampak banjir bandang di Komplek Jatiendah, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung. 

" Air bersih sudah disalurkan oleh PDAM bagi warga sebanyak 3.000 liter," kata Sudrajat saat dihubungi Kompas.com, Selasa (12/2/2019).

Baca juga: 5 Fakta Banjir di Kabupaten Bandung, Terjang 12 Rumah hingga Balita 17 Bulan Jadi Korban

Sudrajat mengatakan, ribuan liter air bersih itu digunakan untuk kebutuhan minum maupun kebutuhan rumah tangga warga.

Sudrajat mengatakan, PDAM akan kembali menyalurkan air bersih jika persediaan air bersih tersebut telah habis. 

Selain menggunakan air bersih dari PDAM, sejumlah warga juga mengunakan air yang berasal dari sumur mereka.

Baca juga: Tanggul Jebol Tewaskan 3 Orang di Kabupaten Bandung, Begini Kesaksian Warga

"Air bersih itu hanya buat warga yang tidak memiliki saja, karena sebagian warga ada yang masih punya sumur. Tapi kalau memang kurang nanti ditambah lagi, itu disesuaikan kebutuhan," katanya.

Tanggul yang jebol di Komplek Jatiendah Regency, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung, Sabtu (9/2/2019) malam, mengakibatkan banjir di perumahan warga.

Belasan rumah rusak ringan dan berat. Banjir juga menewaskan sejumlah warga.


Terkini Lainnya

Iran Luncurkan Latihan Angkatan Laut di Rute Pelayaran Global

Iran Luncurkan Latihan Angkatan Laut di Rute Pelayaran Global

Internasional
Gubernur Sulut Beberkan Pencapaian 10 Program Prioritasnya

Gubernur Sulut Beberkan Pencapaian 10 Program Prioritasnya

Regional
Dua Perempuan Saudi Mengaku Kabur dan Dicegat di Bandara Hong Kong

Dua Perempuan Saudi Mengaku Kabur dan Dicegat di Bandara Hong Kong

Internasional
Anggota DPRD Buru Selatan Sengaja Menghilang karena Kecewa Dipecat

Anggota DPRD Buru Selatan Sengaja Menghilang karena Kecewa Dipecat

Megapolitan
Pejabat  yang Tembak Bocah 8 Tahun di Ambon Resmi Jadi Tersangka

Pejabat yang Tembak Bocah 8 Tahun di Ambon Resmi Jadi Tersangka

Regional
Setelah Serang Prabowo soal Penguasaan Lahan, Jokowi Juga Harus Terbuka

Setelah Serang Prabowo soal Penguasaan Lahan, Jokowi Juga Harus Terbuka

Nasional
Soal Senam di Sajadah, Bawaslu Jakbar Sebut Keterangan Saksi Beda dengan yang Viral di Medsos

Soal Senam di Sajadah, Bawaslu Jakbar Sebut Keterangan Saksi Beda dengan yang Viral di Medsos

Megapolitan
Memohon Agar Ambulans Dapat Lewat, Seorang Ibu di China Bersujud di Tengah Jalan

Memohon Agar Ambulans Dapat Lewat, Seorang Ibu di China Bersujud di Tengah Jalan

Internasional
Kabut Asap di Bengkalis, Warga Terserang Penyakit Batuk hingga Sesak Napas

Kabut Asap di Bengkalis, Warga Terserang Penyakit Batuk hingga Sesak Napas

Regional
Cuaca Buruk, KRL Tanah Abang-Rangkasbitung Gangguan Sinyal

Cuaca Buruk, KRL Tanah Abang-Rangkasbitung Gangguan Sinyal

Megapolitan
Sejumlah Tips Hadapi Banjir

Sejumlah Tips Hadapi Banjir

Megapolitan
Tipu 96.000 Jemaah Umrah, Istri Bos Abu Tours Divonis 19 Tahun Penjara

Tipu 96.000 Jemaah Umrah, Istri Bos Abu Tours Divonis 19 Tahun Penjara

Regional
Wapres Kalla Minta Para Gubernur Perbanyak Industri di Daerah

Wapres Kalla Minta Para Gubernur Perbanyak Industri di Daerah

Nasional
Diiringi Tangis Pilu, Puluhan Mahasiswa dan Masyarakat Tolak PLTU

Diiringi Tangis Pilu, Puluhan Mahasiswa dan Masyarakat Tolak PLTU

Regional
Disangka Penyelundup Manusia, Pembuat Film asal Jerman Dihajar Warga Rohingya

Disangka Penyelundup Manusia, Pembuat Film asal Jerman Dihajar Warga Rohingya

Internasional

Close Ads X