Kilas Daerah Semarang
KILAS DAERAH

Temukan Tumpukan Sampah di Pasar Wonodri, Wali Kota Semarang Geram

Kompas.com - 07/02/2019, 08:37 WIB
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat melakukan kunjungan ke Pasar Wonodri, Rabu (6/2/2019) Dok. Pemkot SemarangWali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat melakukan kunjungan ke Pasar Wonodri, Rabu (6/2/2019)

KOMPAS.com - Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi terlihat geram dengan kondisi kebersihan Pasar Wonodri, Kota Semarang saat mendapati tumpukan sampah di salah satu lorong pasar.

Kejadian tersebut didapati Hendi, panggilan akrab Hendrar, ketika melakukan tinjauan langsung ke pasar yang baru dibangun oleh Pemerintah Kota Semarang tersebut, Rabu (6/2/2019).

Beberapa saat setelah berkeliling, kemudian ia terhenti ketika mendapati tumpukan sampah di salah satu lorong lantai tiga pasar yang tidak dibersihkan. Hendi pun lantas menanyakan hal ini kepada petugas kebersihan untuk meminta keterangan.

"Siang membersihkannya jam berapa?," tanya Hendi kepada salah satu petugas kebersihan di Pasar Wonodri dengan nada sedikit meninggi, seperti dalam keterangan tertulisnya.

"Ya setiap hari muter terus saya pak," jawab petugas kebersihan.

"Muter? Ini lihat! Masa harus disuruh untuk dibersihkan?" balas Wali Kota Semarang tersebut sambil menunjuk tumpukan sampah.

Tak hanya itu, Hendi sempat pula geram ketika mendapati salah satu pedagang ikan di los pasar lantai dua mengeluh tempatnya basah oleh air hujan.

Lubang ventilasi keluar pasar yang terlalu lebar pun disebutkan menjadi penyebabanya. Sambil mengernyitkan dahi, Hendi pun langsung memanggil Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang untuk melihat kondisi los yang basah.

"Kalau keliling melakukan pengecekan itu posisikan diri kita menjadi pedagang juga sehingga bisa benar-benar merasakan yang dikeluhkan, lihat ini", tegas Hendi kepada Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang.

Hendi sendiri mengatakan akan kembali melakukan evaluasi manajemen pengelolaan pasar Wonodri sebulan ke depan.

"Ya manajemen pengelolaan pasar termasuk kebersihannya saya minta untuk ditingkatkan. Saya hari ini masih maklum karena pedagang baru masuk, tapi nanti satu bulan lagi kami tinjau, semoga manajemen sudah berjalan baik," harap Wali Kota Semarang itu.

Di sisi lain, salah satu pedagang yang mengeluhkan kiosnya basah terkena air hujan, Ibu Rahmad menuturkan senang atas perhatian yang diberikan oleh Hendi selaku Wali Kota Semarang.

"Keluhan saya cuma itu saja, tadi kata Pak Wali nanti akan dipikirkan. Ya saya senang sekali Pak Wali langsung datang, waduh kok perhatian sekali dalam hati saya," ungkapnya.

Baca tentang

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Detik-detik Jazz Tabrak Truk Parkir hingga Membuat 1 Penumpang Tewas

Detik-detik Jazz Tabrak Truk Parkir hingga Membuat 1 Penumpang Tewas

Regional
Sulut Kembali Catatkan Rekor Penambahan Kasus Covid-19, Diduga akibat Libur Akhir Tahun

Sulut Kembali Catatkan Rekor Penambahan Kasus Covid-19, Diduga akibat Libur Akhir Tahun

Regional
Saat Bermain, Anak-anak Temukan Bagian Tubuh Diduga Korban Sriwijaya Air SJ 182

Saat Bermain, Anak-anak Temukan Bagian Tubuh Diduga Korban Sriwijaya Air SJ 182

Regional
Mesum di Kamar Hotel dengan Wanita Lain, Oknum PNS Digerebek Istri, Begini Ceritanya

Mesum di Kamar Hotel dengan Wanita Lain, Oknum PNS Digerebek Istri, Begini Ceritanya

Regional
Tipu Warga soal Jual Beli Tanah, Oknum Kades di Demak Ditahan

Tipu Warga soal Jual Beli Tanah, Oknum Kades di Demak Ditahan

Regional
Wakil Ketua DPRD Jadi Tersangka Kasus Perusakan Hutan

Wakil Ketua DPRD Jadi Tersangka Kasus Perusakan Hutan

Regional
Kapal Nelayan Karam Ditabrak Kapal Tanker, 12 ABK Hilang, Hanya 2 Selamat

Kapal Nelayan Karam Ditabrak Kapal Tanker, 12 ABK Hilang, Hanya 2 Selamat

Regional
Karyawan BRI Alihkan Dana KUR untuk Beli Motor Bekas, Negara Rugi Rp 1 M

Karyawan BRI Alihkan Dana KUR untuk Beli Motor Bekas, Negara Rugi Rp 1 M

Regional
Haji Permata Tewas Tertembak, Massa KKSS Datangi Bea Cukai Kepri

Haji Permata Tewas Tertembak, Massa KKSS Datangi Bea Cukai Kepri

Regional
Hari Ini Kasus Covid-19 di Bali Meroket, Tertinggi sejak Pandemi, Ini Penyebabnya

Hari Ini Kasus Covid-19 di Bali Meroket, Tertinggi sejak Pandemi, Ini Penyebabnya

Regional
Permukiman di Medan Ini Banjir Selama 1,5 Bulan, Begini Penjelasan Dinas PU

Permukiman di Medan Ini Banjir Selama 1,5 Bulan, Begini Penjelasan Dinas PU

Regional
Keraton Yogyakarta Bantah Adanya Pencopotan Jabatan GBPH Prabukusumo

Keraton Yogyakarta Bantah Adanya Pencopotan Jabatan GBPH Prabukusumo

Regional
Sedang Antre Diperbaiki, Satu Kapal Tongkang Batu Bara Kembali Terdampar di Tegal

Sedang Antre Diperbaiki, Satu Kapal Tongkang Batu Bara Kembali Terdampar di Tegal

Regional
Cabuli 13 Anak, Seorang Penjaga Masjid Diancam Hukuman Kebiri

Cabuli 13 Anak, Seorang Penjaga Masjid Diancam Hukuman Kebiri

Regional
Penyebar Kabar Hoaks Meninggalnya Mayor Sugeng Setelah Divaksin Ternyata Napi Kasus Pembunuhan, Pelaku Ditangkap

Penyebar Kabar Hoaks Meninggalnya Mayor Sugeng Setelah Divaksin Ternyata Napi Kasus Pembunuhan, Pelaku Ditangkap

Regional
komentar di artikel lainnya