Satu Nelayan Hilang di Sumenep Telah Ditemukan

Kompas.com - 24/01/2019, 18:25 WIB
Ilustrasi nelayan KOMPAS / IWAN SETIYAWANIlustrasi nelayan

SUMENEP, KOMPAS.com - Satu nelayan asal Desa Gedungan, Kecamatan Giligenting, Kabupaten Sumenep, Dihasan (56) telah ditemukan dalam keadaan selamat.

Dihasan ditemukan nelayan asal kepulauan Ra'as, Kecamatan Ra'as, Kabupaten Sumenep pada Rabu (23/1/2019), sekitar pukul 17.00 WIB.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep, Abd Rahman Riadi saat dihubungi melalui ponselnya, Kamis (24/1/2019) menjelaskan, setelah Dihasan ditemukan, nelayan itu langsung diamankan di kantor Polsek Ra'as.


Kondisi Dihasan masih sehat sejak dikabarkan perahu kayu yang ditumpanginya bocor pada Selasa (22/1/2019).

"Yang belum ditemukan tinggal Buhasin, teman Dihasan yang sama-sama berada dalam satu perahu," terang Abd Rahman.

Baca juga: Cuaca Buruk, Dua Nelayan di Sumenep Hilang

Diperkirakan, lokasi hilangnya korban di perairan pulau Gililabak ke lokasi ditemukannya Dihasan, di perairan pulau Ra'as mencapai 30 mil.

Menurut Abd Rahman, proses pencarian terhadap Buhasin masih terus dilakukan dengan melibatkan Basarnas.

Namun, tingginya gelombang di perairan Sumenep yang mencapai 5 meter, menyulitkan Basarnas.

"Kesulitan pencarian hari ini karena ombak ketinggiannya mencapai 5 meter. Malam ini, kapal Basarnas akan sandar di pelabuhan Kalianget dan akan melanjutkan pencarian besok pagi," ungkap Abd Rahman.

Rahman sudah mengimbau kepada nelayan di Sumenep agar tidak melaut karena cuaca sedang ekstem. Namun, ada saja nelayan yang nekat melaut karena beralasan tidak punya alternatif pekerjaan.

Menurut Rahman, jika ada nelayan yang nekat dan tidak mematuhi imbauan pemerintah, maka segala resiko ditanggung nelayan sendiri.

Sebelumnya diberitakan, dua nelayan asal Desa Gedungan, Kecamatan Giligenting, Dihasan dan Buhasin dikabarkan hilang setelah perahunya bocor di sekitar perairan Pulau Gililabak pada hari Selasa kemarin sekitar pukul 16.30 WIB.

Buhasin masih sempat menelepon anaknya yang tinggal di Jakarta, mengabarkan jika perahunya bocor dan akan tenggelam. Sekitar pukul 18.00 WIB, kedua nelayan itu sudah tidak ada kontak lagi. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X