Di Solo dan Sukoharjo, Tabloid Indonesia Barokah Sempat Didistribusikan

Kompas.com - 30/01/2019, 07:21 WIB
Amplop cokelat berisi tabloid Indonesia barokah ditahan di Kantor Pos Solo, Jawa Tengah, Selasa (29/1/2019). KOMPAS.com/LABIB ZAMANIAmplop cokelat berisi tabloid Indonesia barokah ditahan di Kantor Pos Solo, Jawa Tengah, Selasa (29/1/2019).

SOLO, KOMPAS.com - Kantor Pos Solo, Jawa Tengah, menahan ratusan eksemplar tabloid Indonesia Barokah dalam amplop cokelat yang siap diedarkan ke sejumlah wilayah di Solo dan Sukoharjo, Jawa Tengah.

Pejabat Operasional Harian Kepala Kantor Pos Solo Dwi Agus Wijanarko mengatakan, penahanan tabloid Indonesia Barokah dilakukan setelah ada instruksi dari Kantor Regional VI Jateng dan DIY.

Sebelumnya, ada beberapa tabloid yang dimasukkan dalam amplop cokelat yang didistribusikan di Solo dan sekitarnya.

"Memang ada beberapa yang sudah terlanjur didistribusikan. Setelah itu baru ada instruksi (penahanan) dari Kantor Wilayah dan Bawaslu," ujarnya ditemui di Kantor Pos Solo Jalan Jenderal Sudirman Solo, Jawa Tengah, Selasa (29/1/2019).

Baca juga: Kantor Pos Pekanbaru Tahan 153 Paket Tabloid Indonesia Barokah

Rencananya tabloid itu akan didistribusikan ke sejumlah wilayah di Solo dan Sukoharjo. Untuk wilayah Solo meliputi lima kecamatan, yakni Jebres, Laweyan, Serengan, Pasar Kliwon dan Banjarsari.

Sedang Sukoharjo meliputi Kecamatan Baki, Mojolaban, Pucangan, Wirun, Kartasura, Bekonang, Makamhaji dan lainnya.

"Ada ratusan eksemplar tabloid yang masih kita tahan di sini. Kita masih menunggu instruksi karena pengiriman tabloid dari Kantor Pos Jakarta Selatan. Apakah masih ditahan dulu di sini, apa langsung dikirim ke sana (Kantor Pos Jakarta Selatan)," ungkapnya.

Upaya memecah belah

Ketua DPC Partai Gerindra Solo Ardianto Kuswinarno meminta kepada para pendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno supaya tidak terpecah belah dengan munculnya tabloid Indonesia Barokah.

Dia menilai munculnya tabloid itu telah memecah belah sehingga pendistribusian tabloid itu harus dihentikan.

"Supaya tabloid yang masih di Kantor Pos untuk ditahan. Jangan didistribusikan lagi," katanya saat meninjau tabloid Indonesia Barokah di Kantor Pos Solo.

Baca juga: Dewan Pers: Tabloid Indonesia Barokah Bukan Pers

Ardianto menambahkan, DPC Partai Gerindra akan terus memantau agar Kantor Pos tidak mendistribusikan tabloid dan menyerahkan terhadap kepolisian untuk mengusut keberadaan tabloid itu.

"Karena tabloid itu merugikan partai kami terutama. Meskipun Bawaslu menyatakan belum ada pelanggaran, tetapi kami tetap menginginkan untuk dibongkar," terangnya.

Sebelumnya, Devisi Sengketa Bawaslu Surakarta, Arif Nuryanto mengatakan, pihaknya menyerahkan pengkajian tabloid Indonesia Barokah itu ke Bawaslu Pusat dan Dewan Pers. Pasalnya, Bawaslu Kota tidak mempunyai hak untuk mengkaji tabloid itu.

"Kita serahkan ke Bawaslu Pusat dan Dewan Pers. Supaya dikaji di sana," ungkapnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Relawan, Polisi di Malang Makamkan 57 Pasien Covid-19, Mobil berisi Kantong Jenazah

Jadi Relawan, Polisi di Malang Makamkan 57 Pasien Covid-19, Mobil berisi Kantong Jenazah

Regional
Ada Penumpang Positif Covid-19, Pelayaran Kapal Feri Buton-Wakatobi Dihentikan Sementara

Ada Penumpang Positif Covid-19, Pelayaran Kapal Feri Buton-Wakatobi Dihentikan Sementara

Regional
KPK Kembali Geledah Sejumlah Ruangan di Kantor Bupati Kutai Timur

KPK Kembali Geledah Sejumlah Ruangan di Kantor Bupati Kutai Timur

Regional
Pelaku Tetap Bekerja di Lokasi Pembunuhan Usai Membunuh Saudaranya karena Disebut Bodoh

Pelaku Tetap Bekerja di Lokasi Pembunuhan Usai Membunuh Saudaranya karena Disebut Bodoh

Regional
Banjarmasin Masuk Zona Hitam, Wali Kota Ancam Tempat Hiburan yang Beroperasi

Banjarmasin Masuk Zona Hitam, Wali Kota Ancam Tempat Hiburan yang Beroperasi

Regional
Menteri Nadiem Makarim Sebut SMAN 4 Sukabumi Luar Biasa

Menteri Nadiem Makarim Sebut SMAN 4 Sukabumi Luar Biasa

Regional
Viral, Foto Petugas Satpol PP Makassar dengan Sepeda Brompton Seharga Rp 90 Juta

Viral, Foto Petugas Satpol PP Makassar dengan Sepeda Brompton Seharga Rp 90 Juta

Regional
7 Pria Pemerkosa Ibu Muda di Hutan Ditangkap

7 Pria Pemerkosa Ibu Muda di Hutan Ditangkap

Regional
Cerita Peserta UTBK UGM yang Waswas Ikut Ujian di Tengah Wabah

Cerita Peserta UTBK UGM yang Waswas Ikut Ujian di Tengah Wabah

Regional
'Kalau Memang Lelah, Sudah Tidur di Situ, Istirahat karena Kurang Tidur'

"Kalau Memang Lelah, Sudah Tidur di Situ, Istirahat karena Kurang Tidur"

Regional
Kadis PPA Lampung: Dia Hanya Pendamping, Bukan Pegawai Negeri Maupun Pejabat Struktural

Kadis PPA Lampung: Dia Hanya Pendamping, Bukan Pegawai Negeri Maupun Pejabat Struktural

Regional
Emosi Disebut Bodoh, Seorang Pria Ini Bunuh Saudaranya Sendiri

Emosi Disebut Bodoh, Seorang Pria Ini Bunuh Saudaranya Sendiri

Regional
Karoseri Laksana Produksi Bus yang Terapkan Kursi Penumpang Berjarak

Karoseri Laksana Produksi Bus yang Terapkan Kursi Penumpang Berjarak

Regional
Serikat Buruh Desak Pemerintah Terbuka Soal 3 Perusahaan di Semarang Klaster Covid-19

Serikat Buruh Desak Pemerintah Terbuka Soal 3 Perusahaan di Semarang Klaster Covid-19

Regional
Pemerkosa Anak Korban Pemerkosaan Ditetapkan sebagai Tersangka

Pemerkosa Anak Korban Pemerkosaan Ditetapkan sebagai Tersangka

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X