Status Cagar Alam Kamojang dan Papandayan Turun, Ridwan Kamil Akan Minta Masukan Masyarakat

Kompas.com - 05/02/2019, 22:31 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (kanan tiga) memperlihatkan senjata kujang yang diterimanya di Pesantren Al Fath Sukabumi, Selasa (5/2/2019). KOMPAS.com/BUDIYANTOGubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (kanan tiga) memperlihatkan senjata kujang yang diterimanya di Pesantren Al Fath Sukabumi, Selasa (5/2/2019).

SUKABUMI, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil kembali mengatakan akan menggelar rapat untuk menyikapi perubahan atau penurunan status Kawah Kamojang dan Gunung Papandayan dari cagar alam menjadi taman wisata alam.

Sebelumnya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) telah menerbitkan SK 25/MENLHK/SETJEN/PLA2/1/2018 tertanggal 10 Januari 2018.

SK ini berisi perubahan fungsi pokok kawasan hutan dari sebagian kawasan cagar alam Kawah Kamojang seluas 2.391 hektar dan cagar alam Gunung Papandayan seluas 1.991 hektar, menjadi taman wisata alam.

"Mengenai cagar alam, mau dirapatkan. Karena itu kewenangan pusat, bukan kewenangan provinsi," kata Emil sapaannya, kepada wartawan di Sukabumi, Selasa (5/2/2019).

"Tapi akan saya rapatkan untuk mendengarkan masukan warga seperti apa," sambung dia.

Baca juga: Ridwan Kamil Diminta Bertindak soal Turunnya Status Cagar Alam Kamojang dan Papandayan

Emil ke Sukabumi dalam rangkaian kunjungan kerja, di antaranya memantau Tahun Baru Imlek, mengunjungi obyek wisata alam Situgunung dan Taman Rekreasi Air Panas Cikundul serta ke Pesantren Al Fath.

Selain itu, pengusulan perubahan atau penurunan status kawasan konservasi yang berlokasi di Kabupaten Sukabumi juga sempat muncul pada Pemerintah Provinsi Jawa Barat periode 2013-2018.

Saat itu, Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengusulkan sebagian suaka margasatwa (SM) Cikepuh dan cagar alam (CA) Cibanteng di Kecamatan Ciemas menjadi taman wisata alam (TWA).

Baca juga: Deddy Mizwar Usulkan Sebagian Kecil SM Cikepuh Jadi Taman Wisata Alam

Menanggapi hal itu, Emil mengakui bahwa dirinya belum lama menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat sehingga belum semua informasi dikuasainya. Namun dia berjanji akan mengulas setiap isu yang dianggap meresahkan masyarakat.

"Saya baru menjadi gubernur, tidak semua informasi saya kuasai. Tapi setiap informasi yang dianggap meresahkan masyarakat akan saya review," janji dia.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tak Bayar Rp 700.000, Penumpang Ojol Ini Hanya Tinggalkan Sandal Jepit, Begini Ceritanya

Tak Bayar Rp 700.000, Penumpang Ojol Ini Hanya Tinggalkan Sandal Jepit, Begini Ceritanya

Regional
2 Desa di Rokan Hulu Dilanda Banjir

2 Desa di Rokan Hulu Dilanda Banjir

Regional
PDP di RSUD Sambas Meninggal, Riwayat Perjalanan Berobat Kanker di Malaysia

PDP di RSUD Sambas Meninggal, Riwayat Perjalanan Berobat Kanker di Malaysia

Regional
Seorang Pria Tewas Tersambar Petir Saat Sedang Santai Kendarai Sepeda Motor

Seorang Pria Tewas Tersambar Petir Saat Sedang Santai Kendarai Sepeda Motor

Regional
Harga Ayam Ikut Terdampak Corona, 12 Juta Pekerja Terancam PHK

Harga Ayam Ikut Terdampak Corona, 12 Juta Pekerja Terancam PHK

Regional
Serahkan Uang Celengan, Bocah 7 Tahun: Ini untuk Dokter, Biar Bisa Beli Masker

Serahkan Uang Celengan, Bocah 7 Tahun: Ini untuk Dokter, Biar Bisa Beli Masker

Regional
Fakta Baru Siswi SMP Dibunuh dan Diperkosa Oknum Pembina Pramuka di OKU, Terancam Penjara Seumur Hidup

Fakta Baru Siswi SMP Dibunuh dan Diperkosa Oknum Pembina Pramuka di OKU, Terancam Penjara Seumur Hidup

Regional
Detik-detik Anak Tewas Tertimbun Longsoran Saat Gendong Ibunya yang Lumpuh

Detik-detik Anak Tewas Tertimbun Longsoran Saat Gendong Ibunya yang Lumpuh

Regional
2 Pekan Jalani Isolasi, PDP 51 Tahun di Jombang Positif Covid-19

2 Pekan Jalani Isolasi, PDP 51 Tahun di Jombang Positif Covid-19

Regional
Kronologi Penemuan Bayi yang Diduga Dilempar Ibu Kandungnya ke Atap Rumah di Mojokerto

Kronologi Penemuan Bayi yang Diduga Dilempar Ibu Kandungnya ke Atap Rumah di Mojokerto

Regional
Buron 10 Bulan, Bandar Narkoba Asal Pontianak Ditembak Polisi

Buron 10 Bulan, Bandar Narkoba Asal Pontianak Ditembak Polisi

Regional
Jumlah Pasien Positif Covid-19 di Kalsel Naik 2 Kali Lipat, 1 PDP Cluster Gowa Meninggal

Jumlah Pasien Positif Covid-19 di Kalsel Naik 2 Kali Lipat, 1 PDP Cluster Gowa Meninggal

Regional
[POPULER NUSANTARA] Driver Ojol Tertipu Antarkan Penumpang Purwokerto-Solo | Sosok Oknum Pembina Pramuka yang Bunuh dan Perkosa Siswi SMP

[POPULER NUSANTARA] Driver Ojol Tertipu Antarkan Penumpang Purwokerto-Solo | Sosok Oknum Pembina Pramuka yang Bunuh dan Perkosa Siswi SMP

Regional
Pasien Positif Corona Keluar Rumah Pakai Ojek, Diisolasi di RS dan Keluarga Bantah Dijemput Paksa

Pasien Positif Corona Keluar Rumah Pakai Ojek, Diisolasi di RS dan Keluarga Bantah Dijemput Paksa

Regional
Tragedi Satu Keluarga Tewas Terperosok Lobang Septic Tank Sedalam 20 Meter

Tragedi Satu Keluarga Tewas Terperosok Lobang Septic Tank Sedalam 20 Meter

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X