Mentan Amran Kenalkan Program Santri Tani Milenial di Tasikmalaya

Kompas.com - 25/01/2019, 11:09 WIB
Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman didampingi Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, mengecek usaha peternakan santri di Pondok Pesantren Miftahul Huda, Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (25/1/2019).KOMPAS.com/IRWAN NUGRAHA Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman didampingi Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, mengecek usaha peternakan santri di Pondok Pesantren Miftahul Huda, Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (25/1/2019).

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Menteri Pertanian ( Mentan) Andi Amran Sulaiman berkunjung ke Pondok Pesantren Miftahul Huda, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (25/1/2019). Kunjungannya kali ini untuk memperkenalkan program terbarunya yakni Santri Tani Milenial. 

Program ini diklaim sebagai sumber penghasil pangan yang baru di Indonesia, dan akan menjadi mata pencaharian yang menjadi primadona bagi para santri di seluruh Indonesia.

Hal ini disampaikan Mentan Andi Amran Sulaeman di depan Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, dan pimpinan pondok pesantren (ponpes). 

"Program santri tani milenial ini akan segera diterapkan di seluruh Pondok Pesantren di Indonesia," katanya. 


Baca juga: Pemprov Sumsel Gelar Program Santri Jadi Dokter

Para santri nantinya akan mendapatkan bantuan program berbagai jenis pertanian dan peternakan untuk melakukan wirausaha.

"Kita sudah mulai dengan bibit-bibit pertanian dan peternakan. Misalnya, kita sudah masuk bantuan ayam kampung petelur, bibit pertanian unggul, sapi, domba dan lainnya. Kami juga akan memberlakukannya kepada seluruh santri di seluruh Indonesia," kata Amran.

Tujuan program baru Kementan bersama para santri di seluruh Indonesia ini, lanjut Amran, paling mendasar adalah untuk memenuhi standar gizi para santri di Indonesia.

Selanjutnya, diharapkan para santri akan mampu menjadi pengusaha unggul sampai menjadi konglomerat di usaha pertanian dan peternakan.

Baca juga: Di Depan Santri, Maruf Amin Sebut Dorongan Ulama Membuatnya Maju Jadi Cawapres

"Intinya kita (Negara) ingin menyejahterakan santri di Indonesia. Mudah-mudahan ke depannya akan tercipta konglomerat yang berasal dari para santri di bidang pertanian dan peternakan," tambahnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum sekaligus Panglima Santri Jawa Barat menyambut baik program Santri Tani Milenial.

Program tersebut dinilai baik sebab para santri muda diberikan pendidikan dan keterampilan bertani supaya bisa lebih tertarik untuk menekuni usaha pertanian dan peternakan.

"Kita sambut bahagia dan dibuktikan dengan perhatian dari Pak Menteri dan Pak Presiden kepada para santri di Indonesia," kata dia.

Baca juga: Batik Ciwaringin, Potret Perjuangan Para Santri Menyelamatkan Warga

Didampingi pula oleh Bupati Tasikmalaya, dan unsur Muspida setempat, Mentan Amran mengecek langsung ke beberapa lokasi usaha pertanian dan peternakan para santri di Pondok Pesantren Miftahul Huda.

Pesantren ini dijadikan percontohan program Santri Tani Milenial yang selanjutnya akan diberlakukan di seluruh pondok pesantren seluruh Indonesia. 

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Akun Lisa Marlina Sebut Pelecehan Seks di Bali Biasa, Ni Luh Djelantik Lapor Polisi

Akun Lisa Marlina Sebut Pelecehan Seks di Bali Biasa, Ni Luh Djelantik Lapor Polisi

Regional
Preman Tewas Ditembak setelah Palak Truk, Sopirnya Ternyata Polisi

Preman Tewas Ditembak setelah Palak Truk, Sopirnya Ternyata Polisi

Regional
Didi Kempot, The Godfather of Broken Heart Asal Solo yang Ciptakan 800 Lagu

Didi Kempot, The Godfather of Broken Heart Asal Solo yang Ciptakan 800 Lagu

Regional
Cerita Lilik Gantikan Nazar Amien Rais, Idolakan Wayang Sengkuni hingga Hati Geram

Cerita Lilik Gantikan Nazar Amien Rais, Idolakan Wayang Sengkuni hingga Hati Geram

Regional
Jenazah Perempuan yang Diduga Korban Pembunuhan di Sukabumi Tiba di Rumah Duka

Jenazah Perempuan yang Diduga Korban Pembunuhan di Sukabumi Tiba di Rumah Duka

Regional
[POPULER NUSANTARA] Lilik Gantikan Nazar Amien Rais | Viral Kicauan Lisa Marlina tentang Bali

[POPULER NUSANTARA] Lilik Gantikan Nazar Amien Rais | Viral Kicauan Lisa Marlina tentang Bali

Regional
Upaya Menyelamatkan Anisa, TKW yang Disiksa Majikan Malaysia hingga Gigi Rontok

Upaya Menyelamatkan Anisa, TKW yang Disiksa Majikan Malaysia hingga Gigi Rontok

Regional
Ditemukan Reruntuhan Diduga Ruang Tamu Istana Kesultanan Banten

Ditemukan Reruntuhan Diduga Ruang Tamu Istana Kesultanan Banten

Regional
Keluarga Nunung di Solo: Tak Sangka Orang Sebaik Mama Nunung Pakai Sabu...

Keluarga Nunung di Solo: Tak Sangka Orang Sebaik Mama Nunung Pakai Sabu...

Regional
Kisah Pilu TKW Turini, Tak Digaji 21 Tahun hingga 'Dipenjara' Dalam Rumah

Kisah Pilu TKW Turini, Tak Digaji 21 Tahun hingga "Dipenjara" Dalam Rumah

Regional
Harapan Sang Taruna yang Berujung Maut di Sekolah Impian

Harapan Sang Taruna yang Berujung Maut di Sekolah Impian

Regional
6 Fakta Baru Kebakaran Hutan Gunung Panderman, 60 Hektar Dilalap Api hingga Semua Pendaki Selamat

6 Fakta Baru Kebakaran Hutan Gunung Panderman, 60 Hektar Dilalap Api hingga Semua Pendaki Selamat

Regional
Ini Nama 50 Anggota DPRD Kota Bandung 2019-2024

Ini Nama 50 Anggota DPRD Kota Bandung 2019-2024

Regional
Terungkap, Identitas Mayat Perempuan Nyaris Tanpa Busana di Sukabumi

Terungkap, Identitas Mayat Perempuan Nyaris Tanpa Busana di Sukabumi

Regional
Didi Kempot, Penyanyi Campursari yang Digandrungi Anak Muda Masa Kini...

Didi Kempot, Penyanyi Campursari yang Digandrungi Anak Muda Masa Kini...

Regional
Close Ads X