Kompas.com - 31/01/2019, 09:28 WIB
Meski dihadang kawanan buaya raksasa, warga Pasangkayu, Sulawesi Barat, nekat bertaruh nyawa melintasi jembatan gantung saat kawanan buaya tengah lalu lalang di bawah bentangan jembatan. KOMPAS.com/JUNAEDIMeski dihadang kawanan buaya raksasa, warga Pasangkayu, Sulawesi Barat, nekat bertaruh nyawa melintasi jembatan gantung saat kawanan buaya tengah lalu lalang di bawah bentangan jembatan.

PASANGKAYU, KOMPAS.com – Warga Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat nekat menyeberangi jembatan gantung bernama jembatan Raie sebagai jembatan penyeberangan walaupun di bawah jembatan sering lalu lalang kawanan buaya raksasa yang mengancam nyawa. 

Kondisi Jembatan Raie sendiri kondisinya sudah sangat lapuk dan lantainya bocor dan amblas di sana-sini serta kondisinya miring. Jembatan Gantung Raie sepanjang 40 meter terletak di ujung Jalan Rusa, Kecamatan Pasangkayu, Kabupaten Pasangkayu.

Meski dihadang kawanan buaya lapar yang setiap saat menampakkan diri di sepanjang muara sungai dan kawasan jembatan gantung ini, namun karena tak ada alternatif jalan lain, warga tetap nekad melintasi jembatan ini. 

Baca juga: Jembatan Gantung di Padang yang Rusak akibat Banjir Bandang Diperbaiki

Warga menggunakan jembatan ini untuk mengangkut hasil tani ke ibu kota Kabupaten Pasangkayu, yang letaknya 3 kilometer dari jembatan tersebut. 

Sungai Pasangkayu selebar 40 meter lebih yang bermuara dari Donggala hingga Mamuju tengah ini diketahui dihuni ratusan buaya raksasa.

Penampakan buaya raksasa yang menghadang warga Pasangkayu yang nekat melintasi jembatan gantung Raie yang jaraknya hanya beberapa cm dari sungai, atau terendam air saat sungai meluap. KOMPAS.com/JUNAEDI Penampakan buaya raksasa yang menghadang warga Pasangkayu yang nekat melintasi jembatan gantung Raie yang jaraknya hanya beberapa cm dari sungai, atau terendam air saat sungai meluap.

Sementara jarak bentangan jembatan dengan permukaan sungai hanya beberapa sentimeter. Bahkan saat sungai meluap, air kerap menggenangi jembatan darurat ini.

Abdul Rahman, salah satu warga mengatakan, kondisi jembatan gantung yang mengenaskan tersebut sudah terjadi sejak tujuh tahun lalu. Hingga saat ini, tidak ada perhatian dari pemerintah daetah setempat untuk memperbaikinya. 

Baca juga: Kisah Bripka Safrul Bolak-balik Gendong Warga Seberangi Sungai karena Jembatan Ambruk

Menurut dia, warga sudah berupaya sedemikian rupa agar pemerintah memperhatikan kondisi jembatan ini. Misal dengan mengunggahnya ke media sosial. 

“Tidak ada jalan lain selain (lewat) di sini, pada hal setiap hari warga mengangkut hasil bumi dengan jalan kaki atau menggunakan motor bagi warga yang berani melintas,” katanya, Rabu. 

Menurut dia, jika jembatan tersebut nantinya rusak dan tidak bisa dilewati lagi, maka dampaknya bisa luas ke perekonomian warga. Sebab ada ratusan hektar lahan perkebunan milik warga yang butuh untuk segera dijual ke ibu kota kabupaten. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Resmikan Alun-alun Majalengka, Kang Emil: Silakan Berekspresi di Sini

Resmikan Alun-alun Majalengka, Kang Emil: Silakan Berekspresi di Sini

Regional
798 Tempat Penyokong Wisata Tersertifikasi CHSE, Jabar Siap Sambut Wisatawan Libur Lebaran

798 Tempat Penyokong Wisata Tersertifikasi CHSE, Jabar Siap Sambut Wisatawan Libur Lebaran

Regional
Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Regional
PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

Regional
Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Regional
Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Regional
Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Regional
Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Regional
Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Regional
Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Regional
Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X