Siswi SMP dan Sopir Angkot yang Mencabulinya Sudah 2 Tahun Pacaran

Kompas.com - 01/02/2019, 16:10 WIB
EJS (31) tersangka pencabulan terhadap anak dibawah umur, kembali menjalani pemeriksaan oleh penyidik Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Jumat (1/2/2019) KOMPAS.com/RAHMAT RAHMAN PATTYEJS (31) tersangka pencabulan terhadap anak dibawah umur, kembali menjalani pemeriksaan oleh penyidik Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Jumat (1/2/2019)

AMBON,KOMPAS.com- Penyidik Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease mengungkap fakta baru terkait kasus pencabulan terhadap seorang siswi SMP di Kota Ambon berinisial JBS (14).

Korban ternyata memiliki hubungan khusus dengan EJS, sopir angkot yang mencabulinya berkali-kali.

Kasubbag Humas Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Ipda Julkisno Kaisuoy mengatakan dari keterangan yang didapat, ternyata korban dan pelaku selama ini berpacaran.

“Keduanya memiliki hubungan khusus, keduanya berpacaran,” kata Julkisno di ruang kerjanya, Jumat (1/2/2019).

Baca juga: Tepergok Setubuhi Siswi SMP, Sopir Angkot Ditangkap Polisi

Dia menjelaskan, tersangka dan korban telah saling saling memadu kasih sejak korban berusia 12 tahun atau tepatnya pada tahun 2017 lalu.

Sejak saat itu pula tersangka dan korban telah melakukan hubungan terlarang layaknya pasangan suami istri.

“Keduanya ini bertetangga. Mereka pacaran sejak tahun 2017 dan saat itu pula tersangka terus mencabuli korban hingga ia ditangkap,”ujarnya.

Dia mengatakan, meski hubungan keduanya atas dasar suka sama suka, namun korban JBS masih berusia di bawah umur, sehingga perbuatan tersangka telah menyalahi aturan yang berlaku.

“Biar suka-sama suka, tapi korban masih di bawah umur sehingga penyidik menjeratnya dengan Undang-undang Perlindungan anak, dimana ancaman hukumannya itu 15 tahun penjara,”jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, tersangka ditangkap polisi setelah tepergok sedang mencabuli korban di kawasan Terminal Transit Passo, Kecamatan Baguala Ambon pada Selasa (29/1/2019) lalu.

Saat itu baik korban maupun tersangka langsung dibawa ke kantor Polsek Baguala untuk dimintai keterangan.

Kemudian polisi langsung membawa pelaku ke Polres Ambon dan setelah memeriksanya, yang bersangkutan langsung ditetapkan sebagai tersangka kemudian ditahan. 

Kompas TV Satuan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polrestabes Kota Bandung menangkap seorang guru les yang diduga melakukan tindak pencabulan terhadap puluhan anak sekolah dasar dan sekolah menengah pertama. Modus pelaku setelah mengajar ia mengajak anak didiknya menonton film dewasa. Pelaku pun memberikan uang Rp 20 ribu dan kemudian mencabulinya. Pelaku diduga telah melakukan pencabulan terhadap 34 anak di bawah umur kasus pelecehan seksual ini terungkap setelah salah satu orangtua murid menemukan video tersangka sedang menonton film porno bersama dengan anak-anak sambil mencabulinya. Dari tangan tersangka polisi menyita telepon seluler dan laptop.


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bangkai Babi dari Sumut Lintasi Sungai Aceh, Warga Resah dan Takut Makan Ikan

Bangkai Babi dari Sumut Lintasi Sungai Aceh, Warga Resah dan Takut Makan Ikan

Regional
Kadus: Lokasi Penemuan Yoni di Situs Candi Bowo Pernah Jadi Permukiman, Ditinggal Warga Sejak 1952

Kadus: Lokasi Penemuan Yoni di Situs Candi Bowo Pernah Jadi Permukiman, Ditinggal Warga Sejak 1952

Regional
Proyek Penyulingan Air Laut Rp 14 M Tak Berfungsi, Warga Pulau Ende Minum Air Asin

Proyek Penyulingan Air Laut Rp 14 M Tak Berfungsi, Warga Pulau Ende Minum Air Asin

Regional
Wisuda di Usia 85 Tahun, Kakek La Oede Jadi Sarjana Sastra Indonesia...

Wisuda di Usia 85 Tahun, Kakek La Oede Jadi Sarjana Sastra Indonesia...

Regional
Truk Roda 10 Disinyalir Jadi Penyebab Kelangkaan Solar di Sumbar

Truk Roda 10 Disinyalir Jadi Penyebab Kelangkaan Solar di Sumbar

Regional
[POPULER NUSANTARA] Polisi Tangkap Pelaku Pelempar Sperma di Tasikmalaya | Kakek Diwisuda pada Usia 85 Tahun

[POPULER NUSANTARA] Polisi Tangkap Pelaku Pelempar Sperma di Tasikmalaya | Kakek Diwisuda pada Usia 85 Tahun

Regional
Teror Harimau Hantui Warga Sumsel, Apa Penyebabnya?

Teror Harimau Hantui Warga Sumsel, Apa Penyebabnya?

Regional
Aktivis Antikorupsi di Aceh Tengah Hilang 10 Hari, Motor Ditemukan di Warnet

Aktivis Antikorupsi di Aceh Tengah Hilang 10 Hari, Motor Ditemukan di Warnet

Regional
5 Fakta Pelemparan Sperma di Tasikmalaya, Viral di Media Sosial hingga Pelaku Melawan Saat Ditangkap

5 Fakta Pelemparan Sperma di Tasikmalaya, Viral di Media Sosial hingga Pelaku Melawan Saat Ditangkap

Regional
Fakta Lengkap Teror Pelemparan Sperma di Tasikmalaya, Viral di Medsos hingga Pelaku Ditangkap

Fakta Lengkap Teror Pelemparan Sperma di Tasikmalaya, Viral di Medsos hingga Pelaku Ditangkap

Regional
Ditjen Perkeretaapian: Longsor di Proyek Double Track Diduga Karena Faktor Alam, Pekerjaan Sementara Dihentikan

Ditjen Perkeretaapian: Longsor di Proyek Double Track Diduga Karena Faktor Alam, Pekerjaan Sementara Dihentikan

Regional
Sepekan Terakhir Selalu Diserang OTK, Perkuliahan di Kampus UMI Tetap Berjalan

Sepekan Terakhir Selalu Diserang OTK, Perkuliahan di Kampus UMI Tetap Berjalan

Regional
Tetangga Ungkap Kegiatan Ibu Remaja Keterbelakangan Mental yang Ditemukan Tewas Terkubur di Pekarangan,

Tetangga Ungkap Kegiatan Ibu Remaja Keterbelakangan Mental yang Ditemukan Tewas Terkubur di Pekarangan,

Regional
Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir Ajak Mendikbud Mencerdaskan Bangsa

Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir Ajak Mendikbud Mencerdaskan Bangsa

Regional
Cerita di Balik Kakek Selesaikan Wisuda pada Usia 85 Tahun, Pesan Almarhum Anak Jangan Hanya Sampai D3

Cerita di Balik Kakek Selesaikan Wisuda pada Usia 85 Tahun, Pesan Almarhum Anak Jangan Hanya Sampai D3

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X